
"Iya, terus kita tinggal bareng kak Yasmin dan kak Damar" sambung Ghani lagi.
"Kalian dari kemaren-kemaren kemane aje?" Ucap Ghaffar.
"Kita sekarang udah gede dan kita udah ngga butuh keluarga seperti kalian" imbuh Ghani.
Yasmin diam saja, ia tidak memarahi kedua adiknya sama sekali, bukan Yasmin mengajari bagaimana membenci orang lain namun kedua adiknya juga bebas mengatakan sakit hati mereka kepada yang pernah membuat mereka sakit hati.
"Assalamualaikum kak" pamit Ghani dan di ikuti Ghaffar.
"Waalaikumsalam, hati hati" sahut Yasmin.
"Yasmin kenapa mereka berdua jadi tidak sopan pada nenek?" Tanya Nenek Mirna mencoba mencari pembelaan setelah kepergian si kembar.
"Saya ngga ngerti juga" jawab Yasmin enteng.
__ADS_1
"Yasmin kamu masih menganggap kami keluarga kamu kan?" Tanya nenek Mirna lagi.
Yasmin diam saja dan mendongak menatap wajah suaminya yang hanya diam menjadi penonton itu.
"Saya sih biasa aja" jawab Yasmin seperti orang asing yang tidak mengenal siapa kedua wanita di hadapan mereka.
"Yasmin kamu sekarang sudah menikah dengan orang kaya udah sombong ya" ketus Tina yang merasa kesal melihat mereka tidak di hargai sama sekali oleh penghuni rumah itu.
"Mas apa iya Yasmin sombong?" Tanya Yasmin pada Damar, Damar hanya membalas dengan senyuman saja.
"Yasmin kamu jangan begitu, saya masih nenek kamu dan saya orang yang membesarkan papa kamu hingga menikah dengan mama mu dan ada kamu, jadi nenek harap kamu jangan begitu sama nenek" ucap nenek Mirna tampaknya mencoba merayu Yasmin agar Yasmin mau menerima mereka.
"Kamu ingin tinggal disini boleh ya Yas, nenek dan tante Tina sekarang ngontrak. Sempit banget kontrakannya Yas, kita nggak tahan" ucap nenek Mirna, mengingatkan mereka kini tidak memiliki uang, tinggal di kontrakan kecil dan panas.
"Yas, kamu nggak kasihan sama kami?" Timpal Tina lagi berharap Yasmin memberikan mereka tempat tinggal.
__ADS_1
"Maaf ya Tante, tapi ini bukan rumah Yasmin aja dan Yasmin butuh persetujuan suami Yasmin" kata Yasmin berdalih padahal ia tidak mau keduanya tinggal dengan mereka, lagi pula kedua adik kembarnya pasti tidak akan setuju.
"Yasmin nenek mohon, nenek ngga kuat harus tinggal di lingkungan kumuh"
"Maaf tapi kami ngga bisa, kamar juga udah penuh semua"
"Kamu tega Yasmin sama nenek?" Sang nenek memasang wajah melas di hadapan Yasmin.
Yasmin jadi ingat saat dulu ia memohon pada sang nenek untuk diberikan tempat tinggal, bukannya diijinkan tapi malah yang ia dapatkan hinaan hingga akhirnya Yasmin membawa kedua adiknya berjalan berkeliling mencari kontrakan kecil.
Bahkan saat itu Yasmin hampir putus sekolah demi adiknya tetap bersekolah, namun nasib baik berpihak padanya. Semesta seakan mendukungnya untuk bersatu dengan Damar, hingga akhirnya Yasmin dapat merasakan kembali hidup bahagia saat Damar berusaha untuk membahagiakan kedua adiknya. Bahkan Yasmin bisa melihat betapa Damar bisa menyayangi Ghaffar dan Ghani seperti adiknya sendiri.
"Tidak" jawab Yasmin, Yasmin tidak mau membalas perbuatan buruk tante dan neneknya itu. Sebab ia tidak mau menjadi sama dengan mereka yang jahat, namun Yasmin tetap menjebloskan keduanya ke penjara bila terbukti keduanya terlibat dalam pembunuhan itu.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...