
"Yasmin mohon Mas kali ini aja. Yasmin beneran nggak tenang, Yasmin mohon," pinta Yasmin lagi kepada damar.
"Ya udah" jawab Damar dengan susah payah, perasaan Yasmin kini memang sedang kacau dan Damar pikir tak ada salahnya mengabulkan keinginan Yasmin. Kondisi Ghaffar kini memang sedang sangat buruk, mungkin setelah Yasmin kembali melihat keadaan Ghaffar baik-baik saja ia bisa mengajak Yasmin pulang sebentar hanya untuk bayi mereka yang kini terpaksa minum susu formula karena Yasmin belum memberi asi.
Beberapa menit kemudian Yasmin dan Damar kembali sampai di rumah sakit, Yasmin turun dan di susul oleh Damar yang berjalan di belakang Yasmin sebab Yasmin berjalan dengan tergesa-gesa terkesan tak sabar menemui Ghaffar bahkan ia berlari. Entah mengapa ia sangat tidak tenang meninggalkan Ghaffar, sedetik pun rasanya tak rela Ghaffar menghilang dari pandang matanya. Kini Yasmin sudah berdiri di pintu ruangan Ghaffar, mata Yasmin melebar saat melihat seorang wanita menyuntikkan sesuatu pada selang infus Ghaffar. Dengan langkah cepat Yasmin masuk dan mendorong wanita tersebut.
"Heh! kau sedang apa!" Yasmin menghempaskan wanita tersebut hingga terjatuh di lantai.
"Au" Wanita tersebut meringis tat kala terjatuh karena ada yang mendorongnya, ia benar-benar tak menyadari keberadaan Yasmin yang sudah berada di sana juga, padahal ia tadinya sudah merasa sangat aman.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Yasmin tapi wanita tersebut menutup wajahnya dengan selendang, Yasmin berniat menarik selendang itu tapi Ghaffar tiba-tiba kejang-kejang mungkin obat itu mulai bereaksi.
__ADS_1
"Ghaffar!" teriak Yasmin panik dan memanggil dokter, kesempatan itu di ambil oleh wanita yang berniat mencelakai Ghaffar. la pergi meninggalkan ruangan Ghaffar dengan senyuman bahagia, ia yakin sebentar lagi Ghaffar akan menyusul kedua orang tuanya juga. Itulah yang di harapkan wanita itu agar Yasmin tau rasanya kehilangan orang yang ia sayangi dan mungkin setelah itu Ghani lah korbannya. Sebenarnya wanita itu berniat menghabisi anak kembar itu sekaligus, namun saat itu hanya ada salah satunya tak apa hanya satu dari pada tidak sama sekali pikir wanita itu.
"Sayang Ghaffar kenapa?" Damar yang baru saja masuk keruangan itu panik melihat Ghaffar yang tengah kejang-kejang, bahkan dokter terlihat kesulitan untuk menanganinya.
"Tuan nyonya, saya mohon untuk menunggu pasien di luar saja. Saya mohon demi pasien juga tuan agar dokter lebih fokus menangani" pinta seorang perawat penuh harap, sebab ia tau Damar adalah pemilik rumah sakit itu, dan mereka semua sangat takut padanya.
"Sayang ayo kita keluar" Damar memeluk Yasmin.
"Sayang kita keluar biarkan dokter fokus menangani Ghaffar. Kamu mau Daffa baik-baik saja kan?" tanya Damar.
"Iya" Yasmin menuruti keinginan Damar demi sang adik yang kini di tangani dokter.
__ADS_1
"Yasmin kamu tidak apa-apa Nak?" tanya mama Sinta yang baru saja datang bersama dengan Ghani bahkan Ghani langsung memeluk Yasmin dengan panik.
"Ghani kamu kenapa?" Yasmin bingung dengan mama Sinta dan Ghani yang baru saja datang dan terlihat panik.
"Tadi ada suster yang bilang Kakak kecelakaan di depan, dan kami langsung berlari tapi kakak nggak ada di sana kakak nggak kenapa-kenapa kan?" Ghani melihat tubuh Yasmin yang baik-baik saja.
"Iya Yasmin, kamu baik-baik saja kan Nak?" Mama Sinta juga tak kalah panik.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...