ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 41


__ADS_3

Langit mengepalkan tangannya ke udara. Menengadahkan wajah nya ke atas lalu berteriak penuh frustasi. "Aaarrrggghhh!!"


Semua anak buah Langit hanya terdiam menunduk melihat atasan mereka seperti itu. Begitu pun Samuel dan Franky, yang hanya membiarkan Langit berlarut dalam emosi nya. Mereka percaya Langit pasti bisa mengambil tindakan yang tepat.


"Kau pintar Lang! Pasti kau dapat memecahkan semua masalah ini. Berbeda denganku yang harus terikat dengan orang itu" Brian berkata dengan tenang, mencoba memberi dukungan pada Langit.


"Aku harus bagaimana Bri?" teriak Langit menatap Brian.


"Kau pasti bisa menemukan jawaban nya Lang. Harap kau ingat kita ini musuh sekarang dan jangan kau lupakan aku yang telah melukai Edwin dan nyaris membuat nya meninggal" Brian sengaja berkata seperti itu agar Langit membenci dirinya dan dengan seperti itulah agar Langit bisa membunuh nya sekarang.


Langit terdiam cukup lama memikirkan perkataan yang di lontarkan Brian. Lalu dengan cepat ia mendapatkan jawaban yang cukup tepat untuk mereka bertiga dan yang pasti, Langit berharap Edwin memahami situasi yang di alami oleh Brian.


"Frank, cepat lepas ikatannya dan bawa dia ke ruang D" perintah Langit pada Franky, membuat Franky dan Samuel tersenyum tipis.


Mereka tahu sifat Langit yang sebenarnya, meskipun terkesan kejam dan semena nya namun Langit tetap mendahulukan hati nurani nya. Dan mereka bangga pada pemimpin mereka yang lebih muda dari mereka, walaupun masih muda Langit selalu mengambil langkah yang bijak untuk setiap permasalahan yang ada.

__ADS_1


"Maksudmu apa Lang? Bunuh saja aku! Biar lebih mudah bagimu dan Edwin untuk menghancurkan mereka!" bentak Brian, ia tidak habis pikir dengan pemikiran Langit.


"Jika aku masih hidup, aku akan selalu menjadi racun dalam minuman mu Lang!" karena Brian selalu di gunakan untuk menyerang organisasi yang Langit pimpin.


"Kau tenang saja Bri. Aku tidak akan membiarkanmu menjadi racun lagi, aku akan menyelamatkan mu dari orang gila itu dan kau cukup ikuti saja rencana ku" Langit berkata dengan tenang setelah sukses mengendalikan emosi nya.


"Anda mau kemana Tuan?" tanya Samuel saat Langit beranjak dari ruangan itu.


"Aku mau pulang dulu lalu ke rumah sakit menjenguk Edwin. Pastikan dokter Anes mengobati luka sahabatku dan Jangan biarkan dia kabur!" perintah Langit pada Samuel lalu melirik ke arah Brian yang sedang di lepas talinya oleh Franky.


Kemudian mereka tersenyum setelah melewati detik-detik yang menegangkan tadi. Langit kembali menghampiri Brian memeluk sebentar sahabat lama nya itu, melepas rindu yang telah lama mereka rasakan.


"Aku pergi dulu, kau ikuti saja rencana ku dan aku pasti bisa membebaskan mu dari dia. Dan kau punya hutang penjelasan kepada kami!" setelah mengucapkan itu, Langit melangkah keluar pergi menjauh dari ruangan itu lalu menuju di mana mobil nya berada.


Setelah sampai di mobil, Langit mengeluarkan benda pipihnya dari dalam saku celana. Lalu mendial salah satu nomor yang tersimpan di benda pipih tersebut.

__ADS_1


Panggilan pertama, kedua, ketiga, masih juga belum di jawab dari seberang sana. Membuat Langit merasa kian gelisah, takut terjadi sesuatu pada orang yang sedang ia hubungi.


Mengingat musuh lama dari organisasi yang ia pimpin kembali menyerang dan dengan munculnya Brian di negara ini lagi. Bahkan mereka sudah memerintahkan Brian untuk membunuh orang terdekat Langit yaitu Edwin.


Langit khawatir bila keberadaan Zie yang sebagai istrinya akan terendus oleh musuh nya.


"Tidak! Itu tidak boleh terjadi, aku harus menyembunyikan status pernikahan kami agar keberadaan Zie aman" Batin Langit.


Langit mencoba menghubungi nomor ponsel Zie lagi. Ia tidak patah arang untuk menghubungi istri nya. Dan pada saat panggilan ke delapan, barulah Zie menjawab panggilan dari Langit.


"Hallo Assalamu'alaikum Mas" suara Zie terdengar merdu di telinga Langit sehingga mampu menerbitkan sebuah senyuman yang menawan di bibir lelaki tampan


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2