ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
371


__ADS_3

"Makannya, jangan macam-macam" kesal Sela yang kini duduk di pangkuan Adam.


"Kamu tadi cemburu gara-gara Nina kan, nih..." Adam memberikan data Nina pada Sela.


Sela penasaran dan membacanya, kemudian ia memutar leher agar melihat Adam yang kini menertawainya.


"Kak, namanya Suparjo tapi kok nama panggilannya Nina?" tanya Sela dengan bingung.


"Makanya Kakak perhatiin dari tadi penampilannya, karena Kakak juga bingung" kata Adam sambil tertawa.


"Berati Kakak tau, Suparjo atau Nina ini cowok?" tanya Sela.


"Iya"


"Berarti dari tadi Kakak ngerjain Sela?" tanya Sela kesal.


"Kadang-kadang Kakak harus putar otak kan yang biar dapat jatah" tutur Adam dengan senyum bangga.


"Jadi......" Sela kesal dengan Adam yang ternyata mengerjainya habis-habisan.


"Goyangan kamu tadi gila, hot banget yang" Adam tersenyum penuh ke kemenangan, sedangkan Sela ingin menangis mengingat betapa bodohnya ia memaksa Adam untuk itu barusan dan bergoyang sesuai keinginan Adam.

__ADS_1


"Kak Adam!" teriak Sela.


"Ahahahahahaa" Adam tertawa lepas karena hari ini ia mendapatkan keinginannya tanpa bekerja, karena Sela lebih bersemangat sesuai keinginannya.


🍃🍃🍃🍃🍃


Saat Ghaffar keluar dari gerbang rumahnya, tiba-tiba mobil dari kejauhan menabraknya.


BRUUK.


Semua orang yang ada di sana melihat apa yang terjadi, mobil yang menabrak Ghaffar langsung melaju dengan kencang tanpa melihat keadaan Ghaffar. Yasmin yang duduk di balkon shock melihat saat sang adik tertabrak oleh sebuah mobil.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Damar yang berada di ruang tamu bersama Adam, namun matanya menatap sang istri yang melewatinya begitu saja. Sambil berlari bahkan Yasmin seperti tak mendengar jika Damar memanggilnya ia terus berlari.


"Ghaffar bangun" terlihat banyak darah yang mengalir di jalanan, Yasmin memangku kepala sang adik yang sangat ia sayangi.


"Sayang kamu kenapa?" Damar ikut berlari dan masuk di antara kerumunan orang, hingga matanya menatap Ghaffar yang berlumur darah di pangkuan Yasmin.


"Ghaffar bangun hiks hiks hiks" Yasmin terus menangis hingga tak berapa lama ambulace datang dan membawa Ghaffar, Yasmin tak mau ikut dengan mobil Damar ia justru ikut naik menemani Ghaffar dan Damar juga ikut naik tak mungkin ia membiarkan istrinya di sana.


Kini Ghaffar sudah di tangani oleh dokter, air mata Yasmin tak pernah henti menetes melihat keadaan sang adik. Dulu Ghani harus di operasi karena tumor namun kini ganti Ghaffar yang harus berbaring di sana dalam keadaan tak berdaya.

__ADS_1


"Kak Yasmin?" Ghani yang baru saja datang langsung memeluk Yasmin, ia tau saudara kembarnya kecelakaan dari Adam. Padahal ia sedang berada di perusahaan sementara Ghaffar baru akan pergi.


"Ghani hiks hiks hiks" Yasmin menangis sambil memeluk Ghani dengan erat.


"Ghaffar gimana Kak?" tanya Ghani yang terus memeluk Yasmin.


"Kakak nggak tau" kata Yasmin yang juga masih menangis.


"Tuan kami membutuhkan donor darah sekarang, dan stok darah golongan O sedang kosong tuan" kata seorang dokter ber tag Darmawan.


"Golongan darah saya juga O dok" kata Yasmin pada dokter tersebut.


Damar diam ia tak mungkin membiarkan Yasmin mendonorkan darahnya, Yasmin kini harus merawat empat bayi kembar mereka. Sebab anak-anaknya tak mau meminum susu formula.


"Biar Mas saja yang, golongan darah Mas juga O" kata Damar menawarkan diri.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2