
"Aku nggak percaya, Ibu pasti bohong!" teriak Tante Tina sambil berusaha melepaskan ikatan tangan nya.
"Tidak Tina, itu memang kenyataannya" tutur nenek Mirna membenarkan kembali ucapannya.
"Kenapa baru sekarang Ibu bilang" kesal Tante Tina tak bisa terima.
"Maaf Tina maaf hiks hiks hiks" kata nenek Mirna dengan suara putus asa.
"Terlambat bu, kedua orang tua Yasmin sudah meninggal dan kita orang di balik kejadian itu" tandas Tante Tina lagi kesal pada sang Ibu, yang ternyata menyimpan rahasia sebesar itu.
__ADS_1
"Yasmin maafkan Nenek, Nenek salah hiks hiks hiks. Karena sikap iri dan dengki yang Nenek miliki, Nenek lupa akan kebaikan Kakek kamu dulu yang mau menutupi aib Nenek. Maaf" nenek Mirna hanya bisa menunduk dengan tangan terikat kebelakang, menyesali semua yang sudah terjadi.
Yasmin pun hanya bisa menangis mengingat kejadian saat itu, ia harus kehilangan orang tua di saat ia masih belum bisa hidup mandiri. Bahkan membesarkan dua adiknya dengan berbagai cobaan yang terus menghampirinya, dan kini adiknya masih berjuang di rumah sakit antara hidup dan mati masih karena perbuatan orang yang sama, orang yang melenyapkan kedua orang tuanya.
"Bu, kenapa baru bilang sekarang. Sekarang semua sudah terlambat Bu, permintaan maaf Ibu juga sudah percuma" teriak Tante Tina masih dengan menangis.
"Yasmin maafin Nenek, Nenek mohon" pinta nenek Mirna lagi, ia sangat berharap Yasmin memaafkannya.
Hati Yasmin tak sekeras batu, namun tak juga selembut sutra. Yasmin terlahir sebagai manusia biasa dengan sejuta kekurangan termasuk melupakan kejahatan orang padanya, itu tidak mungkin. Hatinya tak semurah itu namun tak juga sekejam yang di bayangkan, akan tetapi semua manusia biasa terlahir dengan batas kesabaran. Memaafkan mungkin saja bisa tapi tidak dengan melupakan, retaknya perasaan masih bisa di obati namun masih meninggalkan bekas luka sebagai tanda kau lah pembuat luka ku.
__ADS_1
"Nenek sangat menyesal Yasmin, Nenek tau Nenek salah dan pantas di hukum namun tidak kah kau mau memaafkan Nenek dengan tulus dari hati kecil mu. Papa dan Mama mu adalah orang baik dan bermurah hati, aku yakin kau pun sedikit banyaknya pasti mewarisi sifat itu. Nenek mohon ya, maafkan Nenek" tutur nenek Mirna lagi.
"Aku sudah terlatih hidup dalam kerasnya dunia, terombang ambing tanpa arah. Pergi mengikuti arah angin yang berharap akan membawa ku ke tepian, dan sejak saat aku sampai di tepian. Aku sadar siapa yang ada bersama ku saat aku terluka, saat aku terombang ambing. Banyak yang datang setelah aku sampai di tepian tapi bagi ku yang tulus hanya orang-orang yang ada saat aku lemah. Dan kalian tidak ada saat itu lalu di mana aku harus iba, kemana hati kalian saat aku memohon berharap kalian meringankan sedikut kesedihan ku. Tidak ada, kalian justru menghina bahkan saat kalian menikmati harta orang tua ku dan sekarang kalian mengharap maaf? Aku tak sebaik itu" tandas Yasmin.
Nenek Mirna terdiam mendengar apa yang di katakan Yasmin, tadinya ia sangat berharap dengan memohon ia akan terbebas dari semua hukuman yang akan ia terima.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...