ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 34


__ADS_3

Karena di rasa terlalu lama Zie menunggu Langit di parkiran rumah sakit Mahardika, ia memutuskan untuk pulang ke apartemen Langit dan menunggunya di sana. Sebelumnya Zie telah mengirim pesan terlebih dahulu.


Setelah sampai di apartemen, Zie langsung membersihkan diri dan berendam di bak mandi yang sudah di isi cairan aroma bunga Lili membuat Zie betah berlama-lama di dalam kamar mandi.


Langit sampai di apartemen tepat pukul lima sore. Ia mencari keberadaan Zie namun tak kunjung ketemu. Lalu Langit pergi ke kamar Zie dan mengetuk pintu kamar tersebut, akan tetapi juga tidak ada sahutan dari dalam.


"Zie, apa kamu di dalam?" panggil Langit dengan suara agak keras karena ia sudah mengetuk beberapa kali tapi tidak ada respon dari dalam.


Masih tidak ada jawaban, Langit memutar knop pintu lalu mencoba masuk kamar Zie. Ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan istrinya itu, namun juga tidak ada.


Ada rasa khawatir saat ia tidak menemukan istrinya. Langit mencoba menghubungi ponsel Zie dan terdengar nada dering dari ponsel istrinya itu. Ternyata ponsel Zie tergeletak di atas meja kecil di samping ranjang tidur Zie.


"Aarrghh.. Jangan membuatku gelisah Zie" geram Langit.


Kini pikirannya sudah merambat ke mana-mana, ia takut bila sampai terjadi sesuatu yang akan membuatnya menyesal. Kemungkinan terburuk adalah harus kehilangan istrinya.

__ADS_1


Langit teringat ada satu ruangan yang belum ia periksa, dengan penuh harap dan hati yang gelisah Langit melangkahkan kakinya mendekat ke arah kamar mandi yang terdapat di kamar Zie.


Perlahan namun pasti, Langit kini sudah berada di depan pintu kamar mandi Zie, dengan cepat ia memutar knop pintu itu dan melangkah masuk. Matanya langsung mencari keberadaan istrinya yang berhasil membuat hati seorang pemimpin Black Leon khawatir dan gelisah tidak karuan.


"Zie!" teriak Langit saat mendapati Zie yang tengah bersandar di pinggiran bak mandi dengan mata yang terpejam, hatinya langsung mencelos tidak karuan.


Zie yang niatnya hanya berendam dan menikmati aroma harumnya bunga lili, tanpa terasa membuatnya tertidur cukup lama di dalam bak mandi tersebut. la mengerjapkan matanya saat mendengar teriakan dari suara Langit, lalu Zie menatap ke arah suara berasal. Ia melihat Langit yang berlari ke arahnya dengan wajah yang tidak bisa ia artikan.


Tanpa berpikir panjang, Langit berlari dan langsung meraih tubuh Zie yang tanpa tertutup sehelai benang pun. la dekap dengan erat tubuh istrinya itu, saat mengetahui keadaan Zie ternyata baik-baik saja.


Namun reaksi yang di tunjukkan Zie tidak pernah Langit bayangkan selama ini, ia malah mempererat dekapannya pada Langit. Membuat hati Langit senang dan juga tenang seketika, Langit tersenyum lalu menatap wajah Zie yang mendongakkan kepalanya ke atas.


"Kenapa? Hmm?" tanya Langit dengan nada yang sangat lembut.


"Emm... Ka-kalo Mas lepasin pelukan mas, A-aku malu Mas" ucap Zie dengan suara yang lirih seraya menundukkan kepalanya kembali.

__ADS_1


"Kenapa bisa ma...." Langit tidak melanjutkan ucapannya.


Langit baru sadar saat tangannya hendak ia tarik ingin menyentuh dagu Zie. Namun dengan segera Zie menahan tangan Langit dan pada saat itu Langit bisa merasakan tangannya yang menyentuh kulit pinggang Zie.


Kemudian Langit tersenyum mengerti akan apa yang di maksud Zie barusan. Ia tersenyum menyeringai seraya menatap lekat wajah Zie dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Kamu malu karena ini?" Langit menundukkan kepalanya dan berucap tepat di sebelah telinga Zie. Tangannya seraya mengusap punggung istrinya yang polos tersebut, membuat Zie menatap Langit dengan tatapan memohon.


Hayoo s****iapa** yang pikirannya traveling?😂**


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2