ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
111


__ADS_3

" Huek huek huek." Yasmin terus menerus memuntahkan isi perut nya, mama Sinta Melihat wajah Yasmin yang sangat pucat.


" Yasmin,." Kata mama Sinta, mama Sinta mulai mendekati Yasmin dan memijat pindah Yasmin.


" Mama di sini?." Tanya Yasmin, karena ia memang tidak menyangka ternyata mama mertua nya datang untuk menjenguk nya.


" Iya sayang, mama khawatir sama kamu, mama tadi ke rumah kamu, tapi mbok yang bekerja di sana tadi bilang kamu di rumah sakit, jadi mama langsung ke sini saja." Kata mama Sinta.


"Yasmin mulai berjalan keluar dan nama Shinta mulai memakai Yasmin lalu mama Sinta membantu Yasmin untuk duduk diatas tempat tidurnya Yasmin sangat terharu melihat mertuanya yang begitu memperhatikannya Yasmin pernah berfikir kalau mertuanya yang tidak akan mungkin menyukainya bila ia tahu Yasmin pernah bekerja di klub malam, bahkan Yasmin dulu menjual diri pada Damar namun ternyata pikirannya itu salah justru mama Sinta begitu memperdulikan dirinya.


" Kamu masih pusing?." Tanya mama Sinta.


" Sedikit ma." Jawab Yasmin.


" Kamu pasti belum makan." Tanya mama Sinta karena mama Sinta melihat bubur yang terletak di atas meja masih utuh.


" Belum ma." Jawab Yasmin


" Ayo makan mama suapin ya." Kata mama Sinta

__ADS_1


" Yasmin makan sendiri saja ma." Kata Yasmin yang merasa tidak enak hati bila mertua nya yang harus menyuapi nya.


" Tidak, ayo buka mulut nya." Kata mama Sinta.


Yasmin mulai membuka mulut nya, karena mama Sinta terus memaksanya. Ia merasa tidak enak bila menolak karena mama Sinta tidak mau di tolak.


Sedikit demi sedikit mama Sinta terus menyuapi Yasmin sampai bubur di tangan mama Sinta sudah setengah habis.


" Ma sudah." Kata Yasmin.


" Sedikit lagi ya." Kata mama Sinta " Ma Yasmin mual dan kalau di paksa makan lagi Yasmin takut nya malah muntahin yang sudah Yasmin makan tadi." Kata mama Sinta.


" Terima kasih ma." Ucap Yasmin.


" Sama sama " kata mama Sinta


" Ma Yasmin kangen sama mendiang mama Yasmin, Yasmin boleh peluk mama Sinta saja?." Tanya Yasmin.


" Boleh dong." Kata Mama Sinta dengan senyum tulus nya di bibir nya, Mama Sinta mulai menarik Yasmin ke dalam pelukan nya, Yasmin juga memeluk mama Sinta dengan sangat erat karena rasa rindu pada ibu kandungnya sedikit terobati dengan pelukan yang mama Sinta berikan.

__ADS_1


" Hiks hiks hiks." Yasmin tidak mampu lagi menahan tangisan nya.


" Kamu menangis Yas?." Tanya mama Sinta, tanpa mama Sinta melepas pelukannya pada Yasmin.


" Ma." Kita Yasmin.


" Iya sayang, kenapa?." Tanya mama Sinta, ia sambil membelai rambut Yasmin, saat Yasmin masih memeluk nya.


" Ma apa Yasmin terlalu egois bila Yasmin menginginkan mas Damar tetap bersama Yasmin dan mas Damar harus menceraikan Celin?." Tanya Yasmin dengan sesenggukan.


" Sayang mama mengerti dengan perasaan kamu dan mama juga tahu seperti apa sekarang posisi kamu kamu sedang mengandung dan kamulah di sini yang menjadi orang ketiga namun Mama tidak bisa apa-apa mama hanya berharap yang terbaik untuk kalian." kata mama Sinta yang terus memeluk Yasmin dengan erat.


" Apa Yasmin terlalu egois mah kalau mas damar bersama Yasmin itu artinya Yasmin bahagia diatas penderitaan orang lain." kata Yasmin.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2