ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Part 18


__ADS_3

Sayup-sayup aku mendengar suara seseorang sedang memanggil diriku dengan di sertai guncangan demi guncangan yang aku rasakan di tubuh ku. Aku merasa kesal dengan apa yang orang itu lakukan kepada ku. Lancang sekali dia membangun aku dari tidur ku yang begitu indah. Indah, karena saat di alam bawah sadar ku, aku bermimpi bertemu dengan Ayah, Ibu dan juga Yumna. Kami sekeluarga berkumpul di tengah padang yang hijau lagi luas. Kami saling berpelukan dengan perasaan yang teramat bahagia, tawa kami pecah di sertai candaan-candaan yang terlontar dari bibir kami. Mimpi ku seakan nyata, dan aku tidak ingin segera berakhir. Aku ingin bersama dan memeluk Ibu, Ayah dan Yumna untuk waktu yang lebih lama lagi. Tapi di saat-saat seseorang memanggil diriku, bersamaan dengan itu juga, Yumna, Ayah, dan Ibu melambaikan tangan kepadaku dengan sorot mata mereka yang tersenyum bahagia melihat ku, lalu Ibu berkata, ''Kamu anak hebat, sabar dan kuat. Tetap lah kuat meski kami tidak bersama kamu di dunia, tapi percayalah kami akan selalu ada di hati kamu.'' Itulah kata-kata yang terlontar dari mulut Ibu, setelah itu, Ibu, Ayah dan Yumna menghilang bersamaan kepulan asap-asap tebal, dan bertepatan dengan itu juga akan terbangun dari tidurku. Aku langsung duduk di atas tempat tidur dengan tarikan nafas tak beraturan, aku merasa kening ku berkeringat.


''Non Raisa kenapa, Non?'' tanya Jasmine, aku melihat ke arah nya sekilas, ternyata orang yang telah mengganggu tidur ku tadi adalah Jasmine.

__ADS_1


''Tidak, aku tidak apa-apa Jasmine. Kamu ngapain di sini Jasmine?''


''Maaf karena aku telah lancang membangun Non Raisa dan maaf juga karena aku telah lancang masuk ke kamar ini tanpa izin Non Raisa. Tapi ini atas perintah Tuan Hendrick, Tuan Hendrick meminta aku agar aku membangunkan Non Raisa dengan segera, karena katanya ia akan menjemput Non, lalu ia akan menemani Non ke rumah sakit.'' Jasmine menjelaskan kepada ku dengan hati-hati dan pelan. Aku pun mengerti dengan apa yang ia katakan. Setelah itu aku meminta agar Jasmine segera keluar dari kamar. Aku harus ke kamar mandi untuk membasuh wajah ku agar kesadaran ku terkumpul secara sempurna. Aku merasa masih sedikit oleng. Mungkin karena terlalu lelah hingga membuat aku mengigau memimpikan Ayah, Ibu dan Yumna. Tapi karena mimpi ku tadi, membuat rasa rinduku terhadap orang-orang yang aku cintai dan kasihi sedikit terobati.

__ADS_1


''Kok Mas Hendrick tumben-tumbenan ya mau menemani aku ke rumah sakit? Bukankah ia begitu sibuk dengan pekerjaan nya di perusahaan.'' Aku bergumam lirih. Setelah itu aku keluar dari kamar mandi, aku mengganti pakaian aku dengan dress yang Mas Hendrick belikan untuk ku kemarin. Dress yang begitu bagus. Setelah selesai memakai pakaian dan menata penampilan aku apa adanya, aku mengambil ponselku yang tergeletak di atas nakas, ponsel yang Mas Hendrick belikan untuk ku. Aku menyalakan nya, dan begitu ponsel sudah menyala sempurna, aku melihat begitu banyak notifikasi panggilan tak terjawab di layar ponsel. Ada panggilan dari suster yang menjaga Yumna dan juga panggilan dari Mas Hendrick. Setelah itu aku memutuskan untuk menghubungi sang suster yang menjaga Yumna, aku ingin menanyakan kenapa ia menghubungi aku berulang-ulang, mungkin ada hal serius yang ingin ia sampaikan kepada ku terkait kondisi Yumna. Aku harap sang suster akan memberi kan kabar baik kepadaku.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2