ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
384


__ADS_3

"Abang bangun" Gita membantu Edo untuk bangun sambil merapikan kembali pakaian suaminya yang kusut.


"Heh! berani lu ngajarin Zie ngomong begitu lagi, abis lu!" Damar kembali mengancam Edo.


"Sayang Abang di ancam" Edo memeluk Gita seolah ia ketakutan.


"Mas Damar!" kata Gita menatap Damar dengan tajam.


"Sayang belain Mas dong" kata Damar meminta pembelaan dari Yasmin.


"Nggak! Mas juga gitu sama Yasmin, Gita ini ada gunting kamu tusuk aja aku udah ikhlas" kata Yasmin menunjukan gunting yang tergeletak di atas nakas.


🍃🍃🍃🍃🍃


Beberapa bulan kemudian.


"Kak, Sela pengen jagung bakar" pinta Sela sambil memegang perut buncitnya yang sudah berusia sembilan bulan.


"Yaudah, Kakak beliin sekarang. Kamu tunggu sebentar ya" kata Adam sambil mengambil kunci mobil lalu berniat pergi membeli jagung bakar.


"Kak tunggu" Sela menghentikan langkah Adam.


"Perut Sela mules banget Kak" tutur Sela dengan napas yang terengah-engah.

__ADS_1


"Kamu mau ke toilet?" tanya Adam sebab mendekati persalinan ini Sela sangat terlihat kesulitan melakukan banyak hal dan Adam sering kali membantunya karena kasihan pada Sela yang sedang mengandung anaknya.


"Iya Kak" jawab Sela.


Adam mengangkat Sela dan membawanya ke toilet, bahkan Adam menunggu di luar, setelah Sela selesai ia kembali menganggat tubuh gemuk istrinya.


"Kak Sela mules lagi" tutur Sela sambil memegangi perutnya.


Sudah berulang kali Sela keluar masuk toilet, karena perutnya terasa tak nyaman hingga akhirnya bunda Lesti masuk ke kamar Sela. Sebab sedari pagi Sela mau pun Adam tak keluar dari kamar dan membuat bunda Lesti khawatir. Karena memang usia kehamilan Sela ini tinggal menunggu kelahirannya saja.


TOK.....TOK....TOK....


Bunda Lesti mengetuk pintu, sebab bagaimana pun ada Adam di dalam sana.


Bunda Lesti memegang gagang pintu dan membukanya karena pintu kamar Sela memang tidak tertutup rapat.


"Sela kamu kenapa masih di kamar, ini udah jam sembilan tapi kamu belum makan?" tanya bunda Lesti sambil menatap Sela.


"Bunda, perut Sela nggak nyaman banget. Sela juga udah kontraksi dari pagi tadi" kata Sela sambil memegangi perutnya.


Mendengar apa yang di katakan Sela, bunda Lesti langsung mendekat dan melihat kondisi sang anak.


"Adam, sebaiknya Sela kita bawa kerumah sakit Nak. Dia udah mau lahiran" kata bunda Lesti menatap Adam.

__ADS_1


"Iya, biar Adam gendong saja Bunda" Adam mengangkat Sela hingga akhirnya kini mereka berada di dalam mobil.


"Kak, Sela pengen jagung bakar" ucap Sela padahal ia sedang kontraksi.


"Tapi kamu udah mau melahirkan, kita juga lagi perjalanan kerumah sakit sayang" kata Adam berusaha membujuk Sela.


"Kak, Sela pengen jagung bakar hiks hiks hiks" Sela malah menangis karena Adam tak mengabulkan keinginannya.


"Yasudah kita ke rumah sakit dulu, nanti setelah kamu di periksa baru kakak pergi sebentar buat beli jagung bakarnya ya" kata Adam lagi.


"Iya, tapi janji ya kak" kata Sela sambil sesegukan.


"Iya, jangan nangis dong" Adam menghapus jejak air mata istri tercintanya yang terukir di wajah cantiknya.


Rumah Sakit.


Sesampai di rumah sakit, Gita langsung menangani Sela. Karena semua sudah di persiapkan dan di perjalanan Adam sudah menghubungi Gita jika Sela sudah di perjalanan ke rumah sakit dan kini Sela sudah terbaring di ranjang rumah sakit.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2