
Sementara Damar tertawa lepas melihat wajah kesal sang istri karena berhasil ia kerjai di siang hari ini, tidak lama kemudian Damar sudah keluar dari toilet ia berjalan menemui Yasmin.
"Sayang" Damar ikut duduk di samping Yasmin, Yasmin tidak menghiraukan Damar ia masih kesal dan kembali melanjutkan memakan jambunya.
"Sini" Damar mengangkat tubuh gemuk Yasmin untuk duduk di pangkuannya.
"Apa sih" Kesal Yasmin tapi ia malah bersandar pada dada Damar, tanpa niat berpindah sedikitpun.
"Ngomong nggak sopan sama suami, turun!" Damar berpura-pura menurunkan Yasmin dari pangkuannya, tapi Yasmin berusaha menolak.
"Nggak" Jawab Yasmin malah memeluk Damar.
"Turun!" Kata Damar lagi.
"Mas" Damar menunjukan wajah sedihnya pada sang suami agar tak di minta turun.
"Apa? Mas malas kamunya nggak sopan sama Mas" Tangan Damar berusaha menurunkan Yasmin dari pangkuannya lagi.
"Mas hiks hiks hiks" Yasmin turun tapi duduk di lantai seperti anak kecil yang sedang minta di belikan mainan.
"Satu jam dua juta" Jawab Damar asal, ia bahkan menunjukan dua jarinya berjongkok pada Yasmin.
"Tapi Yasmin punya banyak uang di tabungan" Jawab Yasmin.
"Itu uang Mas yang kasih kan?" tanya Damar.
__ADS_1
"Heem" Yasmin manggut-mangut dengan bibir manyun.
"Mas mau uang yang hasil kerja kamu sendiri" Tutur Damar.
"Nggak ada, uang Yasmin yang pas kerja sama Mas udah abis" Jawab Yasmin dengan polos.
"Buat apa?"
"Buat" Yasmin berpikir dan mulai menghitung dengan jarinnya.
"Buat beli keperluan si kembar, buat Yasmin beli baju, buat Yasmin beli alat kosmetik, terus apa lagi ya lupa" Yasmin mengetuk-ngetuk kepala berusaha mengingat, sementara Damar kini mulai kasihan pada istrinya yang ia kerjai, tidak ada lagi Yasmin yang galak untuk saat hamil kedua ini.
"Kenapa kamu habiskan semua uangnya?"
"Mas bilang uang yang Yasmin cari itu bebas buat beli apa aja dan sekarang marah-marah, udah Yasmin minta pangku sama satpam di rumah aja" Jawab Yasmin sambil berusaha berdiri.
"Kan Mas nggak mau!" ketus Yasmin.
"Mau, ayo sini" Damar mengangkat tubuh Yasmin untuk duduk di pangkuannya.
Yasmin tersenyum dan langsung memeluk Damar, begitu juga dengan Damar yang menghujami Yasmin dengan ciuman.
"Yang kamu cinta nggak sama Mas?" Tanya Damar.
"Cinta dong" Jawab Yasmin tangannya kembali mengarah pada jambu yang tadi sempat terhenti.
__ADS_1
"Sebesar apa?" Tanya Damar dengan hati berbunga-bunga.
"Ini" Yasmin menunjuk tanganya yang kosong tak berisi apa-apa.
"Apa? Nggak ada apa-apa, jangan-jangan kamu bohong lagi cinta sama Mas" Tutur Damar dengan kecewa.
"Ini memang ngga ada apa-apa, karena memang cinta Yasmin sama Mas nggak bisa di ukur pakek apa-apa. Kan cinta Yasmin tak terbatas Mas, udah di paketin sama Tuhan nggak akan berkurang dan habis" Jawab Yasmin santai.
Damar tak mengerti lagi dadanya mendadak kembang kempis, pertama kalinya Yasmin mengucap kata gombalan yang membuat Damar menjadi panas dingin.
"Sayang kamu kok pinter ngebombal sih?"
"Di ajarin Edo" jawab Yasmin.
"Jadi tadi nggak dari hati kamu?" tanya Damar kesal.
"Kan Yasmin bilang di ajarin Edo!" Jawab Yasmin tegas.
"Yasmin!!...." Damar kesal dan memeluk Yasmin dengan kuat.
"Ahahahah, Ampun Mas" Teriak Yasmin.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...