ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
329


__ADS_3

"Em" Adam melangkah masuk tanpa di pinta oleh Lina, tapi Lina tak keberatan dengan cepat ia menutup pintu dan menyusul Adam yang terlebih dahulu berjalan di hadapannya.


"Kamu udah lama nggak ke sini" Lina tersenyum menatap Adam hatinya kini sangat berbunga-bunga.


"Kamu duduk ya, aku bikinin kopi" Lina langsung berlari menuju dapur ia sangat tidak sabar untuk duduk berdua bercerita seperti dulu dengan Adam, sesaat kemudian Lina kembali dengan secangkir kopi yang ia letakan di meja.


Adam diam ia hanya berdiri dan menatap kopi yang di suguhkan Lina dan kini terletak di meja, Adam tersenyum miring dengan rasa curiga jika kopi itu ada campuran yang lain. Entahlah Adam justru kini merasa sudah tidak percaya pada Lina, ia terlalu menghargai Lina atas apa yang sudah di lakukan Lina padanya. Namun tampaknya Lina salah menilai perhatian itu hingga menimbulkan kesalah pahaman.


"Adam duduk" Lina menarik lengan Adam agar ikut duduk bersebelahan dengannya, mungkin Lina berpikir Ardam akan ikut saja tapi justru respon Adam berbeda bahkan yang ada dengan cepat Adam menepis tangan Lina.


"Tidak usah berbasa-basi," Adam mendekati Lina dan mencengkram dagu Lina, tidak lupa Adam sebelah tangannya mengambil kopi tersebut dan menyiramkan kopi panas itu pada bagian tangan Lina.

__ADS_1


"Adam panas, apa yang kamu lakukan?" Teriak Lina dengan ketakutan.


"Aku hanya ingin memberi hukuman pada tangan mu ini yang hampir melenyapkan istri ku, dan karena ulah mu aku kehilangan anak ku, kau pem-bu-nuh!" Jelas Adam dengan menekankan kata pembunuh, Lina tak pernah melihat Adam semengerikan saat ini namun ia pun tak akan mau mengakui hal yang di tuduhkan padanya tanpa ada bukti.


"Maksud mu apa, hiks hiks hiks" Lina berpura-pura menangis seolah ia adalah gadis lugu dan polos tanpa dosa. Seperti yang selama ini selalu di tunjukannya pada Adam.


"Kau masih bertanya" Adam melepas cengkramannya dan menjauh, rasanya Adam ingin menghabisi wanita di hadapannya itu namun tak pernah ada sejarahnya tangan Adam yang langsung menyakiti wanita. Tapi kali ini Lina sudah memancing jiwa iblis Adam kembali.


"Panas Adam, tolong apa yang kamu lakukan bahkan aku tidak mengerti apa kesalahan ku dan kau menyebut anak? Apa aku tidak mengerti" Tidak ada nada kasar yang ada hanya nada yang lembut saja berharap Adam luluh padanya.


"Adam....tangan ku panas, tolong aku" Lina menangis mengharap Adam iba padanya.

__ADS_1


PLAK.


Adam bukan merasa iba tapi malah jijik berlama-lama melihat tingkah Lina, Adam hanya ingin Lina mengaku sebelum ia kehilangan kesabaran yang sudah sangat ia tahan.


"Adam!" Lina berdiri di hadapan Adam dengan tangannya yang memegang pipi bekas tamparan Adam.


"Kenapa kau malah kasar pada ku!" Lina tidak terima dengan perlakuan Adam.


"Kau sudah membuat aku ke hilangan anak ku! Kau juga yang waktu itu mengirim fhoto istri ku di tolong oleh seorang lelaki, lalu yang paling kejam kau hampir membunuh istri ku!" Tegas Adam.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2