
Kedua orang tua Langit dari awal tidak menyetujui hubungan mereka karena sikap Winda yang di anggap buruk oleh keluarga Bagaskara. Namun pada saat itu Langit masih tertutup oleh cinta, dia tidak menghiraukan peringatan yang di berikan padanya.
Setelah semua setuju dan sudah melapor kepada petugas KUA. Akhirnya acara ijab qabul pun berlangsung, Langit mengucapkan kalimat ijab qabul dengan lancar meski hatinya sempat bergetar saat mengucapkan kalimat itu, Langit berusaha untuk tetap tenang di hadapan penghulu.
SAH!
Sorak semua orang saat Langit menyelesaikan ucapannya. Aneh, hatinya sedikit lega saat kalimat terakhir selesai ia ucapkan. Kini semua orang sedang menunggu kedatangan mempelai perempuan. Karena saat ijab qabul berlangsung, Zie tidak di perbolehkan untuk keluar.
Ada rasa penasaran di hati Langit, ia juga ingin mengetahui seperti apa perempuan yang baru beberapa detik lalu menjadi istrinya.
"Sayang, ayo keluar. Kamu sekarang sudah sah menjadi istri Langit Bagaskara" Mama Mayang memanggil Zie untuk segera turun kebawah.
__ADS_1
"A-apa...a-aku sudah menjadi istri orang Ma? Apa aku tidak bisa menjadi anak kalian selamanya?" Zie sedikit gemetar, ia baru sadar bila sudah menjadi seorang istri, ia harus patuh pada suaminya dan tidak bisa lagi sebebas seperti dulu lagi.
"Sayang, kamu tetap bakalan jadi anak mama selamanya. Namun kamu juga harus menjadi istri serta ibu untuk anak-anakmu kelak, kamu juga harus menuruti semua perintah suamimu karena surga ada di ridho suami. Jadilah istri yang penurut serta penuh kasih untuk Nak Langit. Mama yakin Nak Langit juga bakalan bersikap baik dan bisa membimbing mu menuju Jannah-NYA Karena mama tau dia anak yang baik" Mama Mayang memberi wejangan kepada Zie.
"Zie akan berusaha ma. Makasih, selama ini mama dan papa sudah sayang banget sama Zie dan Zie akan mencoba yang terbaik untuk rumah tangga Zie" ucap Zie memantapkan hatinya.
Sebelum melangkah keluar menuju lantai bawah, Zie memejamkan matanya sejenak. Menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan dengan pelan dan saat dirasa sudah rileks Zie melangkah keluar dengan di gandeng mama Mayang yang berada di sampingnya.
Zie terus melangkah anggun menuju dimana Langit berada. Sampai di depan Langit, Zie mengangkat wajahnya. Menatap wajah orang yang telah menjadi suaminya. Sejenak mata mereka saling mengunci satu sama lain, meski pernikahan ini tanpa adanya cinta di antara mereka namun Zie tetap berusaha yang terbaik untuk rumah tangga nya kelak.
Langit mengulurkan tangannya pada Zie untuk pertama kali, Zie mencium punggung tangan pria lain selain papa Hendra.
__ADS_1
Ada gelenyar aneh yang tiba-tiba menjalar di tubuh mereka, saat Zie mencium punggung tangan Langit. Tubuh mereka sama-sama menegang, jantung pun berpacu lebih cepat dari semestinya.
Tidak ingin berlarut dari perasaan itu, Zie segera melepas tangan mereka. Namun hal lain terjadi dan tidak ia sangka sebelumnya, Langit malah mencium kening Zie penuh dengan kelembutan.
Semua keluarga yang melihat mereka tersenyum lega. Para mempelai itu menerima pernikahan ini dengan tulus, itu yang ada di pikiran mereka.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1