
"Bunda di bantu ART aja ya, Sela sebentar lagi kalau belum siap Sela bantu lagi" pamit Sela yang mulai berjalan setengah berlari karena Adam sudah berjalan jauh darinya, bunda Lesti hanya geleng-geleng melihat pasangan muda di hadapannya.
Kini keduanya sudah masuk kamar, Adam dengan cepat mengunci pintu tanpa bertanya apa-apa lagi.
"Mmnfp" Sela saja terkejut ketika bibirnya sudah di lahap habis oleh sang suami tercintanya, padahal ia ingin mengomeli sang suami yang sudah mengganggunya membuat kue bersama sang Bunda.
"Sayang, tadi Kakak suruh istirahat tapi kenapa kamu di dapur" tutur Adam dengan suara yang berkabut gairah.
"Ssstt" Sela ingin menjawab pertanyaan Adam, namun tidak bisa sebab Adam meremas dan menghisap miliknya, sudah lama Sela tak pernah merasakan itu dan saat kini Adam memberikannya nafkah batin rasanya Sela seperti seorang janda yang sudah lama tak pernah di beri sentuhan manja.
"Ah......." satu rintihan lolos tak kala Adam menghisap milik Sela, Sela hanya bisa meremas rambut Adam dan menekan semakin dalam untuk mengobrak abrik pabrik miliknya. Entah sejak kapan pakaiannya terlepas dari badan yang jelas kini keduanya sama-sama polos.
"Ah....ah....ah...." tanggan Sela hanya bisa mencengkram seprei dengan erat, merasakan kayu keras itu menusuk tubuhnya. Rasanya tak bisa di ucapkan dengan kata karena semua hanya bisa di rasakan dengan rasa yang sangat luar biasa.
__ADS_1
Di rumah baru mereka ini adalah pertama kalinya terjadi, ruangan itu menjadi saksi suara rintihan yang saling bersahut-sahutan. Siang hari tak jadi penghalang untuk mencari kenikmatan surga dunia yang begitu penuh mendamba. Keringat yang mengalir di seluruh tubuh keduanya menjadi bukti nyata jika semua terasa melelahkan, namun lelahnya terbayar sesaat setelah puncak kenikmatan itu tiba.
"Kak" Sela terkulai lemas memeluk Adam yamg kini berada di sampingnya.
"Makasih sayang"
"Kak Sela haus pengen minum" Sela sangat lelah dan ia butuh minum, Adam bangun dan memberikan air yang ada di atas nakas pada Sela. Sela mendeguk habis air itu rasanya sangat menyegarkan tenggorokan, setelah itu ia kembali berbaring dan Adam menyelimuti sang istri.
"Capek?" Adam terkekeh sambil menyisir rambut sang istri dengan jari-jarinya.
********
Kini Yasmin sudah berada di rumah sakit bersama dengan Damar, mami Ratih dan juga mama Sinta. Yasmin mencoba tersenyum walau pun ada rasa takut yang masih bersarang dihatinya dengan sangat dalam.
__ADS_1
"Sayang jangan takut, ada Mas" Damar beberapa kali mencium tangan Yasmin yang sudah terpasang selang infus.
"Yasmin nggak takut Mas" jawab Yasmin dengan senyum di buat sebahagia mungkin.
"Yasmin kamu nggak boleh takut Mama sama Mami di sini selalu ada buat doa in kamu" tutur mama Sinta yang di angguki oleh mami Ratih.
"Assalamualaikuk Kak Yasmin..." Ghaffar dan Ghani baru saja sampai keduanya datang dengan membawa bungga mawar merah kesukaan sang Kakak.
"Walaikumsalam" jawab mama Sinta dan mami Ratih, sementara Yasmin hanya tersenyum meliahat dua adik kembarnya yang baru saja sampai, sebab keduanya harus masuk sekolah dan sore harinya seusai pulang sekolah mereka berganti pakaian dan langsung ke rumah sakit.
"Kalian udah pulang sekolah?" tanya Yasmin.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...