
Andre memasukkan ponsel nya ke dalam tas dan bergegas untuk berpamitan, namun ada sesuatu yang terjatuh di sana, bahkan Andre tidak menyadari nya.
" Mas, ingat kan apa yang di katakan oleh dokter Andre, mas harus bisa melawan rasa itu ok, Yasmin sebenar nya juga sependapat sama mas, kalau putri cantik kita masih hidup mas, tapi Yasmin hanya bisa berdoa, agar segera bertemu dengan putri kita kalau memang Zie masih hidup, kalau Zie masih hidup pasti akan cantik, dan keluarga kita lengkap." Ucap Yasmin dengan sendu.
" iya sayang, mas akan melawan nya, mas akan berusaha lagi." Ucap Damar.
" ayo kita ke kamar." Ucap Yasmin yang mengajak suami nya ke kamar agar istirahat, damar pun mengangguk kan kepala nya. Yasmin meninggalkan Damar sebentar untuk ke dapur, Yasmin mau mengambil minum dulu.
Namun baru saja berdiri, Damar melihat kilatan yang ada di bawah.
Damar mengambil nya, lalu melihat di balik benda tersebut.
" ZW." Ucap Damar lirih.
Deg....
Jantung damar berdetak begitu cepat, bahkan dia sampai duduk lagi ke sofa karena tidak mampu untuk menaham keterkejutan nya.
" Ini kan punya Zie, kalung Zie." Ucap Damar lagi
" Mas, ayo kenapa duduk lagi, mas harus istirahat, agar kondisi mas Kembali pulih " ucap Yasmin yang masih melihat suami nya duduk dari arah belakang.
__ADS_1
" Sayang." Panggil damar.
" iya mas." Jawab Yasmin menghampiri Damar.
" Ini punya Zie kan?." Tanya Damar sambil menunjukkan barang tersebut kepada Yasmin.
" Ya Allah, iya mas ini milik Zie, kalung pemberian dari mama Sinta dan papa Hardy saat beliau perjalanan bisnis ke Jepang, mas dapat dari mana?." Tanya Yasmin.
" Mas dapat dari sini sayang." Jawab Damar sambil menunjuk ke lantai.
" Tapi kalung ini adalah kalung di mana di pakai oleh Zie, saat Zie mengalami peristiwa itu Yas, terus kenapa bisa kalung ini ada di sini." Ucap Damar dengan tanda tanya banyak di benak nya
" iya mas, kata mama Sinta, mama sendiri yang memakaikan nya, karena saat itu Zie bersikeras untuk memakai nya." Jawab Yasmin.
" Iya mas, tapi setahu Yasmin, tamu yang datang itu pasti berhenti di ruang tamu, dan ini mas temukan di ruang keluarga, jadi...." Ucap Yasmin menggantung
" Dokter Andre." Ucap Yasmin dan Damar bersamaan.
" Fix mas harus temui dokter Andre, mas akan minta penjelasan dari dokter Andre." Ucap Damar.
" Yasmin ikut mas." Ucap Yasmin dengan begitu antusias.
__ADS_1
" Jangan kamu di rumah saja, kamu tunggu mas pulang saja ok." Ucap Damar.
" Tapi mas..." Ucapan Yasmin berhenti karena ke dua anak mereka masuk ke dalam rumah, setelah mengucapkan salam.
" Waalaikumsalam." Jawab Yasmin dan damar.
" Ayah dan bunda kenapa? Seperti tegang begitu, hayo mau ngapai, kalau mau enak enak di kamar saja yah, jangan di sini, nanti bunda malu kalau ketahuan kita." Ucap Chandra dengan sifat tengil nya.
" Kamu itu nak, Buat apa ayah berbuat enak enak di depan kalian, nanti kalian pasti iri melihat kemesraan ayah dan bunda." Jawab Damar.
" Ayah, Chandra dan Devanno, berhenti bercanda, ini ada hal lebih penting." Ucap Yasmin yang menengahi tiga laki laki yang ada di depan nya, agar masalah yang mereka hadapi segera selesai.
" Ada masalah apa Bun, yah." Ucap devanno yang sudah di sofa dan di ikuti oleh mereka bertiga.
Damar menceritakan semua nya kepada dua putra nya, mereka juga senang dan sangat antusias mendengarkan apa yang di ceritakan oleh ayah nya barusan.
" Baik kalau begitu ayo yah, kita ke dokter Andre, kita tanyakan itu." Ajak Devanno.
" Chandra juga ikut." Ucap Chandra yang tidak mau ketinggalan.
" Kamu di rumah saja, jagain bunda, biar ayah dan Dev yang ke sana, nanti kalau ada kabar, pasti ayah langsung kabarin kalian." Ucap Damar final dan itu hanya bisa di terima oleh Chandra dan Yasmin dengan mengehela nafas nya, kalau Damar sudah berkata dengan nada seperti itu, sudah di pastikan kalau tidak bisa di ganggu gugat.
__ADS_1
" Baik lah mas, mas hati hati ya, biarkan Dev saja yang mengemudi mobil nya." Ucap Yasmin.
......Stay terus ya kak, jangan lupa Like dan Vote ya kak......