ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 84


__ADS_3

Langit kembali berfikir, kenapa cerita sama dengan apa yang di alami oleh istri nya, namun langit masih memilih untuk diam saja saat ini.


" Awal nya saya hanya berfikir kalau putra saya Damar mengigau saja, karena begitu rindu dengan putri nya, namun saya berfikir kembali setelah kedatangan nak Andre ke rumah beberapa hari yang lalu, nak Andre mungkin tidak tahu kalau nak andre telah kehilangan sesuatu di rumah putra saya." ucap papa Hardy


" Barang apa pak?." tanya Andre yang bingung.


" Kalung." ucap Papa Hardy yang melihat Andre dan Langit bergantian.


" Maksud bapak kalung yang mana?." ucap Andre yang mengelak, Andre tidak mau kalau Langit nanti marah pada diri nya, gara gara kalung nya hilang.


" Ini." tunjuk Papa Hardy pad benda yang ia keluar dari kantong jas nya.


" Pak Hardy dapat dari mana kalung itu?." tanya langit yang sudah tidak tahan sejak tadi hanya diam saja.


" Ini milik cucu perempuan saya, ini saya dan istri istri saya membelikan nya di Jepang, lebih tepat nya di toko perhiasan Okachimachi pada 23 tahun yang lalu dengan memberi Inisial nama Cucu kami ZW, yang mengartikan nama cucu saya Zivanya Wijaya, sebagai hadiah ulang tahun cucu pertama kami, namun ayah dan bunda nya melarang untuk memakai nya karena bagi mereka cucu kami masih terlalu kecil, namun pada saat usia Cucu kami menginjak 3 tahun, dia meminta untuk memakai kan nya, kita berdua sangat senang, karena cucu kami mau memakai nya dan tidak di tarik tarik lagi, namun itu adalah hari terakhir kita bertemu dengan nya, dia dan sopir keluarga mengalami kecelakaan saat perjalanan menuju rumah sakit, namun aneh nya dan itu membuat kita semua berfikir kalau cucu kita masih hidup sampai sekarang adalah tidak di temukan nya mayat atau jenazah dari cucu kami, kami hanya melihat jenazah sopir pribadi kita." ucap papa Hardy.

__ADS_1


" Kemarin setelah ayah dan bunda menemukan kalung tersebut, dengan penuh semangat ayah dan saya ingin mendatangi dokter Andre di rumah sakit ini, saya sangat melihat kebahagiaan di mata ayah saya, yang tidak pernah saya lihat setelah kehilangan kakak kami, meskipun saat itu usia saya masih 1 tahun, namun bunda dan Oma selalu bercerita bagaimana ayah dulu, dan itu sangat jauh setelah kepergian kakak kami." ucap Devanno.


" saat kecelakaan Dev memberitahu kan kalau ayah nya menyelamatkan kakak nya Zie, saya tanpa pikir panjang langsung meminta tolong untuk melakukan tes DNA kepada mereka berdua, maaf kan bapak tua ini ya nak, karena sudah lancang tidak meminta ijin kepada kamu selaku suami nya." ucap papa Hardy sambil menangkupkan ke dua tangan nya ke depan dada.


Langit yang melihat itu, hati nya merasa keluh dan teriris iris, Langit menatap kepada Andre, Andre mengangguk kepala nya.


Langit langsung memegang tangan papa Hardy lalu memeluk nya.


" Opa, ini cucu menantu opa." ucap Langit dengan derai air mata.


" Hasil tes DNA antara pak Damar dan Nyonya Zie 99% akurat, mereka berdua adalah anak dan ayah." ucap Andre sambil membuka kertas yang berada di dalam amplop putih itu


Papa Hardy merasa senang dan membalas pelukan Langit. mereka berdua menangis bersama, bahkan tidak hanya papa Hardy atau Langit saja, Andre dan Devanni juga ikut menangis.


Mereka ber empat menuju ruangan Zie, mereka ingin bertemu dengan Zie, ingin memberitahu kan kalau papa Hardy adalah opa nya dan Devanno adalah adik bungsu nya.

__ADS_1


Sebenarnya mereka juga ingin ke ruangan Damar namun untuk saat ini masih belum bisa di jenguk karena kondisi Damar masih perlu istirahat yang lebih lagi.


Ceklek....


Pintu kamar Zie terbuka.


" Mas, kemana Saja?." ucap Zie dengan wajah cemberut.


" Maaf ya sayang, mas lama ninggalin kamu, mas punya kejutan buat kamu sayang." ucap Langit.


" Apa mas?." tanya Zie.


" Lihat di pintu itu." tunjuk Langit


...Terima kasih ya kak, karena kakak kakak semua masih setia di cerita saya. ...

__ADS_1


__ADS_2