ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
ALFI 153


__ADS_3

"Mas... ini... ini di... "


"Udah nggak usah banyak ngomong, kita turun dulu"


Bersamaan dengan turun nya Azura dari mobil, keluar lah seorang pria paruh baya dari dalam rumah di depan nya bersama penjaga rumah nya yang baru saja memanggil nya karena melihat orang-orang yang tidak mereka kenali datang ke rumah itu.


"Oh, selamat datang cantik. Aku pikir siapa yang datang, ternyata kamu" ujar pria paruh baya itu dengan tersenyum lebar yang justru membuat keempat orang itu merasa muak.


Alfi pun segera merangkul pinggang Azura posesif untuk menunjuk kan kalau Azura adalah milik nya.


"Tak perlu basa-basi pak tua, kami datang kemari untuk membereskan semua hutang mendiang mertua saya" ujar Alfi seraya menekan kata mertua.


Sontak Azura membelalakkan mata nya saat mendengar itu, ia tak menyangka tanpa di minta Alfi berniat melunasi hutang-hutang yang jumlah nya sangat banyak itu. Mata Azura sontak memanas karena terharu. Padahal baru saja semalam mereka melebur menjadi satu dan menjadi pasangan sesungguh nya, tapi hari ini Alfi telah berniat melakukan sesuatu yang di luar dugaan nya.


Pak Jono pun melotot tak percaya dengan perkataan Alfi, ia pun segera mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumah nya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, Stevan dan William pun berhasil membereskan segala urusan Azura dengan Pak Jono. Akhir nya semua hutang Azura berhasil ia lunasi. Ternyata selain sebagai sahabat, Stevan juga merupakan pengacara pribadi Alfi. William juga mengancam pak Jono agar tidak mengusik kehidupan Azura dan adik nya lagi. Bila sampai terjadi, mereka tak kan segan-segan menjerumus kan pak Jono ke dalam penjara. Tentu saja pak Jono takut dengan ancaman itu, apalagi setelah tau kalau William merupakan seorang polisi.


*****


Setelah urusan dengan pak Jono selesai, Alfi kembali melajukan mobilnya pulang.


"Mas" panggil Azura.


Alfi pun menoleh sekilas kemudian kembali fokus menatap ke jalanan.


"Kenapa Ra?"


"Siapa yang bayarin? Itu uang kamu dari kak Zie kok, kan kamu udah berhasil menaklukkan aku dan membuktikan kalau aku bukan gay"


"Hah? Serius? Jadi aku masih dapat bayaran ya mas? Kalau begitu, arti nya aku harus ninggalin kamu ya?" ujar Azura yang mulai terisak membayang kan ia harus meninggalkan Alfi. Dada nya tiba-tiba sesak.

__ADS_1


Melihat perubahan raut wajah Azura, Alfi sontak khawatir. Ia pun segera menepikan mobil nya di tempat yang aman lalu melepaskan sabuk pengaman nya.


Pletak...


Tiba-tiba saja Alfi menjentik dahi Azura membuat istri nya itu meringis sambil mencebikkan bibir nya.


"Mikir jelek mulu! Siapa yang nyuruh kamu ninggalin aku? Kamu lupa isi perjanjian kalian sendiri?" ucap Alfi sambil menaik kan sebelah alis nya membuat Azura menatap nya bingung.


"Bukan kah di perjanjian itu tertulis kamu punya waktu selama 1 tahun buat menaklukkan aku dan kalau kamu berhasil dalam tempo waktu tersebut kamu bisa dapat kan uang 1 milyar, nggak ada tuh tertulis kalau kamu udah berhasil kamu harus ninggalin aku. Kalaupun ada, dengar kan kata-kata ku ini. Sampai kapan pun tak kan ada yang bisa memisah kan kita kecuali, satu aku yang meminta nya sendiri dan dua bila yang kuasa menghendaki. Jadi, aku minta buang jauh-jauh pikiran buruk kamu itu dari otak cantik kamu ini, mengerti!" tegas Alfi seraya menunjuk kepala Azura membuat senyum Azura kian melebar. la pun merentang kan tangan nya, paham apa yang di inginkan istri nya itu, Alfi pun segera memeluk Azura erat dan mengecup dahi nya dalam.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak



__ADS_2