
*********
Yasmin kini terlihat berbeda dari sebelumnya, bahkan hamil kali ini ia tak ingin Damar pergi meninggalkan nya lama-lama, dan akhirnya kemana Damar pergi Yasmin juga ikut, seperti hari ini Yasmin juga ikut ke kantor menemani Damar.
Damar tersenyum dari kursi kebesarannya melihat sang istri duduk di sofa yang sedang memakan jambu dengan taburan garam, Yasmin terlihat sangat menikmati makanannya tanpa perduli sudah berapa kali rekan bisnis Damar datang menemui suaminya, ia terap santai di sudut ruangan yang terpenting adalah setiap ia ingin melihat Damar selalu ada di pandangan matanya.
"Sayang" Damar bangun dari kursinya dan mendekati sang istri.
"Iya" Jawab Yasmin dengan mulut yang penuh dengan makanan.
Damar terkekeh melihat tingkah menggemaskan istrinya, Yasmin kini bukan lagi seperti seorang wanita yang sudah memiliki anak, tapi ia lebih seperti anak kecil yang hanya memikirkan makanan, hamil bayi kembar empat membuatnya selalu saja merasa lapar, bukan hanya siang namun malam juga begitu.
"Mas mau dong" Damar mengambil satu potongan jambu milik Yasmin, dan langsung memakannya.
"Mas apasih udah ya entar abis, Yasmin ini aja belum cukup" Yasmin memeluk piring berisi potongan jambu seolah ia melindungi jambu miliknya.
Damar menggaruk tengkuk yang tak terasa gatal, namun melihat tingkah Yasmin mendadak terasa gatal. Damar menoel-noel hidung Yasmin sebab terasa gemas di mata Damar.
"Ishh" Yasmin menepis tangan Damar karena kesal.
__ADS_1
"Apasih" Yasmin kembali melanjutkan ritual makannya.
"Mas mau pergi" Kata Damar pamit pada Yasmin.
"Mas!" Yasmin setengah berlari dengan cepat memegang lengan Damar.
"Ikut" Yasmin menatap Damar penuh harap.
"Mas cuman..." Ucapan Damar terpotong karena Yasmin dengan cepat menimpali.
"Ikut titik!"
"Ayo" Damar mengecup kening Yasmin dan melingkarkan tangan di pinggang Yasmin.
"Mas" Yasmin berhenti Damar juga ikut berhenti, Yasmin mendongkak menatap Damar penuh tanya.
"Mas kok ke toilet?" Tanya Yasmin.
"Ya kan Mas mules yang," Kata Damar santai.
__ADS_1
Yasmin malah melongo, dengan cepat telapak tangan Damar mengusap wajah Yasmin yang mumbuat sang istri kembali sadar dari keterkejutannya.
"Kenapa nggak bilang!" Kesal Yasmin.
"Sayang ku, tadi Mas udah mau bilang tapi sayangnya Mas kan tadi maksa" Damar menarik hidung Yasmin agar sang istri mengingatnya kembali.
"Tapi kan Mas harusnya tetap bilang kalau mau ke toilet" Yasmin lagi-lagi hanya bisa meluapkan kekesalannya pada Damar.
"Udah, kamu tunggu di sini, liatin Mas ya mau ngapain" Kata Damar.
Yasmin kembali melebarkan mata mendengar keinginan sang suam yang konyol.
"Enak aja, Mas pikir Yasmin apaan sampek Mas mau buang air Yasmin lihat, kan bau" Yasmin keluar dari kamar mandi dan memilih kembali duduk di sofa dan menghabiskan jambu yang tadi ia makan sampai habis.
Sementara Damar tertawa lepas melihat wajah kesal sang istri karena berhasil ia kerjai di siang hari ini, tidak lama kemudian Damar sudah keluar dari toilet ia berjalan menemui Yasmin.
"Sayang" Damar ikut duduk di samping Yasmin, Yasmin tidak menghiraukan Damar ia masih kesal dan kembali melanjutkan memakan jambunya.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...