ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 120


__ADS_3

POV ZIVANYA WIJAYA


Dulu nama ku Zie Natakusuma, sebuah marga dari ayah angkat nya. Meski mama dan papa hanya lah orang tua angkat bagi ku namun ku sangat menyayangi nya karena bagaimana pun mereka lah yang membesarkan ku dan mendidik ku hingga aku bisa seperti ini.


Aku merupakan sosok yang ceria jika di mata dunia, namun di saat sendiri aku kembali menjadi sosok gadis yang sangat rapuh dan menjadi sosok yang penuh luka. Aku adalah orang yang tertutup karena bagi ku, aku hanya perlu terlihat ceria agar semua orang bahagia melihat ku dan selain itu aku tetap terlihat tegar karena tidak mau menjadi beban orang tua angkat ku.


Hingga suatu ketika sebuah peristiwa memaksa ku untuk menjadi pengantin pengganti bagi saudara angkat ku, ingin rasa nya ku menolak nya namun tidak ku lakukan karena menurut ku itu lah cara ku membalas kebaikan mereka semua. Meski setelah peristiwa itu aku harus kehilangan kekasih ku yang sangat baik pada ku, tetapi mau tak mau harus tetap ku lakukan.


Setelah menikah dengan nya, aku langsung pindah bersama nya di sebuah apartemen milik nya. Dia terlihat seperti sosok lelaki yang baik namun dia sikap nya sangat dingin pada ku, dia tak pernah menyentuh ku layak nya seorang suami istri. Pernikahan ini awal nya ku kira hanya akan bertahan beberapa bulan saja, namun dengan berjalan nya waktu kita mulai melakukan pernikahan ini dengan ikhlas.


Langit Bagaskara, sosok suami yang baik dan sangat tulus mencintai ku dan sosok suami yang begitu menerima ku apa adanya meski ia tau aku hanya lah seorang anak yatim piatu saat itu. Tetapi berjalan nya waktu juga aku bertemu dengan orang tua kandung ku yang selama ini ku kira mereka telah tiada, namun takdir mempertemukan dan mempersatukan kita kembali saat ini.


Kini kebahagiaan yang ku rasakan telah lengkap karena di tambah lagi dengan hadir nya sosok malaikat mungil yang datang ke dunia ini untuk menyempurnakan kebahagiaan ku.


"Terima kasih malaikat kecil ku, kau telah hadir ke dunia ini"

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Setelah kelahiran Angkasa yang begitu menggemparkan dunia karena membawa marga dari dua keluarga yang digabungkan beberapa bulan lalu. Kini Angkasa menginjak usia tujuh bulan dan sedang aktif-aktifnya belajar untuk duduk sendiri, membuat Zie dan Langit tersenyum bahagia.


"Sayang" panggil Langit.


Zie yang tengah menemani Angkasa bermain bersama para neneknya, menoleh ke arah Langit lalu menghampiri suaminya.


"Ada apa mas?" jawab Zie.


"Mas ada bunda dan mama diluar" ucap Zie.


Langit menatap lekat wajah cantik istrinya, dia tidak pernah bosen menatap wajah Zie yang semakin hari semakin terlihat cantik.


Langit merebahkan tubuh Zie lalu membuka baju bagian atas dan segera menindih istrinya, membuat Zie panik karena di luar masih ada dua mama nya yang tengah bermain dengan putra nya.

__ADS_1


"Mas" Zie mencoba mendorong tubuh Langit namun hal itu sia-sia saja. Karena Langit langsung menyambar bibirnya dengan rakus, membuat Zie mau tak mau melayani sang suami.


"Ini sudah lama dari waktu kita melakukannya sayang. Dan sudah waktunya untuk Angkasa mempunyai satu orang adik atau kalau bisa dua sekaligus" ucap Langit setelah melepas pagutannya dari bibir Zie.


Zie membelalakkan matanya ketika mendengar ucapan Langit yang entah dengan sadar atau tidak.


Putranya saja baru berusia tujuh bulan dan Langit sudah menginginkan seorang adik untuk Angkasa bahkan dua sekaligus.


"Tidak mas! Tunggu Angkasa berusia dua tahun dulu baru kita progam untuk adiknya" Zie mencoba bernegosiasi dengan Langit, dia tidak mau melahirkan lagi dalam waktu yang sangat dekat apalagi Angkasa masih meminum ASI-nya.


"Aku tidak bisa menunggu untuk waktu selama itu sayang. Sudah cukup untukku berpuasa selama tujuh bulan ini dan ini" Langit meremas buah kesukaan nya dulu sebelum direbut oleh Angkasa.


"Aku merindukan ini juga" lanjut Langit langsung melancarkan aksi nya.


Zie hanya bisa pasrah dan menuruti semua kemauan suaminya. Dan suara ******* pun terdengar memenuhi seluruh isi ruangan kamar mereka pada siang hari itu, sementara di luar ruangan Angkasa begitu berusaha agar bisa duduk sendiri dengan di temani dua neneknya yang selalu siaga untuknya.

__ADS_1


__ADS_2