ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
203


__ADS_3

"Maaf mbak" pria itu menyatukan tangannya merasa bersalah, lalu pandangan Yasmin dan pria itu saling bertemu. Pria itu memandang tubuh Yasmin yang berisi dan perut membuncit, Yasmin juga memandang pria bertubuh kekar dan tinggi itu. Sejenak pandangan keduanya bertemu namun Damar kembali menyadarkan kedua orang itu.


"Ehem" Damar berdiri ia tidak suka ada orang lain yang memandang istrinya apalagi yang memandang istrinya adalah mantan kekasih Yasmin, ya benar orang itu adalah Erza. Setelah lama menghilang entah kemana kini Erza secara tidak sengaja bertemu kembali dengan Yasmin, tidak ada rasa lagi di antara keduanya hanya saja ada sedikit kecanggungan dan ketengan antara Damar yang memandang tajam Erza.


"Jalan di lihat" ujar Damar dengan menatap tajam setajam elang, suara yang berat berpaham membuatnya semakin merasakan ada aura dingin di sana.


"Maaf ya" ucap Yasmin tidak ingin Damar salah paham, Yasmin menarik lengan sang suami dengan kuat karena sang suami masih berdiri menatap tajam sang mantan kekasih istrinya.


"Selamat ya" Erza tersenyum dan berlalu dari hadapan kedua suami istri itu.


"Mas ayo" Yasmin terus berusaha mengalihkan pikiran suaminya yang masih dalam mode cemburu.


"Mas" Yasmin menggoyangkan lengan Damar, tangannya menunjuk ke arah penjual bakso bakar. Damar mengikuti apa yang ditunjuk Yasmin.


"Kamu mau yang" Damar tersenyum pada Yasmin yang tidak pernah lepas memeluk lengannya.


Yasmin tersenyum dan cengengesan lalu mengangguk.


"Mau dong sayang" jawab Yasmin. Ini kali pertamanya Yasmin memanggil Damar dengan sebutan sayang. Damar merasa di atas awan yang terbang melayang, rasa bahagia kini terpancar.


"Ayo kita kesana" Damar mulai membawa Yasmin ke arah penjual bakso bakar dan melupakan amarah yang tadi sempat menguasai dirinya, hanya dengan Yasmin memanggilnya dengan panggilan sayang.


Yasmin tersenyum dan mulai memesan namun Damar malah menghalanginya.

__ADS_1


"Kamu enggak boleh ngomong sama cowok selain aku, bukan mahrom" ujar Damar dengan tegas pada Yasmin.


Yasmin tertawa terpingkal-pingkal mendengar alasan Damar tidak boleh berbicara pada pria lain, padahal itu hanya memesan bakso pada si penjual.


"Ahahaha" Yasmin memegang lengan Damar dengan cukup kuat, sungguh Yasmin tertawa tanpa bisa ia tahan.


"Ck" Damar kesal karena Yasmin malah menertawai nya padahalnya Damar ingin memperingatkan Yasmin karena Damar tidak suka ada yang tersenyum pada Yasmin walaupun itu hanya tukang bakso.


"Mas kalau nggak ngomong gimana cara pesannya" penyanyi Yasmin diselingi tawa yang masih saja keluar dari mulutnya. Damar terus memeluk tubuh Yasmin dari samping berjaga-jaga tidak ada seorangpun yang boleh membantu istrinya sedikitpun terutama lelaki.


"Mas yang pesan" Damar mulai memesan bakso bakar dan memberikannya pada Yasmin.


"Mas makan kembang gula yuk" "


"Mas itu apa yang dijual di sana sepertinya enak" lagi-lagi Yasmin melihat makanan dari kejauhan, gambar memicingkan matanya melihat kelakuan sang istri yang mulutnya tidak pernah berhenti mengunyah itu.


"Yang masih ada tempatnya?" Tanya Damar sambil mengelus perut buncit Yasmin.


Yasmin terkekeh dan mengangguk.


"Masih dong mas eh tapi nggak, Yasmin udah kenyang" ujar Yasmin yang merasa perutnya sudah kenyang.


"Sstt" Yasmin merasa kakinya begitu terasa pegal dan emang kaki Yasmin sudah sangat bengkak, gambar menyadari hal itu dengan sedikit panik.

__ADS_1


"Kenapa yang?"


"Mas Yasmin nggak kuat jalan, Yasmin nggak sanggup mas" terlihat nafas Yasmin mulai terengah-engah merasa lelah, wajar saja ia merasa lelah seharian iya terus bersama Damar jalan-jalan. Bukan tanpa alasan sebenarnya itu semua, Damar merasa mereka tidak pernah dulunya pacaran dan jalan-jalan itu sama sekali tidak pernah dan kini Damar ingin membuat kenangan bersama Yasmin, pacaran yang seharusnya sebelum menikah namun mereka memulai pacarannya setelah menikah.


"Ayo mas gendong" Damar mengangkat tubuh Yasmin, Yasmin memeluk leher Damar di tengah kerumunan itu banyak sekali yang memperhatikan mereka bahkan beberapa kamera mengarah pada mereka hingga seorang pria dan wanita yang tampaknya sepasang kekasih menghentikan langkah Damar yang mengangkat Yasmin.


"Maaf ini Damar Wijaya kan?" Tanya si wanita.


"Iya" Damar menganggukkan kepalanya.


"Oh romantisnya, kita minta foto ya" minta orang tersebut dan tiba-tiba banyak yang berkerumun minta foto, Yasmin mengangguk tidak ada salahnya menurut Yasmin.


"Iya" Yasmin turun dari gendongan Damar setelah beberapa orang sudah mengambil gambar Yasmin yang menggendong Damar.


"Semuanya udah ya, mohon mengerti saya sangat lelah" terlihat wajah Yasmin yang sangat lelah dan tidak kuat walaupun hanya berdiri.


"Iya mbak, makasih ya Mbak Wijaya" ucap mereka semua.


"Iya" Damar mengangkat tubuh Yasmin ala bridal style, hingga kini ia mendudukkan Jasmine di dalam mobil dan ia juga ikut masuk.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2