
Ah, benarkah.. berarti mama bakalan punya cucu lagi dong Oh senangnya" mama Sinta melempar payung di tangannya tanpa sengaja payung itu terjatuh di wajah Adam.
"Au" Adam mengelus wajahnya lalu bangun.
"Sela" mama Sinta langsung memeluk sang menantu dengan rasa yang bahagia karena sudah berpikir ia juga akan segera mendapat cucu juga dari Adam.
"Mama" Sela tidak tahu lagi harus apa wajahnya sudah sangat merah.
Sementara Adam keluar dari kamar bersama Damar yang merangkul bahunya.
"Gimana bro?" Seloroh Damar.
"Gila lu" jawab Adam menghempaskan tangan Damar yang merangkul bahunya.
"Sayang masih sakit?" Damar menirukan suara Adam yang tadi bertanya pada Sela.
"Sialan lu!" Kesal Adam karna Damar ternyata mendengar.
"Ahahaha" Damar memegang perutnya merasa sakit sebab menertawai Adam.
"Diam brengsek!" Teriak Adam.
"Sayang masih sakit, ahahaha" Damar lagi-lagi menertawai Damar.
Yasmin hanya tersenyum melihat wajah Adam yang juga ikut duduk di sofa dengan rasa malu. Yasmin juga ingin mengejek Sela tapi nanti setelah mama Sinta keluar dan hanya tinggal mereka berdua saja. Sebab Yasmin ingin bertanya banyak hal dan Sela pasti tidak mau menjawab bila ada mama Sinta juga.
__ADS_1
"Kita udah seharian nunggu lu, tapi ternyata lu lagi bahagia. Sialan emang" kesal damer sambil duduk di samping Yasmin.
"Kalian seharian nungguin?" Adam seperti bingung dengan ucapan Damar.
"Iya, Mama khawatir lu dari semalam menghilang" jawab Damar.
"Aku juga hubungi Sela tapi nggak ada jawaban" Kesal Yasmin.
"Hehehe" Adam menggaruk kepala merasa malu sendiri.
"Terutama mama tuh, gue dari tadi jadi sasaran kemarahannya. Lah elu mana lagi enak-enakan" Damar mengingat saat mama Sinta membentaknya bila memberi pendapat karena Adam dan ternyata Adam sendiri malah lagi bahagia.
"Adam, Damar, Yasmin mama pulang ya" pamit Mama Sinta karena Papa Hardy sudah menjemputnya.
"Zie ikut Oma?" Tanya Damar.
"Opaa" jawab Zie.
"Ya udah hati-hati ya" Damar mengacak rambut Zie yang sudah dalam gendongan papa Hardy.
"Semuanya Papa pamit pulang ya" pamit papa Hardy juga.
"Iya pa, bye Zie" kata Damar melambaikan tangan pada putri kecilnya yang lebih menyayangi Oma dan Opa nya dari pada ia.
Yasmin, Sela, Adam dan Damar kini duduk lesehan di karpet bulu, bersandar pada sofa putih yang tertata rapi di ruang televisi.
__ADS_1
Damar sangat malas duduk di sofa bila sedang santai ia lebih memilih duduk di karpet bulu dan menjadikan para Yasmin sebagai bantal.
"Heh lu semalam dari mana?" Tanya Damar sambil melempar kacang pada Adam.
Adam tersenyum dan menatap Sela yang duduk di sampingnya, Adam merangkul Sela namun dengan cepat Sela melepasnya. Karena Sela masih merasa malu dengan hal-hal yang berbau romantis, apalagi ada Damar dan Yasmin di sana.
"Gue jalan-jalan sama bini gue" jawab Adam.
"Jalan jalan doang?" Tanya Damar lagi.
"Iya emang napa?" Adam malah balik bertanya.
"Lu tau Sinta semaleman cemas banget mikirin lu dan gue jadi sasaran" kesal Damar.
"Lu sekolah di mana sih ngga ada sopan-sopannya" kesel Adam pada Damar yang suka menyebut nama Sinta tanpa ada panggilan sopan di depan nama Sinta.
"Kita kan satu sekolah bego!" Ketus Damar.
"Guru lu siapa?" Tanya Adam lagi.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1