
Ditambah lagi dengan kehamilan Yasmin yang sangat lemah damar benar-benar menyesali perlakuannya selama ini ia baru sadar ternyata ia terlalu egois dan menginginkan 2 wanita sekaligus dalam hidupnya tanpa ia pikirkan bagaimana dengan keadaan Yasmin yang merasa tertekan karena perlakuan keegoisannya itu.
Bahkan yang membuat damar semakin kacau Yasmin mengandung namun dalam keadaan stress dan itu semua karena ulahnya sendiri yang secara tidak langsung ia juga menyakiti anaknya yang masih berada dalam kandungan.
Seorang dokter mulai berjalan keluar, dokter mendekati Damar, sedangkan Damar yang masih larut dalam pikiran nya sama sekali tidak menyadari keberadaan dokter yang sudah ada di sebelah nya.
Dokter itu mulai mendekat karena ia mengerti bahwa Damar tidak menyadari nya.
" Tuan." Panggil dokter tersebut yang bernama Daniel.
" Bagaimana dengan Yasmin?." Tanya Damar.
Setelah ia nengok ke arah samping dan berhadapan dengan dokter Daniel.
" Ayo ke ruangan saya tuan." Kata dokter Daniel itu.
__ADS_1
" Kalau kamu masih mau bekerja di sini, kata kan saja di sini." Kata Damar dengan wajah emosi, karena ia sangat mengkhawatirkan Yasmin, ia juga ingin segera tahu keadaan Yasmin dan calon anak nya saat ini.
Dokter Daniel menelan Saliva nya mendengar Damar berbicara seperti itu. Karena memang rumah sakit itu adalah milik keluarga Damar.
Jadi dari pada membuat nya mendapat masalah lebih baik ia mengikuti saja keinginan Damar.
" Nona Yasmin sedang mengandung dan usia kandungan sudah tiga Minggu." Kata Dokter Daniel dengan sangat hati hati.
" Lalu?." Tanya Damar.
" Kondisi nona Yasmin sangat lemah tuan, dan nona Yasmin harus di rawat." Kata dokter Daniel.
" Sayang." Damar membelai rambut Yasmin dan memeluk Yasmin.
Yasmin membuka mata nya, Namun ia diam saja tidak berbicara sepatah kata pun, Yasmin hanya melihat Damar dengan wajah pucat nya, karena ia pun bingung harus berkata apa, dan sebenar nya ia pun takut kehilangan Damar, karena saat ini memang ia sudah mulai mencintai Damar semenjak ia melihat ketulusan Damar pada nya.
__ADS_1
Yasmin juga bingung dengan diri nya saat ini, ia tahu ia bukan lah wanita yang lemah dan ia tidak mudah untuk di tindas. Bahkan ia dulu tidak perduli bila Damar pun meninggalkan nya.
Namun saat ini hati dan perasaan nya tidak bisa di ajak berdamai selama Damar masih ber status suami Celin. Rasa takut kehilangan nya itu ada dan besar.
" Sayang." Kata Damar lagi karena ia melihat Yasmin hanya diam saja dan ia juga takut terjadi sesuatu pada Yasmin.
" Mas kenapa di sini?." Tanya Yasmin dengan suara lemah nya.
" Aku sangat mengkhawatirkan mu, wajah mu tadi sangat pucat, dan kamu pulang tanpa aku." Kata Damar dengan wajah khawatir.
Jawaban yang Damar berikan membuat Yasmin bersedih. Padahal Yasmin sangat berharap Damar mengatakan ia tetap bersama nya dan meninggal kan Celin.
Entah lah mungkin itu pengaruh karena ia sedang mengandung dan membuat perasaan nya tidak menentu, tapi untuk saat ini Yasmin benar benar berharap Damar mengatakan Damar akan tetap bersama nya dan membesar akan anak mereka.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...