
Di luar dugaan Zie. Alih-alih Langit marah pada nya, namun justru Langit mengusap puncak kepala nya pelan lalu mencium kening nya dengan lembut.
"Itu sudah menjadi kewajiban utama mu Zie dan aku mengijinkan kamu untuk menolong pasien mu. Tapi ingat, segera siapkan tubuh dan juga hatimu nanti saat aku meminta ini lagi" Langit berucap sembari tangan nya meremas dua benda kenyal milik Zie yang cukup besar dan menantang itu. Sebelum akhir nya Langit beranjak dan melangkah menuju kamar nya.
Namun remasan yang Langit lakukan barusan berhasil membuat Zie mengeluarkan suara seksi nya hingga mampu menghentikan langkah Langit.
"Aahhh....!" desah Zie.
"Zie! Kenapa kamu baru mengeluarkan suara seksi mu itu sekarang!" geram Langit frustasi dan menjambak rambut nya sendiri karena ******* Zie barusan berhasil membuat benda kebanggaan nya kembali siap siaga.
Langit begitu frustasi, antara melanjutkan kegiatan suci itu dan mengabaikan masalah yang menimpanya sekarang atau harus mengguyur tubuh nya dengan air dingin untuk meredakan sesuatu yang di bawah sana.
Sedangkan Zie yang tanpa sengaja mengeluarkan suaranya, menutup mulut nya dengan kedua tangan lalu segera berlari terbirit menuju kamar mandi yang berada di kamar nya dan mengunci pintu tersebut dengan cepat. la tidak mau bila kejadian seperti tadi akan terulang dan kalau boleh jujur sebenar nya Zie masih belum siap seribu persen.
Akhir nya kedua nya melakukan kegiatan masing-masing, kemudian bersiap dan mereka bertemu saat akan menuruni anak tangga. Langit menatap Zie dengan pakaian formal serta di lengannya ada pakaian berwarna putih yang menjadi kebanggaan para dokter.
__ADS_1
Sedangkan Zie tercengang melihat Langit dengan tampilan sedikit misterius. Langit sekarang menggunakan celana jeans hitam, kaos serta jaket kulit yang juga berwarna hitam.
Tak lupa pula Langit memakai topi yang juga berwarna hitam. Meskipun begitu, dengan tampilan yang serba berwarna hitam membuat Langit semakin lebih tampan. Apalagi otot-otot kekarnya tercetak begitu pas, benar-benar ketampanan yang paripurna.
Beberapa detik Zie terpaku dan terpesona oleh ketampanan haqiqi yang Langit miliki. Ia tersadar kembali saat merasakan bibirnya di sentuh dengan lembut oleh ibu jari milik Langit.
"Semua ini akan menjadi milikmu seutuhnya" bisik Langit seraya mengedipkan salah satu matanya untuk menggoda Zie. la begitu gemas melihat ekspresi Zie yang seperti itu.
Baru setengah jam yang lalu Zie menolak dirinya agar tidak berbuat lebih jauh lagi. Namun sekarang tatapan Zie malah terkunci pada sosok Langit yang berdiri di depannya sekarang.
"Apaan sih mas!" Zie tersipu malu menyadari apa yang ia lakukan.
"Aku antar Zie!" Langit mengejar Zie yang hampir membuka pintu apartemen mereka.
Zie menghentikan langkahnya lalu memutar tubuhnya ke belakang. Menatap Langit yang tengah sedikit berlari menghampiri nya.
__ADS_1
"Enggak usah mas, lagian arah kita juga berbeda. Mas juga memiliki sesuatu yang mendesak kan?" Zie menolak tawaran Langit dengan hati-hati, dan Langit pun mengangguk.
Sebelum Zie keluar dari apartemen, ia meraih pergelangan tangan Langit lalu mencium punggung tangannya. Seraya berucap,
"Aku pergi dulu mas"
Langit menyentuh puncak kepala istrinya itu lalu merapalkan doa keselamatan untuk Zie sebelum mereka benar-benar terpisah karena memakai mobil yang berbeda.
Zie melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh karena kehadirannya sudah di tunggu oleh beberapa dokter di ruang operasi. Sehingga tidak heran hanya membutuhkan waktu lima belas menit Zie sudah sampai di plataran rumah sakit, dengan tergesa-gesa Zie berjalan menuju ruang operasi. Sebelum itu ia mensterilkan tubuh nya di ruang yang sudah di sediakan.
"Bisa kita mulai sekarang?" tanya seorang dokter kepada dokter lain nya dan juga perawat yang membantu operasi tersebut.
Mereka mengangguk dengan kompak. Lalu Zie menuntun doa sebelum melakukan tindakan operasi terhadap pasien nya yang berbaring di meja operasi.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....