
Sindy merasa sedikit heran dengan sikap Zie, dan ia tidak tau apa yang membuat Zie berubah kesal. Memang selama ini Zie bercerita pada nya kalau dia menjadi pengantin pengganti untuk saudara nya, namun Zie tidak pernah memberitahu Sindy siapa suami nya tersebut. Dan Sindy menghargai Zie dengan cara tidak terlalu mengorek lebih dalam persoalan pribadi Zie.
"Semula nya kita memang dua manusia yang tak kenal dan kita juga bersatu dengan cara yang tak wajar. Meski hidup bersama cukup lama, nyata nya tidak bisa menghadirkan rasa cinta yang tulus pada diri masing-masing. Kita hanya dua orang dewasa yang saling membutuh kan satu sama lain. Lebih baik kau jujur pada ku, dari pada harus menusuk ku dari belakang seperti ini. Dan mungkin ini jalan yang terbaik untuk kita mas" Monolog Zie.
Zie mengambil seribu langkah, lalu meninggalkan Sindy sendirian di cafe itu. Ia tidak bisa berfikir secara jernih sekarang, dan yang ada dalam benak nya hanya lah ia harus segera pergi untuk memenang kan pikiran nya.
Dalam kasus nya ini, Zie tidak bisa menyalah kan seseorang. Ia hanya merasa kecewa pada Langit yang telah menghancur kan ke percayaan nya selama ini. Padahal Zie telah menerima pernikahan ini secara ikhlas dan Zie juga sudah sangat mencintai Langit.
Zie membuka pintu rumah lalu masuk dengan langkah yang tergesa-gesa. Ia berjalan menuju menuju kamar mereka, mengemasi barang yang terpenting bagi dirinya dan juga meninggal kan semua baju milik nya. Tidak lupa pula Zie melepas cincin pernikahan mereka dan sebelum ia meletakkan nya di atas meja, ia mengecup nya terlebih dahulu sebagai tanda perpisahan.
"Inilah yang terbaik untuk kita, dan aku tidak menyesali semua yang aku serah kan pada mu mas" Ucap Zie memandang foto pernikahan mereka yang terpajang indah di atas tempat tidur mereka.
__ADS_1
Zie menuruni tangga dengan membawa koper yang berukuran kecil karena hanya membawa barang-barang yang menurut Zie penting saja.
"Loh sayang, kamu mau kemana nak" tanya bunda Yasmin.
"Ee itu Bun.. mau ke rumah temen kuliah Zie, soal nya mau ada acara kuliah buat besok Bun jadi Zie kesana sekalian nginep sana he he.." bohong Zie karena ia tidak mau bunda nya khawatir, namun jika di rumah ia akan mengingat Langit secara terus menerus dan membuat nya semakin stres nanti nya.
"Tapi kamu di anter supir ya sayang, bunda nggak mau kamu berangkat sendirian" ucap bunda Yasmin, dan Zie pun hanya bisa menurut pada bunda nya dari pada nanti bunda nya akan curiga pada nya.
"Kalau ada apa-apa langsung hubungin bunda ya sayang" ucap bunda Yasmin dan Zie pun hanya menganggukkan kepala seraya masuk ke dalam mobil.
Zie mencoba untuk tegar, dan tujuan utama nya adalah ke rumah teman nya dulu, semoga di sana ia bisa berfikir jernih, lalu bisa mengambil langkah apa yang akan ia ambil nanti.
__ADS_1
Beberapa saat, Zie sudah sampai di rumah teman nya, zie keluar dari mobil nya, dan meminta sopir untuk menunggu nya, nanti akan di kabari lagi.
Tok tok tok.
Ceklek pintuk terbuka.
" Eh non zie, apa kabar non?." Tanya bibi.
" baik baik, bi Sindi ada?." Tanya Zie.
" ada non, biasa non Sindi ada di kamar nya, non Zie masuk saja ya." Jawab Bibi.
__ADS_1
" Oya bin, terima kasih ya." Ucap zie dengan tersenyum, sedangkan bibi membalas dengan anggukan kepala nya.
Sabar ya kak, saya kasih dikit dikit masalah agar cerita ini berwarna, kalau bahagia terus atau sedih terus kan tidak enak, kurang gimana gitu, seperti hidup kita harus selalu berwarna ok kak, terima kasih, jangan lupa untuk like, vote ya 🙏🙏🙏🙏