ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
364


__ADS_3

"Iya, selamat ya" Veli memeluk Sela sesaat setelah Adam melepaskan Sela dari pelukannya.


"Ya ampun Vel, gue nggak tau harus ngungkapin kebahagian gue dengan cara apa" tutur Sela dan keduanya melepas pelukan itu.


"Ingat kali ini nggak boleh ceroboh ya" kata Veli dengan penuh rasa haru, Sela mengangguk mendengar nasehat Veli yang sangat peduli padanya.


"Makasih udah ingatan" jawab Sela penuh haru.


"Oke bapak Adam, kondisi kandungan istri anda sangat lemah jadi anda harus puasa sampai kandungan istri anda kuat dan mungkin sekitaran empat bulanan setelah itu baru anda bisa menjenguk anak anda" kata Veli sambil menuliskan resep obat untuk Sela.


"Veli kamu mau mengerjai saya!" tanya Adam dengan kesal.


"Tidak!" jawab Veli dengan serius.


"Saya seorang dokter dan tidak ada bercanda dalam mengatakan keadaan pasien" jawab Veli menatap Adam dengan serius.


"Tapi untuk usia kandungan istri saya empat bulan itu sungguh lama sekali" kata Adam protes.


"Kandungan Sela sangat lemah dan harus benar-benar di jaga. Ingat jangan sampai rahim yang nantinya harus di angkat dan kau tidak akan bisa menjadi seorang Ayah" jawab Veli agar Adam mengerti kalau ia sedang tidak bercanda.


"Kak Adam sabar ya, kan masih bisa cium Sela dan Sela bantu pakek tangan jadinya aman" jawab Sela dengan enteng.

__ADS_1


"Sela....." Adam gemas sendiri dengan istrinya yang berbicara sembarangan, kini Adam mengerti mengapa Sela berubah dan ternyata ia sedang mengandung.


"Sela aja tau" kata Veli terkekeh.


"Ya udah kita balik yuk" kata Sela pada Adam.


"Ingat Sel, suruh laki lu puasa kalau mau punya anak kalau pun ada gaya baru tunda dulu sampai waktu yang di tentukan, dan satu bulan sekali kamu harus cek kandungan ya" kata Veli memberi nasehat.


"Sayang makasih ya" Adam merangkul pundak Sela lalu Sela memeluk Adam dari samping dan keduanya berjalan keluar.


"Kali ini kita jaga anak kita sama-sama ya Kak, jangan tinggalin Sela lagi Sela nggak bisa kalau nggak ada Kakak"


"Iya sayang, kakak janji" Adam mengecup puncak kepala Sela dan ia tersenyum, dengan cepat Adam mengangkat Sela.


"Kak kok di gendong, banyak orang"


"Biar kamu nggak capek"


Sela melingkarkan tangannya pada tengkuk Adam dan menyembunyikan wajah pada dada Adam, karena di sana sangat banyak orang yang berlalu lalang.


🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


"Heh nape lu" tanya Adam yang kini berada di rumah Damar sebab semua keluarga berkumpul di sana. Ia pun ingin berbagi kabar bahagia tentang kehamilan istrinya, namun saat ia sampai di sana Adam malah melihat Damar duduk lesehan di teras rumah dengan wajah muram.


"Pusing gue" jawab Damar mengacak rambutnya.


"Kok pusing?" tanya Adam penuh tanya.


"Puasa gue lama banget tau nggak" kesal Damar.


"Ha ha ha ha" Adam tertawa terbahak-bahak mendengar apa yang di katakan Damar.


"Lu ngejek gue, iya!" Damar berdiri dan hampir memberi bogem mentah pada Adam namun Adam menahan tangan Damar.


"Gue bukan ngejek lu" Adam mendorong tubuh Damar agar menjauh darinya.


"Terus kenapa lu ketawa!" kesal Damar merapikan kemeja yang ia pakai masih dengan kekesalan nya.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2