
" ampun Tuan saya minta maaf." kata preman itu lagi.
" tuan kami tidak akan mengganggu nona itu lagi." kata laki-laki satunya yang sudah terkulai lemas di atas tanah.
" tidak ada ampun dalam kamus yang ada hanya hukuman." jawab Adam dengan mata yang tajam memerah berkabut emosi.
Sheila yang bersandar di mobil semakin gemetar dan ketakutan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya Sheila tidak tahu ternyata Adam sekejam itu ini benar-benar di luar dugaan Sheila Adam lirik Sheila ia melihat Sheila ketakutan, Adam mulai mematahkan tangan dan kaki preman itu lalu menendangnya Adam bangun dan pergi mendekati Sheila sebenarnya ada ingin menghabisi preman itu namun ia takut Sheila akan trauma bila melihat kekejaman nya itu.
" masuk." kata Adam mulai membuka pintu mobil untuk Sheila.
sella tidak menjawab ia hanya mengikuti apa perintah Adam Adam yang sudah duduk di kursi kemudi mulai mengabadikan namun ada merasa bingung karena sela adalah gadis yang sangat cerewet dan sekarang gadis itu mendadak menjadi pendiam ada memakirkan mobilnya di taman kota.
" ayo turun." kata Adam.
Sheila seperti robot ia hanya menurut saja, Adam dan Sheila mulai duduk di kursi taman itu hari mulai larut terlihat kota semakin sepi juga hanya lampu yang berkelap-kelip mengelilingi mereka.
" kenapa diam." kata Adam sambil menyandarkan tubuhnya di kursi tanpa melihat Sheila yang duduk disamping nya.
" ti.... tidak ada." jawab Sheila dengan gemetar.
Adam bangun dari duduknya lalu kembali ke mobil yang tidak jauh dari mereka Sheila menangis karena ia pikir Adam pergi meninggalkannya di taman itu tengah malam begini.
__ADS_1
" hiks hiks hiks hiks." terdengar suara tangisan Shela sampai menutup wajahnya.
" ini." terdengar suara berat itu di samping Sheila.
Sheila mulai melihat siapa yang berada di dekatnya ternyata Adam tidak meninggalkannya namun mengambil sebotol air mineral di dalam mobil.
" terima kasih." jawab Sheila dan mulai meneguk air mineral yang tadi diberikan oleh Adam.
" kenapa kamu menangis?." tanya ada yang kini duduk di samping Sheila.
" aku pikir kamu meninggalkan aku tengah malam begini di sini." jawab Sheila.
" enak saja sana pergi." ucap Sheila ketus, karena merasa jengkel dengan ucapan Adam.
" okey." ucap Adam lalu Adam berdiri.
" jangan." dengan refleks setelah memegang tangan Adam agar tidak meninggalkan nya.
" Adam." teriak Sheila
Adam tersenyum miring dan mulai melanjutkan ide gila yang dari tadi sudah ia susun.
__ADS_1
" kamu masih ingat dengan syarat ku tadi?." tanya Adam.
" iya syarat nya apa biar aku berikan?." kata sela dengan enteng tanpa tahu apa yang ada di otak Adam.
" kamu tidak boleh menolak karena kamu sudah berjanji." kata adam menatap sela dengan tajam.
" iya." teriak Sheila tepat di wajah Adam.
" kamu harus mau menikah denganku dan sekarang kita sebagai sepasang kekasih." kata Adam dengan enteng.
Sheila melebarkan mata nya dan menelan saliva nya dengan kasar.
" syarat macam apa itu." Ketus sela.
" kamu sudah berjanji menerima syarat dari ku atau kamu aku serahkan pada preman nanti di persimpangan jalan." kata Adam penunjuk jalan yang terkenal banyak preman yang sedang mabuk bila malam hari di tempat itu.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1