ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
360


__ADS_3

"Iya tapi nggak di jidat juga di tulisnya Mas" Damar lagi-lagi hanya bisa menarik nafas, entah sudah berapa kali untuk hari ini saja tapi yang jelas semenjak baby mereka lahir Damar memang banyak mengeluarkan ide konyol.


"Ya udah rambut nya aja di cat biar tau" kata Damar mengingat idenya beberapa hari yang lalu.


"Mami ikut ya, wah lucunya" mami Ratih tersenyum setuju dengan ide Damar.


"Mami apa sih" kata Yasmin.


"Biar kayak oppa-oppa idola Mami itu loh Yasmin, wah keren banget deh" Mami Ratih terkekeh membayangkan betapa kerennya bila para bayi itu memiliki rambut seperti idolanya.


"Kamu ada aja Ratih, jangan di cat dong kasian cucu aku" kata mama Sinta.


"Mama nggak gaul banget deh" kesal Damar pada mama Sinta.


"Padahal rambutnya di cat terus kasih anting sebelah aja, waw keren banget anak-anak Damar" kata Damar.


"Mami yes, setuju Mami" teriak mami Ratih lupa jika kini ia sedang di kamar dengan banyak bayi yang sedang tidur lelap.


Ooe ooee


Semua bayi malah menagis karena keributan mami Ratih.


"He he he" mami Ratih menunjukan dua baris gigi rapinya sedangkan yang lain tersenyum melihat keunikan mami Ratih.

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺


Saat ini Adam dan Sela sedang duduk bersantai di balkon, duduk lesehan di karpet bulu tebal berwana ungu. Warna itu adalah warna kesukaan Sela dan hampir semua barang di rumah itu berwana ungu.


"Kak, Sela pengen makan yang asem-asem gitu deh" pinta Sela.


Di tengah teriknya matahari dan dinginnya cuaca Sela malah meminta sesuatu yang terdemgar aneh.


"Kamu minta yang asem-asem yang?" tanya Adam ingin memastikan apakah yang di minta Sela itu benar.


"Heem" Sela mengangguk sengan perasaan sedang.


"Kak, itu lihat deh" Sela menunjuk rumah tetangga yang bersebelahan dengan rumah mereka.


"Iya, kita ambil yuk Kak" kata Sela dengan raut wajah berbinar.


"Kamu jangan malu-maluin dong yang, kita beli aja ya" kata Adam.


Menurut Adam permintaan Sela sangat tidak masuk akal, bukan mengenai buah mangganya tapi Adam keberatan kalau ingin makan mangga tapi minta pada tetangga itu cukup memalukan bagi Adam.


"Tapi Sela pengen yang itu" Sela tak mau mengalah ia tetap kekeh untuk mendapatkan mangga tetangga yang terlihat sangat menggoda dan segar.


"Sayang kita beli aja ya, kita beli yang banyak kalau perlu seratus kilo" kata Adam mencoba bernegosiasi.

__ADS_1


Tapi justru Sela kesal, ia hanya ingin makan mangga dan hanya mangga tetangga yang sedang ia lihat saat ini bukan mangga yang lain.


"Kakak nggak sayang sama Sela" Sela bangun dari pangkuan Adam dan pergi ke kamar sambil menangis.


"Sayang" Adam berjalan mengikuti Sela.


"Nangis?" gumam Adam, hanya karena buah mangga Sela menangis? Adam merasa aneh dengan tingkah istrinya sendiri.


Kini Sela sudah berbaring miring di ranjang, ia menyelimuti tubuhnya dengan selimut dengan perasaan sedih dan kesal menjadi satu. Rasanya Sela ingin meremas wajah Adam karena tak mengabulkan keinginannya saat ini.


"Sela" Adam mengelus kepala sang istri dan ia duduk di sisi ranjang.


"Kakak barusan manggil apa?" Tanya Sela sambil membelakangi Adam.


"Sela" jawab Adam.


Sela dengan cepat mendudukan tubuhnya, tatapan tajam ia berikan pada Adam tidak lupa Sela dengan cepat melempar bantal pada Adam.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2