ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
309


__ADS_3

Sela tersenyum dan keluar, ia mengambil tas kecilnya di kamar. Beberapa saat kemudian Sela keluar kembali dan melihat bunda Lesti sudah cantik dengan kerudung panjangnya.


"Yuk" Kata Sela memegang tangan bunda Lesti. Keduanya pergi menaiki angkot, bukan karena tidak ada uang. Sela pernah menjadi CEO walau pun hanya beberapa bulan saja dan tabungannya lumayan banyak, di tambah lagi Adam juga sering mentransfer uang padanya dulu jadi untuk saat ini Sela sangat jauh dari kata kekurangan uang. Tapi alasan Sela memilih naik angkot karena ia ingat dulu masa susah bersama mendiang sang Ayah yang juga sopir angkot dan Sela sering kali menjadi kernet.


"Bunda itu mangganya seger banget ya" Sela mendekati pedagang buah dan mulai memilih satu persatu, bahkan beberapa kali Sela menghirup aroma mangga yang ia pegang sebelum ia letakan ke dalam kantong plastik.


Namun saat Sela selesai memilih mangga ia selanjutnya memilih jeruk, niat hati hanya beli mangga dan bengkoang tapi sampai di pasar ia juga ingin membeli jeruk yang terlihat sangat segar. Saat Sela memilih jeruk tiba-tiba matanya melihat Adam yang bersama Lina bahkan keduanya seperti berpelukan. Semua jeruk yang di kantung plastik yang di pegang Sela jatuh berhamburan, seiring air mata yang meluncur begitu saja.


"Sela kenapa Nak" Tanya bunda Lesti sambil mengumpulkan jeruk yang tertumpah, bunda Lesti menyadari tatapan Sela hingga bunda Lesti juga mengikuti arah tatapan Sela.

__ADS_1


"Sela ayo Nak" bunda Lesti dengan cepat membayar buah yang sudah di pilih Sel tadi.


Keduanya pulang dengan menaiki taxi, Sela diam ia sama sekali tidak berbicara sedikit pun sedangkan bunda Lesti takut anak nya kembali bersedih. Hingga berkali-kali bunda Lesti berbicara tapi Sela hanya diam dengan air mata yang terus mengalir di pipinya. Bahkan saat turun dari taxi Sela hanya diam saja tanpa bicara.


"Sela" bunda Lesti menahan Sela yang langsung masuk ke kamar.


"Sela cuman butuh sendiri Bun, nggak papa kan? Tanya Sela.


Sela duduk di sisi rajang setelah meletakan tas tangan kesayangannya, sekuat tenaga ia berusaha kuat demi anaknya.

__ADS_1


"Aku nggak boleh cengeng" Gumam Sela, dengan tangan melepas cincin pernikahannya dengan Adam, Sela juga melepas cincin berlian yang dulu pernah di belikan Adam yang melingkar di jari tengah tangan kirinya. Sela menyimpan semua itu di dalam kotak perhiasan dan terakhir Sela melepas emas sepuluh gram yang dulu di lingkarkan Adam di lehernya.


Sela masuk ke bawah selimut berusaha tidur dan melupakan bayangan Adam, ia terus berusaha tidak menangis. Hingga ia mengabil obat tidur dan meminumnya satu butir, lama menunggu Sela tak juga tertidur. Hingga akhirnya Sela meminum semua obat tidur itu, tidak perlu menunggu lama Sela mulai terbawa ke alam mimpi dengan tubuh yang di penuhi keringat dingin.


Hingga dua jam lamanya Sela masih larut dalam tidurnya, bunda Lesti merasa sudah waktunya makan siang ia berniat membangunkan Sela. Tidak ada rasa khawatir yang di rasakan sebab bunda Lesti melihat putrinya tidak menangis pagi saat tadi masuk ke kamar, bahkan Sela tersenyum walau pun itu senyum paksa tapi bunda Lesti merasa anaknya kuat.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2