
"Iya, kalau kau tidak memberitahuku aku tidak akan tahu" tutur Adam dengan nada yang lembut, Iya tidak ingin khilaf karena termakan emosi.
"Lalu bisakah kau jelaskan padaku siapa itu Lina, wanita yang selalu membuatmu pergi tanpa tahu siang maupun malam!" Tanya Sela lagi.
"Lina hanya sahabatku" jawab Adam lagi.
"Bisakah kau jelaskan lebih detail Adam?"
"Apa maksudmu?" Tanya Adam dengan berapi-api sebab Sela berbicara sesuka hatinya dan tidak menghormatinya.
"Maksudku, aku beberapa kali melihat dia datang menemuimu ke kantor dan beberapa kali pula aku melihat kau memeluknya bahkan sehari sebelum kau menikahi aku. Sekarang jelaskan!"
"Baiklah aku akan menjelaskan semuanya" jawab Adam.
"Ya ayo aku ingin dengar!"
__ADS_1
"Lina sahabatku sejak kami masih duduk di bangku SMA, dulu aku memang pernah jatuh hati padanya tapi itu dulu sewaktu SMA dan akhirnya kami berpisah setelah aku ikut bersama damar dan Edo kuliah di Amerika. Setelah aku kembali lagi ke tanah air tanpa sengaja kami bertemu kembali hingga suatu insiden menyebabkan aku hampir kecelakaan, tapi Lina menolongku dan saat itu aku lolos dari maut namun malah Lina yang menjadi korbannya hingga mengakibatkan kepalanya terbentur batu hingga kini dia mengalami gegar otak sedangkan aku sudah berjanji akan selalu menemaninya sampai dia sembuh. Aku ingin kau mengerti akan hal itu" kata Adam dengan tegas.
"Kalau kau sudah berjanji selalu ada untuknya kenapa kau tidak menikahinya dan kenapa kau malah memilih menikahiku?" Tanya Sela kesal merasa dipermainkan.
"Karena aku mencintaimu bukan mencintainya!"
"Kalau begitu kau harus memilih aku atau dia?" Tanya Sela dengan perasaan sakit hati.
"Cukup! Aku tidak bisa melepasmu tapi aku juga tidak bisa pergi meninggalkannya begitu saja. Sela aku mohon mengertilah hanya sampai dia dinyatakan sembuh agar aku tidak merasa berdosa" tutur Adam dengan tangannya memegang tangan Sela.
"Sampai kapan? Kapan dia sembuh? Sampai kapan kau lebih memikirkannya daripada aku?" Teriak Sela.
"Kau bilang aku lebay Adam?" Sela menitihkan air mata yang sedari tadi ia tahan.
"Baiklah kau bebas mau pergi dan pulang sesukamu, silahkan. Tapi berikan aku juga kebebasan untuk pulang dan pergi sesuka ku" pinta Sela dengan menghapus kasar air matanya.
__ADS_1
"Jangan samakan posisimu seperti aku, aku memiliki hak untuk bertanggung jawab pada Lina dia sakit seperti ini karena aku" tegas Adam.
"Lalu apa kau tahu hak dan kewajibanmu sebagai seorang suami terhadap istri mu! Kau tidak pernah ada untukku Adam!"
Sela pergi ke dalam kamar tidak berselang lama Sela keluar dengan balutan dress seksi dan high heels hingga menampakkan kaki mulusnya, Adam melihat kesal Sela hendak memegang gagang pintu tapi dengan cepat Adam memegang lengan Sela.
"Kau mau ke mana, tengah malam begini dengan pakaian seperti itu?" Adam bahkan dapat terlihat setengah gundukan Sela menyembul.
"Bukan urusanmu!" Sela menghempas tangan Adam lalu pergi dengan cepat dari hadapan Adam ia tidak ingin Adam mengejarnya.
Sela pergi dengan perasaan sakit dan kesal ia bahkan dengan sengaja meninggalkan ponselnya agar Adam tidak bisa melacak keberadaan nya.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...
.......