
Sewaktu Yasmin hidup masih bersama kedua orang tua nya, mungkin Yasmin tidak merasa lucu dengan harga barang mahal namun setelah apa yang ia alami selama bertahun lamanya demi ia bisa bersekolah dan untuk kedua adik nya menurut Yasmin harga tas itu terlalu mahal.
"Iya Yas, kita ambil dua. Kamu satu mama satu" kata mama Sinta lagi.
"Yasmin ngga usah dulu lah ma, lain kali mungkin" jawab Yasmin.
"Apa sih, suami banyak duit bukan di manfaatin malah di acuhin" gumam mama Sinta menatap Damar dengan sinis.
"Mama apa sih?" Tanya Damar karena mama Sinta menatap nya dengan tatapan ngeri.
"Kamu cinta gak sama istri" tanya Damar karena mama Sinta menatap ya dengan tatapan ngeri.
"Kamu cinta gak sama istri?" Tanya mama Sinta mendekatkan wajahnya pada Damar.
"Ya cinta lah ma" ketus Damar.
"Ya udah beliin" teriak mama Sinta di depan wajah Damar.
"Sayang kamu mau?" Tanya Damar.
"Ya mau lah, kecuali kamu gak beliin" lagi-lagi mama Sinta menyumbar ucapan Damar.
"Mama gak usah jadi orang ketiga deh" jawab Damar menatap Sinta dengan sinis.
"Kamu pikir mama pelakor!!" Jengkel mama Sinta.
"Ma, biasa nya kalau ada perempuan dan laki laki berduaan yang ketiganya siapa?" Tanya Damar pada mama Sinta dengan menaik turunkan alisnya.
"Setan" jawab mama Sinta dengan enteng.
"Nah berarti mama?" Tanya Damar dengan menunjuk wajah sang mama.
"Maksud kamu mama setannya!!" Kata Mama Sinta sambil meletakkan kedua tangan nya di pinggang.
"Damar gak bilang, mama sendiri tadi yang jawab" kata Damar.
"Anak kurang ajar!!"
Buk buk buk... mama Sinta langsung menghujani Damar dengan pukulan.
"Mama sakit" teriak Damar.
" diaaaaammmm." teriak Yasmin yang merasa pusing dengan keributan dua orang di samping nya entah mengapa suasana hati wanita hamil itu bisa berubah dalam waktu bahkan menit bisa secara bersamaan kadang berusaha lembut kadang juga pemarah mama Sinta dan damar diam dan mulai melirik Yasmin.
" mas yang dibilang Mama benar." ucap Yasmin.
__ADS_1
damar merasa senang akhirnya Yasmin mau berbicara pada nya.
" apanya sayang?." tanya damar dengan bahagia.
Yasmin mulai merentangkan tangan kanannya pada damar menggerakkan kelima jemarinya seolah meminta sesuatu namun damar tidak mengerti.
" apa sayang?." tanya damar bingung.
" dompet." kata Yasmin.
" buat apa?." tanya damar.
" mana?." kata Yasmin menatap tajam damar.
" iii.... iya ini." gambar mulai meletakkan dompet nya di telapak tangan Yasmin.
Yasmin dengan cepat mengambil dompet damar Yasmin mulai membuka dompet milik damar lalu mengambil semua kartu kredit ATM dan juga yang membuat mata Yasmin berbinar ada kartu tanpa batas milik damar di sana Yasmin juga mengambil gelar dan juga beberapa lembar rupiah yang tersusun rapi Yasmin meninggalkan 400.000 di dalam dompet damar.
" terima kasih." kata Yasmin tangannya terulur mengembalikan dompet damar yang terlihat sudah lebih ringan.
dengan berat hati damar menerima dompet miliknya yang tadi diambil oleh sang istri damar membuka dompet kesayangannya dan melihat isinya yang hanya ada 4 lembar uang kertas berwarna merah lalu matanya menatap Yasmin.
" sayang kenapa diambil semua?." tanya damar.
" kenapa?." tanya Yasmin sambil tangannya terus menghitung dolar yang tadi ia ambil dari dompet damar.
" itu sudah Yasmin tinggalin 400.000 buat isi bensin sama rokok." ucap Yasmin dengan ketus dengan tangannya terus menghitung dolar dan mengulang lagi dari awal karena damar mengajaknya bicara dia jadi lupa berapa nominal yang sudah ia hitung.
" sayang uang segini mana cukup." damar mengambil uang di dompet nya dan menunjukkan pada Yasmin.
" kalau tidak mau bawa sini Yasmin mau mas buat makan bakso sama Mama." jawab Yasmin santai.
" CK!!!!." damar berdecak kesal dengan berat hati terpaksa menyimpan uang 400.000 itu pada dompet nya.
" mulai hari ini mah setiap pagi dapat uang saku 400." kata Yasmin.
" sayang yang benar dong." ucap damar dengan jengkel.
" protes?." tanya Yasmin dengan menatap tajam damar.
" bukan gitu sayang tapi kamu nggak kasihan sama mas." kata damar dengan tegas.
" ambil." kata Yasmin mengembalikan apa yang tadi sudah iya ambil dari dompet damar.
" sayang kamu serius?." tanya damar dengan mata berbinar Karena Yasmin mengembalikan isi dompet nya.
__ADS_1
" ya dann mas ambil semuanya." kata Yasmin dengan cepat damar mengambil apa yang Yasmin berikan.
" terima kasih sayang kamu memang istri terbaik mas." jawab damar sambil mencium kartu milik nya.
" kumpulin semuanya dan pergi dari sini tidak usah balik lagi." kata Yasmin setengah berteriak damar sulit meneguk air liur nya setelah mendengar ucapan Yasmin.
" sayang kamu serius?." tanya damar dengan melas.
" ayo pergi." kata Yasmin lagi
" ini sayang semua kamu yang simpan." damar memberikan semua yang tadi Yasmin kembalikan.
" tidak kocok Yasmin dengan ketus sambil membuang wajah nya ke samping.
" ini sayang." kata damar meletakkan di telapak tangan Yasmin.
" ikhlas tidak?." tanya Yasmin dengan ketus.
" ikhlas sayang." jawab damar dengan merinding sudah lama sekali damar tidak melihat Yasmin segala saat ini dan ia takut kalau Yasmin kembali dinding padanya seperti dulu.
" beneran ikhlas kalau nggak ikhlas ambil lagi." Yasmin berikan pada damar namun dapat menolak dengan mendorong tangan Yasmin.
" ikhlas sayang mas 400 setiap pagi nggak apa-apa." jawab damar.
" yuk kita ke dapur makan rujak." kata Yasmin mengajak mama Sinta.
" yuk." jawab ama Sinta dan kedua nya mulai berjalan ke dapur.
" nanti tas yang tadi kita beli 2 mah pakai kartu tanpa batas milik mas damar." kata yasmin yang masih bisa didengar oleh damar.
" sayang." Teriak damar.
" apa?." teriak Yasmin.
" mama Sinta istrinya papa Hardy si pengusaha itu tidak usah kamu bayarin sayang papa Hardy masih mampu." seru damar.
" bocah kurang ajar." teriak mama Sinta mengejar damar damar dengan cepat berlari keluar karena ia harus menemui arsitek yang akan mendesain rumah mereka akan segera direnovasi.
saat ini Yasmin sedang memandang tas yang ia beli baru saja beberapa menit yang lalu Yasmin membolak-balik tas yang berharga cukup fantastis itu Yasmin merasa senang dan bahagia sampai-sampai ia mengabaikan gambar yang sedari tadi terus memanggilnya bayi besarnya itu seperti seorang bayi yang sangat kecil merengek minta diberi ASI dan suami musuhnya juga tidak jauh-jauh dari permintaan itu hanya saja bedanya dampak tidak minum ASI hanya saja pada tempat si penampung ASI.
" sayang." damar terus berusaha memeluk Yasmin karena ingin ditemani tidur siang.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...