
" Yas, mama Sinta boleh bertanya?." Tanya mama Sinta
" Tanya apa ma?." Kata Yasmin.
" Apa kamu sudah menikah?." Tanya mama Sinta.
" Mbak apa sih tanya begituan, ya jelas belum lah." Kata mami Ratih.
" Bukan itu aku hanya penasaran apa itu cincin pernikahan?." Tanya mama Sinta.
Mami Ratih juga ikut melihat jari manis Yasmin dan ia juga mulai bertanya.
Yasmin hanya diam, ia juga bingung harus menjawab apa, namun dia saat ia bingung harus menjawab pertanyaan mama Sinta dan mami Ratih, tiba tiba ponsel Yasmi berdering dan Yasmin melihat ternyata pelayan di rumah nya yang menelpon.
" Hallo mbok." Ucap Yasmin setelah ponsel nya terhubung.
" Den Gaffar jatuh dari sepeda non, kaki nya terluka dan den Gaffar panggil neng Yasmin terus menerus." Ucap mbok Yem dengan sedikit panik.
" Ya mbok saya pulang sekarang." Kata Yasmin sambil menutup telepon.
" Ma, mi Yasmin harus pulang, adik Yasmin jatuh dari sepeda dan dia sekarang menangis sambil mencari Yasmin, jadi Yasmin pulang sekarang ya mi." Kata Yasmin dengan sedikit panik.
__ADS_1
" Ya sayang, hati hati di jalan ya." Kata mami Ratih.
Yasmin mencium punggung tangan mami Ratih dan mama Sinta secara bergantian.
Lalu ia berjalan keluar setengah berlari karena merasa panik dengan keadaan adik nya.
" Ayo aku antar." Kata Edo. Yasmin tidak banyak berfikir ia langsung menaiki mobil Edo karena sudah merasa panik.
Tanpa Yasmin ketahui Damar melihat dari balkon kamar nya saat Yasmin saat Yamsin menaiki mobil Edo.
" Kenapa Yasmin pergi dan dia pergi bersama dengan Edo." Batin Damar sambil menahan emosi nya.
" Sayang." Kata Celin yang tadi memeluk lengan Damar.
Damar pergi meninggalkan Celin dan ia ingin menyusul Yasmin, kenapa Yasmin pergi bersama Edo.
Damar terus berjalan dan mengambil kunci mobil nya yang tadi tergeletak di atas meja, setelah itu ia menuruni tangga.
" Damar." Mama Sinta memanggil Damar, karena mama Sinta melihat Damar sangat terburu buru.
" Ada apa ma?." Tanya Damar dan menghentikan langkah nya.
__ADS_1
" Kamu baru pulang dan apa kamu mau pergi lagi?." Tanya mama Sinta.
" Damar ada urusan mendadak ma." Jawab Damar dam mulai melanjutkan langkah nya. Namun mama Sinta masih menahan Damar dan reflek mama Sinta memegang tangan kiri Damar.
" Damar, mama rindu sekali kita kumpul kumpul seperti dulu." Kata mama Sinta
" ya ma, nanti kalau urusan Damar selesai Damar langsung balik dan kita makan bersama ya." Kata Damar sambil memeluk sebentar mama Sinta dan setelah itu melepaskan nya.
" Janji loh ya." Ucap mama Sinta.
" Iya ma, tapi lepasin dulu tangan Damar, biar Damar bisa pergi dan cepat kembali." Kata Damar.
Mama Sinta mengangguk dan mulai melepas kan tangan Damar, Damar berlari dan pergi meninggalkan mama Sinta karena ia sangat khawatir dengan Yasmin, dan perasaan jadi tidak tenang melihat Yasmin pergi bersama dengan Edo.
Setelah kepergian Damar, mama Sinta mulai menyadari cincin yang di gunakan Damar ada sedikit kemiripan dengan cincin yang di pakai oleh Yasmin, namun dengan cepat ia membuang pikiran itu, tapi tetap saja ia sedikit bingung
" aku ingat seperti apa bentuk cincin pernikahan Damar dan Celin, dan cincin itu aku sendiri yang memesan lalu desain itu sesuai keinginan ku." Gumam mama Sinta.
" Celin kamu mau kemana?." Tanya mama Sinta, karena setelah kepergian Damar, Celin juga ikut berlari dan menyusul Damar.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...