
"Besok itu pun kalau mama izinkan" kata mama Sinta lalu menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Tok tok tok!.
"Ma" teriak Damar sambil menggedor pintu yang sudah dikunci mama Sinta dari dalam.
"Rubah sifat egois mu dan hargai istrimu bila kamu ingin Yasmin tetap bersamamu!" Kata mama Sinta sambil berteriak agar Damar yang di luar dapat mendengarnya.
"Mama Damar janji Damar akan berubah dan Damar tidak akan kasar lagi sama Yasmin!!" Teriak Damar.
"Bagus" jawab mama Sinta yang masih berteriak di dalam kamar.
"Buka pintunya Ma" kata Damar.
"Tidak untuk malam ini, agar kamu tahu bagaimana rasanya tanpa Yasmin satu malam saja" jawab mama Sinta.
"Ma Damar mohon Ma, maafin Damar. Damar nggak bisa kalau tidak ada Yasmin" kata Damar.
"Itu deritamu" jawab mama Sinta yang kemudian mulai menaiki ranjang.
"Yasmin ayo naik sini" kata mama Sinta sambil menempuh keranjang kosong di sebelahnya.
__ADS_1
"Tapi mas Damar Ma" kata Yasmin yang merasa kasihan melihat Damar yang terus menggedor pintu sambil memohon pada mama Sinta agar ia bisa membawa Yasmin.
"Biar dia tahu rasa dan tidak lagi mengulangi kesalahannya" kata mama Sinta.
"Ma Yasmin telepon adik Yasmin dulu ya Ma" kata Yasmin.
"Iya jangan besok weekend suruh saja dokter kandungan kamu itu kemari dan juga bawa saja keduanya, lagian mama senang kalau rumah ini ramai" kata mama Sinta.
"Iya Ma" jawab Yasmin.
Dan ia mulai mengambil ponselnya untuk menghubungi Gita untuk mengatakan ia tidak pulang dan besok Yasmin memintanya untuk datang ke rumah Shinta, Gita pun mengiyakan permintaan majikannya.
Huek huek huek
Yasmin terus memuntahkan isi perutnya, semenjak iya hamil ia memang sering kali mual di pagi hari atau morning sickness hal itu memang terbilang wajar terjadi pada usia kehamilan yang terbilang masih muda namun Yasmin merasa tubuhnya begitu lemas ditambah keringat dingin yang mulai membasahi tubuhnya.
"Yasmin" kata mama Sinta.
Sinta yang tadinya masih terlelap di bawah selimut mulai terbangun saat mendengar suara Yasmin dari arah kamar mandi. mama Sinta bangun dan berjalan dengan cepat ke kamar mandi dengan rasa khawatir yang tidak bisa ia sembunyikan.
__ADS_1
"Maa.." panggil Yasmin
Huek huek huek
Yasmin tidak bisa melanjutkan ucapannya karena rasa mual yang ia rasakan tidak bisa lagi ya tahan.
"Yasmin, sabar ya nak" kata mama Sinta.
Mama Sinta mengambil minyak angin dan mulai mengoles di kepala dan dada Yasmin, lalu ia mulai memijat tengkuk Yasmin pelan-pelan agar Yasmin lebih baik dan benar yang setelah ia lakukan membuat Yasmin lebih baik.
"Terima kasih Ma" Kata Yasmin.
"Sudah ayo kembali ke ranjang dan kamu istirahat wajahmu pucat sekali". Kata mama Sinta.
Mama Shinta mulai memapah Yasmin berjalan keluar dari kamar mandi dan kini Yasmin mulai mendudukan dirinya di ranjang dengan bersandar dan mama Sinta menaruh bantal di belakang Yasmin Yasmin lebih nyaman.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...