
PLAK.
Satu tamparan mendarat di pipi Sela, Sela terjatuh di lantai tak sadarkan diri sebab tubuhnya yang lemah, tidak bisa lagi menerima hal itu. Adam menyadari istrinya yang tak juga bangun dari jatuhnya, Adam duduk di lantai dan memangku kepala Sela terlihat pipi yang memar bekas tamparan Adam.
"Tuan Fahri ini obatnya" Terdengar suara seorang wanita yang tiba-tiba masuk. Ya, wanita itu adalah seorang pekerja di apartemen milik sahabat Fahri yang bersebelahan dengan Apartement Adam.
"Obat?" Tanya Adam.
"Iya tuan, tadi nona ini pingsan di depan pintu lalu tuan Fahri menolongnya dan saya di minta membelikan obat demam" Kata Pembantu itu.
Adam menatap Fahri dengan penuh tanya lalu memegang dahi Sela yang memang terasa panas, dan ia mengingat tentang fhoto yang di kirimkan seseorang padanya. Adam mengerti pasti ada seseorang yang memanfaatkan keadaan ini.
"Urusan kita belum selesai" Kata Adam pada Fahri.
__ADS_1
Adam mengangkat tubuh Sela menuju mobil ia ingin Sela cepat di tangani di rumah sakit. Adam merasa kesal kenapa ia bisa menampar Sela, Adam yang sangat mencintai Sela sangat takut bila Sela meninggalkannya apalagi bermain dengan laki-laki lain di belakangnya.
Kini Sela sudah di tangani seorang dokter, hingga tak berapa lama dokter keluar melihat Adam yang sedang duduk di kursi tunggu tertunduk. Bahkan Adam tak menyadari dokter yang kini berdiri di hadapannya, karena penyesalan atas apa yang ia lakukan pada Sela.
"Tuan Adam" Tutur sang dokter bertag Darmawan.
"Dokter" Adam berdiri dengan cepat dan ingin mendapat penjelasan dari sang dokter.
"Istri anda tidak apa-apa tuan, hanya memar saja di bagian wajahnya dan selamat istri anda kini tengah mengandung enam minggu" Jelas sang dokter.
"Iya tuan, nyonya Sela sedang hamil enam minggu" Kata dokter memperjelas ucapannya.
Adam mengangguk tubuhnya terasa lemas ia bahagia sangat bahagia, dengan perlahan Adam membuka pintu melihat keadaan sang istri belum sadarkan diri di sana. Adam rasanya ingin berteriak, lututnya tak mampu lagi menahan tubuhnya hingga ia duduk di lantai dengan kepala tertunduk, air matanya jatuh begitu saja.
__ADS_1
Hingga tidak berapa lama Sela sadarkan diri, ia merasa sakit pada pipinya, Sela menyadari ia kini berada di rumah sakit sebab ada selang infus yang tertancap di tangannya. Sela menangis mengingat tangan Adam menamparnya, perasan sakit kini sangat di rasakan Sela. Adam mendekat tapi Sela tidak mau menatap Adam ia membuang pandangannya pada sisi yang berlawanan.
"Sayang" Adam berusaha memegang tangan Sela, tapi Sela tak mau. Adam mengerti ia menarik nafas dengan dalam dan berusaha untuk Sela mau memaafkannya.
"Sayang, Kakak minta maaf" Adam memegang pipi Sela yang keluar air mata, namun Sela tetap tak mau menatap Adam.
"Sela Kakak minta maaf ya" Adam sangat berharap Sela memaafkannya.
Tapi Sela hanya diam dan menangis bayangan Adam menamparnya masih terasa sakit, sangat sakit. Sela rasanya tak ingin melihat Adam lagi.
"Kakak khilaf, Kakak tadi dapat kiriman fhoto dan itu membuat emosi Kakak mendidih hingga Kakak tidak bisa lagi menahannya, kamu tau kan bagaimana Kakak mencintai mu dan bagaimana cara Kakak memaksa mu menikah dengan Kakak, Kakak takut Sela Kakak takut kamu menghianati cinta Kakak" Adam menangis memegang tangan Sela dengan kencang.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...