
"Ayah.....eskim," Zie menunjuk pedagang eskrim yang tengah di serbu banyak anak-anak.
"Zie mau eskrim?" Damar sangat merasa malas bila harus bergabung mengantri dengan pembeli yang lain, tapi demi Zie Damar rasa tidak masalah.
"Ayah eskim...." kata Zie lagi.
"Okey, Zie tunggu di sini ya sama Bunda, Ayah kesana dulu beli eskrim" tutur Damar membuat Zie tersenyum lebar.
Setelah Damar pergi Zie bermain dengan Yasmin, namun tiba-tiba bola yang di main kan Zie terlempar pada seorang wanita cantik berkerudung panjang.
"Bunda" Zie tidak berani mengambil bolanya hingga ia menemani sang Bunda ikut mengambil, namun Yasmin tak bisa menunduk.
"Kita tunggu Ayah ya Nak, Bunda susah jongkok" Yasmin berusaha memberi pengertian pada sang anak.
"Ayo...." Zie tampaknya memiliki sifat keras kepala seperti Damar hingga ia tak mau mengalah.
"Zie, anak baik kan? Kalau anak baik itu nurut sama Bundanya" kata Yasmin lagi.
__ADS_1
"Ini bola kamu" bola milik Zie sudah di tangan seorang wanita dan mengantarnya pada Zie, dengan hati yang bahagia Zie menerima namun mata Yasmin mengenali siapa orang tersebut.
"Yasmin kan?" tanya Celine, ya orang berkerudung panjang itu adalah Celine.
"Mbak Celine" Yasmin berdiri dan menatap penampilan Celine yang jauh sangat berubah.
"Saya minta maaf ya Yasmin dulu banyak salah sama kamu" kata Celine tersenyum lembut pada Yasmin.
Yasmin sejenak diam, Celine sangat berubah tak ada nada kasar atau pun kata hinaan yang kini keluar dari bibir wanita itu. Yang ada hanya peri manis nan lembah lembut hingga Yasmin pun merasa malu.
"Kamu tidak perlu minta maaf, sebelum kamu datang pun rumah tangga saya memang sudah berantakan" Celine mengatakan sebenarnya agar Yasmin tau, lagi pula dulu Celine sudah tau juga jika Damar memaksa Yasmin menikah dengannya.
"Saya sekali lagi minta maaf Mbak, saya sangat merasa bersalah" tutur Yasmin lagi dengan suara yang bergetar.
"Sudah, saya pun sudah ikhlas" Celine memeluk Yasmin begitu juga dengan Yasmin.
"Makasih Mbak"
__ADS_1
"Ini anak kamu Yasmin" Mata Celine menatap Zie yang duduk di kursi sambil memeluk bola berwana kuning miliknya, karena Zie takut bola miliknya kembali terlempar jauh jadi ia memeluknya saja.
"Iya Mbak, nama nya Zie" jawab Yasmin yang juga menatap Zie.
"Wah, Zie cantik sekali" Celine menunduk dan menciumi pipi gembul Zie.
"Wajahnya mirip banget sama Damar" Celine bisa menyimpulkan jika Yasmin masih bertahan dengan Damar bahkan mereka memiliki anak yang cantik sekali, Celine tau kesalahan nya adalah berselingkuh dan ia menolak dulu untuk mengandung karena takut tubuh nya tidak cantik lagi.
Celine juga ingat dulu ia sangat menentang keras Damar yang selalu meminta anak, dan sekarang Celine yakin Damar sangat bahagia sebab Yasmin memberikan apa yang di inginkan Damar. Mata Celine juga menatap perut Yasmin yang sangat besar, Celine tersenyum sambil meneteskan air mata.
Bukan ia bersedih tapi ada rasa haru di hati nya, ternyata pilihan Damar memilih Yasmin adalah keputusan sangat tepat.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1