ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
182


__ADS_3

sementara damar mulai menelan saliva nya dengan susah payah karena ia tahu kalau papanya juga ikut membantu keinginan mama nya sudah pasti ia kalah papa Hardy adalah salah satu mafia dan damar tahu papa Hardy sekejam apa dan kali ini ia benar-benar merasa takut dengan ancaman mama Sinta mengenai Yasmin.


" iya mah damar janji." ucap damar.


" bagus!!!." jawab Mama Sinta.


" damar masuk dulu ya ma." kata damar dengan lembut berharap mama Sinta tidak lagi menghalangi nya.


" ya sana." bentak mama Sinta.


damar mulai berjalan masuk ke dalam kamar dan ia hanya tinggal sendiri mama Sinta mulai memasuki kamar tamu karena papa Hardy sedang tidur di sana.


" sayang." kata damar.


damar mulai menaiki atas tempat tidur dan melihat mata Yasmin yang bengkak juga pipinya terlihat masih ada jejak air mata damar tersenyum dan ia menghapus jejak air mata itu dan memeluk Yasmin sesekali ia mencium kening Yasmin.


" mas." kata Yasmin dengan suara pelan namun masih bisa didengar oleh damar.


" iya sayang." jawab damar sambil terus memeluk tubuh Yasmine dengan mesra.


" mas Yasmin kangen." kata Yasmin dengan manja.


" mas juga kangen tapi dari tadi ada bidadari tuan Hardi yang sangat cerewet itu." kata damar.


Yasmin menjauh dari damar dan ia menatap wajah suami nya, ia merasa aneh dengan ucapan damar dengan cepat Yasmin mencubit perut damar.

__ADS_1


" sakit sayang." kata damar sambil mengelus bekas cubitan Yasmin berpura-pura seolah cubitan itu sangat sakit.


" makanya jangan ngomong gitu." kata Yasmin dengan bangganya karena sudah membuat damar kesakitan.


" sayang." kata damar menaik turunkan kedua alis mata nya.


" nggak." jawab Yasmin karena Yasmin mengerti dengan apa yang dimaksud oleh damar.


" ayo lah sayang." kata damar yang terus merayu.


" mas Yasmin lagi sakit mas gak kasihan sama istri mas ini?." tanya Yasmin dengan wajah memelas nya.


" ya sudah enggak usah sedih gitu." kata damar.


damar menarik Yasmin ke dalam pelukannya dan damar memeluk Yasmin Yasmin memainkan tangannya didada damar sementara damar sudah mulai menutup matanya karena malam semakin larut.


" emmm." jawab damar masih menutup matanya.


" mas bikin nasi goreng yuk." kata Yasmin.


" nasi goreng?." tanya damar yang mulai membuka matanya.


" Yasmin lapar mas terus pengen nasi goreng." jawab Yasmin.


" ya sudah ayo bangun dan kita bangunkan mbok Iyem." kata damar yang kini sudah duduk di atas tempat tidur juga dengan Yasmin.

__ADS_1


" mas Yasmin maunya mas yang bikin nasi gorengnya." kata Yasmin.


" tapi mas enggak bisa masak sayang." jawab damar.


" ayolah mas Yasmin maunya mas yang bikin, kan bisa lihat di youtube." kata Yasmin.


" ya sudah ayo tapi mas nggak jamin dengan rasa nya." kata damar mengatakan kekhawatiran nya.


" iya." jawab Yasmin.


" yuk." ajak damar.


" mas tunggu." Yasmin menahan langkah damar.


" ada apa lagi sayang?." ucap damar.


" mas masak sambil pakai daster ya." kata Yasmin.


" sayang kamu jangan bercanda apa iya mas pakai daster." ucap damar dengan kesal.


" ayolah mas hanya kita berdua kan nggak ada yang lihat dan mas pakai dasternya apa sedang masak saja." kata Yasmin mulai memasang wajah sedih nya.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2