
Lina meneguk saliva ternyata Adam sudah tau sampai di situ, Lina tak bisa lagi berbicara setelah apa yang ia dengar.
"Adam aku mohon, jangan lakukan ini aku tidak mau hidup di penjara Adam aku mohon maaf kan aku. Apa kau tidak bisa memaafkan aku?" Lina menangis duduk di lantai berharap Adam masih ber murah hati padanya.
"Aku sudah memaafkan mu, tapi tetap saja kau harus membayar semuanya seharusnya kau beruntung karena kau tidak merasakan apa yang di rasakan oleh orang-orang sebelum kau yang berani bermain dengan ku, bukan karena aku mencintai mu tapi karena aku menghargai mu sebagai seorang wanita. Aku menghargai wanita karena aku terlahir dari rahim seorang wanita juga tapi hukuman tetap berjalan aku harap kau bisa merenung dan menyadari semua perbuatan mu"
Adam pergi begitu saja meninggalkan Lina yang akan di tangani oleh polisi, tidak ada lagi perasaan kasihan seperti dulu bahkan Adam kini tak perduli dengan tangisan Lina yang memanggilnya. Apa yang di lakukan wanita itu sudah terlalu merebut kebahagian yang ia ciptakan bersama istrinya, bayangan anak yang akan di lahirkan oleh sang istri musnah karena wanita yang terobsesi padanya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Kini semua sudah lebih bahagia sebab keluarga mereka telah kembali berkumpul bersama, apa lagi Adam. Adam kini lebih lega karena penyebab kematian anaknya sudah mendekam di jeruji besi sana, dan untuk merayakan kebahagian berkumpulnya semua anggota keluarga. Mama Sinta dan papa Hardy mengadakan pesta keluarga besar mereka di kediaman mama Sinta, semua ikut merayakan pesta itu dengan penuh bahagia.
"Bro, gimana kalau kita bikin balap renang siapa menang dapat hadiah" Tutur Aran dengan bahagia.
"Ok, gue yes" Jawab Edo.
__ADS_1
"Siapa takut, gue juga yes" Tutur Damar.
"Adam lu brani nggak, tampang sangar kelakuan kayak embak-embak salon" Ejek Edo.
"Iya lah, lu pada ikut gue juga ikut lah" Adam pun tak mau kalah, jangan sampai Sela mengatakannya lemah sebab Sela sangat suka cowok maco.
"Ghaffar juga ikut ya" Ghaffar datang dengan menawarkan diri, membuat keempat pria dewasa yang sepakat dengan permainan mereka saling pandang.
"Ghani juga, biar Ghani menang trus Ghani bagi-bagi di medsos biar dapet cewek karena berhasil ngalahin 5 cecunguk wkkwkwk" Ghani sudah mamakai celana boxer dan kaca mata renang.
"Iya gue juga kesel" Tutur Edo, membuat Edo dan Adam saling pandang sepertinya ide mereka kini sama Adam dan Edo mengejar Ghani.
"Ampun Kak" Teriak Ghani sambil melarikan diri, tapi apa mau di kata ia tertangkap, Adam memegang kaki dan Edo memegang lengan Ghani lalu mereka ayun di pinggir kolam bersiap melemparnya.
"Satu....dua....tiga..." Hitungan ketiga tubuh Ghani serasa melayang dalam sekejab tubuh Ghani sudah terlempar kedalam air.
__ADS_1
BYUURRRR.
"Ahahahahaaaa" Semua Anggota keluarga sebab mendapat hiburan tak di sangka-sangka, Ghani berdiri di dalam kolam dengan kesal.
"Ck" Ghani berjalan dan naik kedaratan.
"Makanya jangan sok" mami Ratih memberi handuk pada Ghani sambil mengomel ala emak-emak seperti biasanya.
"Alah....kalian semua takut sama aku kan!" Kata Ghani masih saja kesal pada semua nya.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1