
" Minggir." Kata mama Sinta sambil tangan nya menarik tubuh Damar yang bersandar di daun pintu mobil agar menjauh dari pintu mobil tersebut
" Mama apa an sih? Yasmin itu istri Damar, jadi dia tidak boleh pergi tanpa seijin Damar." Kata Damar yang tetap berdiri di depan pintu mobil itu.
" Minggir." Kata mama Sinta setelah Damar bergeser, mama Sinta mulai membuka pintu dan Menyuruh Yasmin duduk di kursi mobil, dan mama Sinta kembali menutup pintu nya.
" Ma jangan bawa Yasmin pergi." Kata Damar pada mama Sinta yang ke dua nya masih berada di samping mobil itu.
" Kamu sangat kasar pada istri mu sendiri, Yasmin biar mama bawa, dan kamu biar tahu , bagaimana hidup tanpa istri." Ucap mama Sinta
" Mama apa sih." Kata Damar.
" Yasmin berani kamu ikut mama tanpa seijin ku awas." Ancam Damar.
Bug
bug
__ADS_1
bug.
Dengan membabi buta mama Sinta memukul kepala Damar menggunakan sandal yang ia pakai, sungguh mama Sinta merasa jengkel mendengar ucapan Damar yang belum bisa merubah sifat egois nya.
" Ma sakit." Keluh Damar.
" Mama yang memaksa nya pergi, kamu mau apa? Dan kamu tidak perlu datang ke rumah mama selama kamu belum bisa menghilangkan sifat egois mu itu jangan pernah temui Yasmin." Kata mama Sinta yang kembali di kuasa amarah nya.
" Apa hak mama melarang Damar bertemu dengan istri Damar sendiri." Kata Damar yang masih berusaha membela diri nya
" Kamu berani ya sama mama, bocah ingusan yang baru ber usia 28 tahun yang menikahi gadis 19 tahun, kamu tahu? Papa kamu saja tidak berani menentang ucapan mama dan kamu!!! Hebat sekali kamu ya?." Kata mama Sinta.
" Adi jalan." Kata mama Sinta memerintahkan sopir nya.
" Mama." Teriak Damar. Kini mama Sinta sudah membawa Yasmin pergi dan meninggalkan Damar yang terus berteriak di halaman rumah nya, tidak terlalu lama Adam datang bersama Sela, Sela turun dari mobil dengan wajah pucat karena ia Melihat Damar yang sedang menatap nya tajam.
" Kenapa kamu berani sekalu membawa Yasmin menemui Erza?." Tanya Damar dengan wajah datar dan terlihat begitu dingin.
__ADS_1
" Saya minta maaf tuan." Ucap Sela dengan nada gemetar.
" Kamu." Ucap Damar sambil mendekati Sela.
Adam mulai turun dari mobil dan ia berjalan mendekati Damar, kemudian ia berdiri di antara Damar yang menatap tajam Sela, dan Sela yang menunduk ketakutan melihat wajah sangar Damar.
" Bos apa kamu masih memandang ku?." Kata Adam yang masih berdiri di hadapan Damar sambil berusaha melindungi Sela.
" Apa maksud mu?." Tanya Damar.
" Mama Sinta sudah membawa Yasmin tadi pergi aku melihat nya sendiri, apa kamu mau adik angkat mu ini juga pergi meninggalkan mu?." Tanya Adam yang tidak mau kalah menatap Damar dengan tajam.
" Kenapa kamu membela dia?." Tanya Damar yang menguatkan rahang nya.
" Karena...." Ucapan Adam terhenti karena ia pun bingung bagaimana cara nya untuk mengatakan nya, kalau hanya ada Damar yang berada di sana, tidak masalah bagi Adam, tapi yang membuat nya menjadi masalah di sana juga ada Sela dan ia tidak mungkin mengatakan kalau ia menyukai Sela.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...