
Namun Langit tidak mengidahkan permohonan Zie. Dengan sengaja ia meremas sebelah bongkahan yang berada di belakang Zie, membuat Zie menjerit dan memukuli bahu Langit dengan spontan.
"Mas, jangan macam-macam!" pekik Zie menatap Langit dengan tatapan yang menusuk. Sementara Langit menyeringai puas karena berhasil membuat Zie kesal.
"Hanya satu macam" bisik Langit dengan nada yang terdengar begitu sensual di telinga Zie.
"Ini hukuman buat mu yang telah berani membuat aku khawatir" ucap Langit yang masih terus menatap Zie dengan tatapan, ah sulit di artikan
Langit mengarahkan kedua tangan nya menyentuh bongkahan kenyal yang begitu menguji kesabaran nya. Lalu dengan gerakan pelan namun pasti, Langit meremas bongkahan tersebut seakan akan ia sedang memainkan squishy.
Langit menelusup kan wajahnya ke ceruk leher Zie, sehingga ia dapat menghirup dengan puas aroma bunga lili yang di keluarkan oleh tubuh Zie. Sesekali ia menempelkan bibirnya ke kulit leher Zie dan mencecap nya dengan penuh nafsu.
Zie tidak dapat lagi menahan suara nya yang ingin keluar, namun itu gagal karena Langit terus menerus mencecap leher nya. Ia mendesah saat Langit meremas benda kenyal bagian belakang tubuh nya, dan di saat bersamaan Langit mencecap leher nya serta menggigit nya pelan.
"Aaahhh!!" suara Zie pun sukses keluar.
__ADS_1
"Mm-maass...." Zie mendesah dengan suara yang terdengar begitu seksi di telinga Langit, membuat libido dalam diri nya pun meningkat.
"Jangan salahkan aku Zie, kamu yang meminta ini" Langit menyeringai saat melihat wajah Zie yang sendu dan seperti meminta untuk di puaskan.
Langit mengangkat tubuh Zie dan melingkarkan kaki Zie pada pinggang nya, otomatis kedua tangan Zie melingkar di leher Langit dengan manja.
Lagi-lagi Langit tersenyum melihat respon Zie yang seperti nya setuju mereka melakukan hubungan suami istri yang sesungguh nya.
Langit berjalan keluar dari kamar mandi, menempelkan tubuh Zie pada pintu kamar mandi setelah ia tutup dengan kakinya. Seperti singa yang sedang lapar, ia mendapat kan buruan nya selama ini. Tentu saja ia tidak akan melepas nya dengan mudah.
Langit menyerbu bibir Zie penuh dengan nikmat. la terus menekan tubuh Zie yang berada pada pangkuan tangan nya itu ke dinding.
"Jangan menyesal Zie" bisik Langit di telinga Zie dengan suara yang begitu sensual. Lalu Bibir Langit menyusuri leher hingga ke dada bagian atas Zie.
Setelah cukup puas dengan posisi seperti cicak menempel di dinding. Langit membawa Zie menuju tempat tidur, merebahkan dengan pelan tubuh istri nya itu. Dengan cepat ia melepas semua pakaian yang masih melekat pada tubuh gagah nya.
__ADS_1
Zie yang mendapat pikiran nya kembali saat menyadari kini tubuh nya benar-benar polos karena dari kamar mandi tadi dia tidak mengenakan apa-apa, kini ia berusaha menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
Langit yang melihat itu saat ia melepas celana nya, dengan sigap langsung menarik selimut yang hampir menutupi tubuh polos istrinya.
"Kenapa di tutupi, malu? Hmm?" tanya Langit dengan bibir yang mengulas senyum serta tatapan nya yang tajam, yang lebih mengarah ke aset benda kenyal dan besar milik Zie.
Tatapan Langit seolah menggelap saat menatap pada kedua benda kenyal milik istri nya yang begitu menggoda dan meminta untuk segera di mainkan.
"Mas... aku belum siap" rengek Zie setelah kesadaran nya kembali penuh, ia mengiba pada Langit supaya suami nya itu melepasnya malam ini.
"Sudah terlambat Zie! Apa kamu tidak melihat dia?" tunjuk Langit pada benda kebanggaan nya.
"Dia sudah minta di jinakkan ke tempat yang semesti nya Zie, bantu aku untuk menjinakkan, kalau tidak aku bisa tidak pusing." ucap Langit yang mencoba merayu Zie agar mau menjadi suami istri yang seutuh nya.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....