
Langit tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, dengan cepat ia memasukkan lidahnya mengabsen semua yang ada di dalam mulut Zie. Zie mulai melenguh membuat libido Langit semakin meningkat.
Langit semakin memperdalam pagutan mereka, tangannya pun juga ikut melaksanakan tugasnya. la remas buah sintal milik Zie yang pas di telapak tangannya, membuat Zie kembali mengeluarkan suara seksinya.
Saat tangan Langit mencoba menyusup di balik baju yang di kenakan Zie, Zie berteriak lalu mendorong tubuh Langit dengan tenaga penuh hingga Langit jatuh ke belakang.
"Massss!! Kompor ku masih nyalaaa ...!"
Hahaha kira-kira kek apa ya perasaan Langit? pas berada di puncak eh tiba-tiba langsung di dorong ke dasar jurang. 🤣
Zie langsung berlari keluar dari kamar Langit meski ia bertekad akan menjalani pernikahan ini dengan ikhlas, namun ia belum siap bila Langit meminta hak nya sebagai suami dan itu merupakan kewajiban Zie untuk melayaninya.
*********
Mereka menikmati sarapan mereka dengan nikmat, hal yang tidak pernah Langit lakukan dari dulu kecuali bila ia berada di kediaman Bagaskara. Ia tidak pernah sarapan atau berlama-lama berada di dalam apartemennya.
__ADS_1
"Mas, aku berangkat dulu ya" Zie membuka pintu kamar Langit dan melangkah kearah Langit berada.
Setelah sarapan tadi mereka masuk ke dalam kamar masing-masing untuk bersiap-siap. Saat Zie masuk ke dalam kamar Langit, Langit sedang berdiri di depan cermin dan di tangannya ada dasi dengan warna yang senada dengan jas yang ia kenakan.
"Mau kemana?" tanya Langit.
Langit mengernyitkan dahinya saat melihat penampilan Zie yang sangat menarik. Dengan menggunakan setelan yang memperlihatkan betis jenjangnya terekspos jelas karena rok yang di pakai Zie hanya sebatas lutut saja.
"Ya kuliah lah Mas! Udah berpenampilan rapi begini masa iya mau pergi ke pasar?" kesal Zie lalu mengambil dasi yang di pegang oleh Langit.
"Aku mau jadi istri yang sholehah dong, masangin dasi buat suamiku yang gantengnya maksimal ini biar dapat pahala" Zie tersenyum geli lalu mengalungkan tangannya ke leher Langit.
Langit menggelengkan kepala mendengar perkataan istrinya. Memang akhir-akhir ini Zie lebih sering menggoda dirinya, namun bila Langit balas menggoda Zie langsung kabur seperti halnya tadi saat Zie bermaksud memanggil Langit untuk sarapan.
"Mas kenapa tinggi banget sih? Padahal aku sudah pakai sepatu yang ada hak-nya loh!" gerutu Zie yang tidak kunjung selesai memasangkan dasi pada Langit.
__ADS_1
Lalu Langit mencondongkan badannya menunduk ke arah Zie dan membuat Zie kaget seketika. Bagaimana tidak, bila kini wajah mereka hampir bersentuhan.
Zie tahu bila Langit sedang menggoda nya maka dari itu ia beranikan untuk mengecup bibir Langit sekilas, membuat Langit terdiam dan tercengang di posisinya.
"Kecupan sebelum bekerja, biar tambah semangat cari nafkah untuk istrinya yang cantik ini" Zie segera menyelesaikan tugasnya karena ia merasa malu di tatap oleh Langit seperti ini.
Saat Zie menarik tangannya dari leher Langit, dengan segera Langit meraih pinggang istrinya hingga tiada jarak yang memisahkan tubuh mereka.
"M-mas... Aku sudah hampir telat" Zie memalingkan wajahnya saat Langit semakin mengikis jarak di antara mereka.
"Kenapa dengan jantungku? Massa iya aku duluan yang yang jatuh hati sama dia? Harusnya aku yang membuat dia jatuh hati kepadaku duluan" Batin Zie semakin waspada, di tambah ia tidak bisa melepaskan diri dari jeratan Langit yang semakin erat.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...