ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 10


__ADS_3

"Semalam aja bilangnya nggak pake nyentuh, nggak bakalan terjadi apa-apa. Tapi nyatanya malah di peluk sampai pagi, tapi emang sayang sih bila tubuh bahenol ku ini di anggurin" Zie mengoceh tiada henti sampai lupa bila mau mengerjakan kewajibannya. Hingga Langit kembali mengingatkan, lebih tepatnya menyindir Zie.


"Kenapa? Mau di peluk lagi? Nggak jadi sholat?" ucap Langit seraya mendekatkan wajahnya pada Zie.


Zie sedikit waspada ketika Langit mendekat pada dirinya, ia kemudian bergegas turun dari ranjang dan berlari menuju kamar mandi. Bisa bisa dirinya yang akan tergoda bila tidak segera pergi dari hadapan serigala berwajah tampan itu.


Langit tersenyum puas ketika melihat Zie yang berlari menghindari dirinya, ia tadi hanya ingin menggoda istrinya yang terlewat menyebalkan menurutnya bila saat Zie membuka suara.


Sementara Zie merutuki dirinya di depan cermin, ia merutuki dirinya yang langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi dan tidak membawa pakaian baru untuk ia pakai. Kini tubuhnya hanya berbalut dengan handuk yang menutupi tubuhnya sebagian saja.


"Mas, boleh minta tolong nggak?" teriak Zie dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


Langit sedang duduk di sandaran ranjang sambil memainkan ponselnya, mendengar teriakan Zie dari dalam kamar mandi ia segera turun dari ranjang dan melangkah mendekat ke arah kamar mandi.


"Ada apa?" tanya Langit tepat di depan pintu kamar mandi.


Zie mendengar suara Langit berada di depan kamar mandi, lalu membuka pintu itu dengan pelan. Menyembul kan kepalanya serta menoleh kearah Langit berdiri tepat di samping kanan pintu kamar mandi.


"Mas bisa ambilkan bajuku nggak? Di lemari paling kanan dan pakaian dalamnya berada di kotak yang bawah" ucap Zie sedikit menahan malu karena mau tidak mau Langit tetap melihat sebagian tubuh atasnya yang terbuka.


"Kenapa nggak kamu ambil sendiri?" Langit mencoba mematik api di pagi hari.


Zie menarik nafasnya dalam dalam, dengan wajah yang cuek Zie berjalan dengan santai melewati Langit begitu saja. Meski di dalam hati ia merasa takut bila Langit akan menyerangnya secara tiba-tiba karena dirinya sekarang hanya memakai handuk yang menutupi sebagian tubuhnya saja, tentu saja Zie kini terlihat sangat seksi dan menggoda.

__ADS_1


Dengan susah payah Langit mencoba memalingkan wajahnya dari sang istri, namun tubuhnya tidak bisa ia kendalikan. Matanya menelisik dalam bentuk tubuh istrinya hingga membangunkan anggota tubuhnya yang tersembunyi, Langit segera masuk ke dalam kamar mandi karena kalau di biarkan terlalu lama menikmati pemandangan indah itu anggota tubuhnya yang akan memberontak.


Setelah menyelesaikan sholat subuh, Zie melangkah menuju dapur. Mau tidak mau ia harus tetap melayani suaminya dengan menyiapkan sarapan pertama mereka setelah menikah.


"Kenapa kamu ke dapur Sayang? Biarkan Mbak Indah yang membantu mama, kamu urus saja Nak Langit" Mama Mayang mencegah Zie memotong wortel.


"Ngga papa ma, lagian Zie juga harus belajar memasak untuk Mas Langit kan?" Zie sedikit kaku saat mengucapkan kalimat itu.


"Kamu memang anak baik sayang, kamu menerima pernikahan ini dengan ikhlas bahkan mau melayani suamimu sendiri dan memastikan dia memakan masakan mu"


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2