
Cup.
Damar kembali mencium perut rata Yasmin, dan Damar mulai memeluk perut Yasmin dengan menenggelamkan wajah nya ke perut istri nya itu, Yasmin tersenyum melihat tingkah Damar, Yasmin pun tidak bisa memungkiri kalau ia pun menginginkan perlakuan Damar yang begitu memperhatikan nya dan juga anak nya.
" Kamu masih mual?." Tanya Damar yang mulai mendudukkan diri nya di samping ranjang Yasmin.
" Tidak mas." Jawab Yasmin.
" Kamu mau sesuatu?." Tanya Damar.
" Iya." Jawab Yasmin sambil mengangguk.
" Apa, kamu mau apa?." Tanya Damar.
"Peluk." Jawab Yasmin.
__ADS_1
Damar tersenyum mendengar keinginan Yasmin, karena ini adalah pertama kali nya Yasmin meminta untuk di peluk, biasa nya Damar lah yang memeluk Yasmin itu pun dengan paksaan baru lah ia dapat memeluk Yasmin, Damar kembali memeluk Yasmin, dan tersenyum.
Dua hari sudah Yasmin di rawat di rumah sakit dan kini ia sudah di perbolehkan pulang oleh dokter dan selama dua hari pula Damar selalu berada di samping Yasmin.
Bahkan semua pekerjaan yang harus nya ia kerjakan di kantor selama dua hari itu ia kerjakan di rumah sakit.
Dan kini Yasmin sudah berada di rumah nya, setelah tadi pagi ia kembali ke rumah nya, tubuh nya memang sudah sehat tapi ia masih di harus kam banyak ber istirahat dan Damar pun memerintahkan seorang dokter yang akan selalu menjaga Yasmin.
Sebenarnya Yasmin menolak menurut nya itu terlalu berlebihan namun mau bagaimana lagi Damar sudah bersikeras tetap seorang Dokter harus selalu merawat Yasmin. Karena Damar sangat takut sesuatu hal yang tidak di inginkan terjadi pada Yasmin.
Damar terlalu posesif pada Yasmin untuk saat ini, itu memang benar adanya, dan bukan tanpa alasan kepossesifan nya itu muncul, semua itu karena ia sudah sangat menantikan seorang anak Dan ia tidak ingin kalau sampai kehilangan anak yang Selami ini sangat ia inginkan.
lebih dari cukup bagi nya dan pagi ini dengan berat hati Damar harus berkerja karena banyak rapat yang ia batalkan karena ia lebih memilih untuk merawat Yasmin di rumah sakit.
Sebenarnya Damar enggan untuk berangkat ke kantor, ia lebih suka di rumah seharian penuh sambil memeluk perut rata Yasmin, namun bagaimana lagi pekerjaan sudah sangat menunggu nya dan ia harus segera membereskan nya karena Adam oh sudah beberapa hari membantu nya dan kini Adam pun sudah mulai protes karena semua pekerjaan Damar kini menjadi pekerjaan nya.
__ADS_1
" Sayang pasangin dasi mas dong!." Ucap Damar.
Sebenarnya Damar bukan hanya ingin di pasangkan dasi oh Yasmin, tapi ia juga ingin Yasmin yang memakaikan nya pakaian, namun mau bagaimana lagi untuk saat ini ia harus mengurungkan niat nya untuk di manjakan oleh Yasmin, karena Yasmin masih membutuhkan istirahat yang cukup.
" Selesai." Ucap Yasmin setelah ia selesai memasangkan dasi pada Damar.
" Kiss." Kata Damar sambil menjukkan bibir nya.
Cup
Yasmin mencium sekilas namun apa mau dikata, Damar justru mehanan tengkuk Yasmin, agar Yasmin tidak menjauhkan bibir nya dengan cepat Damar mulai menghisap dan ******* bibir Yasmin.
Huh. Yamsin membuang nafas nya dengan kasar setelah Damar melepaskan nya dan Yasmin mulai menjatuhkan diri nya.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...