ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
202


__ADS_3

"Mas kita makan jajanan pinggir jalan aja ya" kata Yasmin menyampaikan keinginannya. Damar tersenyum lembut, tangannya menarik gemes pipi Yasmin yang terlihat chubby. Dan yang membuat Damar tergila-gila perut buncit Yasmin yang sudah memasuki bulan ke 9 itu terlihat begitu sexy. Rambut Yasmin yakini sampai sebahu dan itu karena permintaan Damar, gambar sangat senang karena Yasmin menuruti setiap kemauannya.


"Iya sayang" ujar Damar mulai mengelus perut kekasih halalnya.


"Sabar ya anak ayah" kata Damar seolah ia berbicara pada bayinya.


"Iya ayah". Jawab Yasmin menirukan suara anak kecil.


Damar kembali menyalakan mesin mobilnya dan mencari tempat sesuai dengan keinginan Yasmin. Tiba-tiba mata Yasmin melebar saat melihat penjual rujak yang sedang mendorong gerobaknya.


"Mas" Yasmin menepuk lengan bagian atas Damar, lalu Damar pun menoleh pada Yasmin. Yasmin menunjuk gerobak rujak yang sedang di dorong sang penjual. Damar meminggirkan mobilnya, ia mengerti istrinya sedang ingin makan rujak itu.


"Ayo turun sayang" Damar membuka pintu untuk Yasmin, Yasmin turun dengan menunjukkan rentetan dua baris gigi rapinya itu.


"Mas rujaknya satu" minta Damar pada sang penjual rujak, Damar memang tidak menyukai rujak ia hanya menemani Yasmin saja.


"Mas nggak?" Tanya Yasmin.

__ADS_1


"Mas nanti makan kamu aja di rumah yang" bisik Damar ditelinga Yasmin yang membuat Yasmin merasa malu.


"Mas ih mesum" balas Yasmin berbisik di telinga Damar agar tidak ada yang mendengar.


"Persiapan yang. Buat nanti kamu abis ngelahirin anak mas, kan mas puasa cukup lama abis itu yang" bisik Damar kembali pada telinga Yasmin.


Sambil memasukkan rujak ke dalam mulutnya. Yasmin menggelengkan kepala, yang tidak habis pikir dengan suaminya yang otaknya hanya di bawah ************ itu.


"Mas habis ini kita makan pecel ya" pinta Yasmin.


"Sayangku cintaku apa aja buat kamu, tapi satu-satu ya habisin rujaknya dulu" Damar memang sudah terbiasa dengan kebiasaan Yasmin yang selalu meminta makanan yang lain padahal makanan di hadapannya masih belum ia habis kan.


"Mas jorok" kata Yasmin sambil melebarkan matanya melihat apa yang barusan Damar lakukan.


Damar menatap Yasmin dengan menaik turunkan kedua alisnya.


"Yang lebih jorok dari ini juga mas minum yang" ucap Damar tanpa peduli orang disekitarnya.

__ADS_1


"Isss apa sih" Yasmin menyenggol lengan Damar karena jawaban konyol Damar yang mampu membuatnya merasa malu, padahal orang belum tentu juga mendengar.


Tak terasa terang mulai hilang, berganti dengan gelapnya malam dan cahaya sinar rembulan. Yasmin dan Damar kini dalam perjalanan pulang, karena sudah seharian keduanya jalan-jalan. Damar kini mulai menepi sesaat dari dunia dan pekerjaannya sampai Yasmin melahirkan anak mereka dalam beberapa hari lagi, iya hanya bekerja jika memang ada hal yang sangat penting saja selebihnya Arman yang mengerjakan semuanya. Arman juga terkadang merasa jenuh dengan bekerja dan selalu bekerja apalagi saat ini semua pekerjaan diserahkan padanya namun Arman memaklumi dengan keadaan Damar yang memang harus selalu siaga di samping Yasmin.


Di perjalanan pulang Yasmin melirik ada pasar malam, Yasmin tersenyum dan kembali meminta pada Damar untuk membeli boneka dari dalam sana. Damar mengangkut tidak ada penolakan untuk istrinya asal Damar masih sanggup memberikannya. Dengan saling menggenggam, keduanya berjalan ditengah banyaknya kerumunan orang walaupun perut Yasmin sudah besar dan Yasmin merasa sedikit susah berjalan. Namun itu tidak menjadi halangan untuk Yasmin melanjutkan keinginannya jalan kaki dan mencari boneka yang ia inginkan. Damar tidak banyak membantah ia hanya menurut saja asal permintaan Yasmin masih batas normal.


"Yang itu penjual boneka" Damar menunjuk banyak boneka yang tersusun rapi di sebuah toko.


"Ayo mas" Yasmin menarik lengan damar dan di tengah dempetan orang, dengan tidak sengaja seorang pria yang mungkin berusia 23 tahun menyenggol lengan Yasmin.


"Auw" ringis Yasmin sambil mengelus lengannya yang terasa sedikit sakit.


"Maaf mbak" pria itu menyatukan tangannya merasa bersalah, lalu pandangan Yasmin dan pria itu saling bertemu. Pria itu memandang tubuh Yasmin yang berisi dan perut membuncit, Yasmin juga memandang pria bertubuh kekar dan tinggi itu. Sejenak pandangan keduanya bertemu namun Damar kembali menyadarkan kedua orang itu.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2