
"Selama Oma pergi, ada yang marahin Zie?" Tanya mama Sinta.
"Em" jawab Zie mengnggukan kepala nya.
"Siapa?" tanya mama Sinta
"Ahh" kata Zie menunjuk Damar.
"Ada di cubit ayah?" tanya mama Sinta lagi.
"Ahh" Zie lagi-lagi mengangguk seolah selama mama Sinta tidak ada, Damar sudah memarahinya juga memukulnya.
"Di bagian mana ayah kamu pukulnya?" tanya mama Sinta
"Cini, cini, cini, cini" Zie menunjuk semua nangis bagian tubuh nya.
"Haaah " Damar melongo mendengar penuturan sang anak. Sementara Yasmin hanya bisa menahan tawa nya.
"Mmmfff" Yasmin menutup mulut nya dengan kedua tangan.
"Kalau ayah marahin Zie gimana?" Tanya Mama Sinta lagi.
Zie turun dari gendongan Oma, dan mertolak pinggang sebelah tangan nya menunjuk seseorang seolah begitulah Damar memarahi nya.
"Zizizizizi" ucap Zie saat ia mempraktekkan adegan marah sang ayah, dengan air liur yang menyembur.
__ADS_1
"Wah parah, ayah lebih mending perang sama buronan dari pada sama kamu Zie" gerutu Damar setelah melihat dengan mata kepala nya sendiri,
"Mas, apa sih" kesal Yasmin.
"Zie sayang Oma?" Tanya Damar.
"Aa" jawab Zie sambil mengangguk.
"Oke, ayah sama bunda pergi" ancam Damar.
"Babay" ucap Yasmin sambil mengabaikan tangan nya pada Damar dan Yasmin, lalu ia pergi memeluk mama Sinta. Kedua nya pergi ke taman bermain.
"Yang kita bikin baby lagi yuk, Zie nggak sayang sama mas" Damar mengangkat Yasmin dan membawa nya ke kamar.
"Mas apa sih, masih pagi" kesal Yasmin, karena ke mesum an suami nya tidak berkurang sama sekali, bahkan setiap hari malah bertambah.
"Emang apaan kejar target?" ucap Yasmin dan Kini kedua nya duduk di atas tempat tidur, seperti pengantin baru yang baru saja menikah.
"Yank yuk, kasihani lah mas yang" Damar memeluk Yasmin dengan erat dan terus meminta hak nya di pagi hari.
"Mas memang nya mau anak berapa?" Tanya Yasmin yang duduk di pangkuan Damar.
"6 aja yang." ucap Damar sambil menunjuk kan jari 6
"Mas banyak banget" kesal Yasmin saat mendengar keinginan Damar. 1 saja kemarin sakit nya seperti itu lha ini suami nya malah minta 6 jadi kurang 5.
__ADS_1
Damar ingin memilik 6 anak dan ia ingin rumah nya ramai, dan ada salah satu dari mereka yang menyayangi nya dan betah di rumah. Tidak selalu mengikuti kemana pun mama Sinta pergi.
Tok tok tok..
"Ck" Damar berdecak kesal saat mendengar ketukan pintu, padahal ia sedang meremas gundukan Yasmin.
"Mas apa sih" Yasmin terkekeh melihat wajah kesal Damar.
"Zie masih satu tahun loh yang, tapi suka bikin kesel" gerutu Damar.
Yasmin bangun dan mulai membuka pintu meninggalkan Damar yang masih berbaring dengan rasa kesal.
Ceklek.
Pintu terbuka dan terlihat mbok Yem di sana.
"Ada apa mbok?" Tanya Yasmin.
"Neng di bawah ada seseorang wanita tua, kata nya dia nenek nya neng" tutur mbok Yem.
"Nenek?" Tanya Yasmin. Memastikan kalau ia dengar tidak salah, Yasmin berbalik melihat pada Damar dengan penuh tanya.
Setau nya Damar tidak punya nenek. Dan setau nya Damar tidak punya nenek, dan apa mungkin itu nenek nya yang dulu Sombong itu kini menemui nya.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...