ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
314


__ADS_3

"Kandungan nya sangat lemah tuan, di tambah usia nya juga masih dua bulan" Dokter Darmawan pun tampaknya bersedih menjelaskan keadaan Sela.


"Saya mau lihat boleh kan Dok?" Tanya bunda Lesti.


"Silahkan ibu, tapi sebaiknya yang masuk hanya satu orang saja kalau yang lain mau ikut masuk boleh bergantian" Kata Dokter Darmawan berpamitan.


Bunda Lesti mengangguk, dengan langkah yang terasa berat bunda Lesti melangkah masuk setiap langkahnya terasa begitu berat, air mata tak bisa di bendung saat matanya menatap tubuh lemah Sela di penuhi alat medis.


Tidak ada lagi putri cengeng dan manjanya yang ada kini hanya Sela seperti jasat mati yang terbujur kaku, rasanya bunda Lesti lebih memilih Sela yang selalu menangis cengeng dan selalu marah-marah hanya karena hal sepele dari pada saat ini.


Tak ada lagi canda tawa itu bunda Lesti hanya bisa meremas dada seiring luka yamg serasa menusuk di dada.

__ADS_1


"Silahkan ibu, tapi sebaiknya yang masuk hanya satu orang saja kalau yang lain mau ikut masuk boleh bergantian" Kata Dokter Darmawan berpamitan.


Bunda Lesti mengangguk, dengan langkah yang terasa berat bunda Lesti melangkah masuk setiap langkahnya terasa begitu berat, air mata tak bisa di bendung saat matanya menatap tubuh lemah Sela di penuhi alat medis.


Tidak ada lagi putri cengeng dan manjanya yang ada kini hanya Sela seperti jasat mati yang terbujur kaku, rasanya bunda Lesti lebih memilih Sela yang selalu menangis cengeng dan selalu marah-marah hanya karena hal sepele dari pada saat ini.


Tak ada lagi canda tawa itu bunda Lesti hanya bisa meremas dada seiring luka yamg serasa menusuk di dada.


"Sela" bunda Lesti mengelus kepala sang anak dan sang bunda berusaha tetap kuat, dengan sesegukan yang masih keluar dari bibir tuanya.


Adam yang masih duduk di luar hanya bisa menunduk dengan tubuh bergetar, Damar ikut duduk di samping Adam. Damar baru pertama kali melihat Adam seperti ini bahkan Adam seperti preman dengan wajah sangar, tak ada kecerahan sedikit pun di wajah Adam.

__ADS_1


"Lu harus kuat, kalau lu juga terpuruk Sela nggak akan bisa kuat" Damar menepuk-nepuk punggung Adam.


Adam mengangguk, setelah bunda Lesti keluar kini giliran Adam yang masuk. Adam tidak tau entah kini ia masih berstatus suami atau mantan suami, yang jelas di hati Adam belum ada kata mantan dan cintanya terus bertambah tak kan ada kata berkurang.


"Sela..." Adam memeluk Sela dengan perasaan rapuh, separuh nyawanya kini terasa hilang. Otak nya yang kejam kini malah bermuram durja. Tak ada kata yang bisa di katakan Adam, sebab Adam pun belum tau alasan yang membuat Sela seperti sekarang. Yang Adam tau hanya kini Sela yang koma karena over dosis.


"Sela bangun Kakak mohon" Pinta Adam di selangi sesegukan.


"Sela kalau kakak salah tolong maaf kan Kakak, tapi jangan seperti ini. Atau kalau kamu mau nya Kakak tidak mengganggu mu lagi semua akan Kakak lakukan, Kakak sudah pergi agar kamu bahagia dengan pilihan hidup mu tapi kenapa kau malah seperti ini" Adam tak mengerti lagi harus bagaimana, melepas atau mempertahankan rumah tangganya ia pun tak mengerti lagi harus seperti apa.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2