
" Tapi ma, itu benar ma." Kata Damar.
" Mama tidak mau dengar alasan kamu." Kata mama Sinta membentak Damar karena sudah sangat jengkel dengan sikap Damar.
" Ayo Yas kita sarapan dulu kasian cucu mama sudah jam segini belum sarapan." Kata mama Sinta pada Yasmin dan ke dua nya mulai berjalan keluar dari kamar itu meninggalkan Damar yang tiba tiba merasa kepala nya mendadak pusing.
Ketiga nya mulai berjalan dan menuruni tangga dengan mama Sinta yang bergandengan dengan Yasmin, dan Damar yang berjalan di belakang ke dua wanita itu.
" Kak Yas." Kata Gaffar saat Yasmin sudah berdiri di dekat meja makan.
" Kakak." Kata Ghani ke dua nya turun dari kursi yang mereka duduki dan berlari lalu memeluk Yasmin.
" Adik adik kak Yas." Kata Yasmin memeluk ke dua adik kembar nya itu, dan Yasmin mulai mencium pipi ke dua adik kembar nya.
" Ayo kita sarapan dulu." Kata mama Sinta.
Ghani dan Gaffar mulai melihat Yasmin, ke dua nya bingung, mama Sinta itu siapa, kalau Gita yang membawa mereka ke sana ia sudah tahu itu adalah dokter untuk merawat Yasmin tapi ia bingung mama Sinta itu siapa.
__ADS_1
" Itu mama Sinta dan mama Sinta itu mama nya kak Damar." Kata Yasmin.
Lalu Yasmin mulai memperkenalkan semua keluarga Damar yang sudah duduk di kursi meja makan itu, termasuk papa Hardy dan juga ke dua orang tua Edo juga ada di sana, dan Ghanim juga Gaffar mengangguk mengerti.
" Sekarang Ghani dan Gaffar cium tangan mama Sinta, mami Ratih, papa Hardy dan papi Rian." Kata Yasmin. Gaffar dan Ghani mengangguk mengerti dan ia mulai mencium punggung tangan orang tua yang berada di sana.
" Ayo kita mulai sarapan nya." Kata mama Sinta dan semua nya sudah duduk di kursi meja makan termasuk Gita juga ikut.
" Mbak Sinta enak ya?." Kata mami Ratih sambil mengunyah nasi goreng yang ia masukkan ke dalam mulut nya.
" iya sudah punya mantu baik begini di tambah lagi punya anak kembar yang tampan seperti mereka ini." Kata mami Ratih dengan wajah murung nya
" Nanti kamu juga pasti dapat mantu seperti Yasmin." Kata Mama Sinta yang menghibur mami Ratih
" semuanya damar pamit ya udah mau ada meeting." kata damar yang berpamitan pada semua keluarga yang duduk di kursi meja makan itu.
" Iya." Jawab Semua nya.
__ADS_1
" Sayang mas berangkat ya." Kata Damar pada Yasmin.
" Ya mas." Yasmin bangun dari duduk nya dan mengantar Damar sampai pintu utama.
" Mbak kapan ya aku punya mantu, Edo sudah jadi bujang lapuk begitu, aku juga pengen nimang cucu." Ucap mami Ratih yang terus mengeluh di meja makan.
" kamu apa sih enggak boleh ngomong begitu nanti juga kalau sudah ketemu jodohnya pasti ketemu." kata Mama Sinta yang berusaha menghibur mami Ratih.
" Entah lah Mbak entah sampai kapan anak itu terus seperti ini." kata mami Ratih dengan wajah murung nya.
Mami Ratih sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi antara damar dan Yasmin karena Mama cinta sudah menceritakan semuanya pada mami Ratih awalnya mami Ratih sedih karena ia berharap Yasmin menjadi istri Edo dan menjadi menantunya tapi mau bagaimana lagi ternyata Yasmin bukankah jodoh Edo.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1