ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
352


__ADS_3

"Kalian udah pulang sekolah?" tanya Yasmin.


"Udah Kak, kita bawain bunga buat Kakak" Ghaffar memberi bunga yang ia bawa pada Yasmin.


"Ghani bawa apa itu?" tanya mami Ratih yang merasa aneh dengan apa yang di pegang Ghani.


"Ini sisir Mi" jawab Ghani santai tapi malah membuat yang lainnya bingung, tapi tidak dengan Yasmin yang mengerti maksud adiknya.


"Kalian ngejek Kakak ya" Yasmin tertawa dengan kelakuan kedua adiknya.


"Ini sisir nanti buat nyisir rambut Kak Yasmin, dulu itu Kak Yasmin udah sekolah SMA tapi rambutnya masih di sisirin sama Mama" Ghaffar dan Ghani tertawa terbahak-bahak mengingat betapa manjanya sang Kakak ketika masih ada orang tua mereka.


"Apa sih malu tau" kesal Yasmin.


"Kak kita goyang bareng yuk, Mami Ratih jagonya ni kalau goyang" kata Ghani.


"Oh itu pasti ayo mana musiknya mainkan" mami Ratih sudah siap-siap mau bergoyang namun tiba-tiba papi Rianda masuk bersama papa Hardy keruangan Yasmin.

__ADS_1


"Mami kenapa? Encoknya kambuh?" tanya papi Rianda yang merasa aneh melihat gaya berdiri sang istri.


"Heheheh" mami Ratih tau suaminya tak suka ia bergoyang di hadapan banyak orang, ia boleh bergoyang kalau di kamar berdua saja dengan sang suami tercintanya.


"Nggak papa kok Pi" mami Ratih membenarkan berdirinya sebab merasa malu pada papa Hardy suami dari mama Sinta yang melihatnya tanpa expresi itu.


"Assalammualaikum Ibu-ibu" terdengar suara Veli yang masuk bersama dengan Gita.


"Walaikumsalam"


"Sudah siap Ibu Yasmin?" seloroh Veli.


"Tenang nanti semua terbayar setelah operasi selesai, betulkan dokter Gita" tutur Veli lagi.


"Iya benar sekali, senyum dong" kata Gita yang juga ikut dalam tindakan operasi Yasmin.


"lya, kan aku nggak sendiri di dalam sana ada kalian berdua" Yasmin merentangkan tangan, dengan cepat Gita dan Veli memeluk Yasmin dengan erat.

__ADS_1


"Aku juga ikut dong" terdengar suara Sela yang baru saja datang, ia langsung berlari ketika melihat Yasmin sedang di peluk dan ia pun ikut memeluk Yasmin bersama-sama.


"Kamu telat" kata Gita.


"Iya nih" Sela juga kesal karena Adam harus meminta jatah ia harus rela terlambat menemui Yasmin di rumah sakit.


"Okey, operasi akan segera kita mulai ya" kata Gita.


Damar mendekati Yasmin dan memeluk sang istri, tidak berselang lama kini Yasmin sudah di dorong keluar dari ruangannya menuju ruang operasi. Tangannya masih setia di genggam oleh Damar sampai akhirnya kini Yasmin sampai di pintu ruang operasi.


"Semangat ya, mas di sini selalu ada buat nunggu kamu" Damar mengecup kening sang istri, setelah itu Yasmin di bawa masuk oleh perawat dan empat dokter yang akan menangani Yasmin.


Damar duduk di kursi tunggu, tepat di depan ruang Yasmin ia menunduk dan berdoa berharap sang istri baik-baik saja. Dan semoga ke empat bayinya juga selamat apa lagi di rumah ada Zie yang tinggal bersama dengan pengasuh nya, Zie masih terlalu kecil bila kehilangan sang Bunda.


Hingga beberapa jam kemudian pintu terbuka dan Gita keluar dengan senyumnya, semua keluarga berdiri termasuk Damar yang menanti apa yang akan di katakan oleh istri dari sepupu nya itu.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2