
"Kau bilang aku wanita sialan?" Sela berjalan mendekata Lina ia masuk di tengah, antara Adam dan Lina yang tadinya saling berhadapan, tubuh Adam yang tinggi di belakangi tubuh Sela yang kecil dan mungil itu.
"Iya kau masuk di antara kami dan kau merebut Adam dari ku!" teriak Lina.
Sela berbalik menatap Adam.
"Kak Adam apa yang di kataksn Lina itu benar?" kata Sela.
"Sayang tenang ya, aku mencintai mu dan sampai kapan pun akan begitu" Adam memeluk Sela, Sela juga memeluk Adam di hadapan Lina.
"Kalau Kakak cinta sama Sela, usir dia dari sini!" Teriak Sela.
"Adam apa kau tega mengusir ku?" tanya Lina tak percaya bahkan Adam tak memarahi Sela sedikit pun.
"Lina keluar dari sini!" Adam menarik tangan Lina menuju pintu
"Jangan lagi kau temui aku!" kata Adam.
"Aku akan melaporkan istri mu yang gila itu ke polisi"
"Kalau kau berani maka kau akan berhadapan dengan ku!" Adam menutup pintu dan menguncinya. Tanpa perduli Lina yang masih berada di sana, Adam tidak menyangka jika Lina yang selama ini terkenal lembut dan anggun bisa se kasar itu.
"Sayang ku, udah jangan marah-marah" Adam menarik Sela untuk duduk di sofa.
"Kakak seneng kan Lina dateng kesini" Sela masih saja kesal dengan kedatangan Lina yang membuatnya benar-benar tebakar emosi.
__ADS_1
"Sayang ku cinta ku, Kakak cinta kamu jangan marah-marah terus nanti cepat tua" Adam mengangkat tubuh Sela duduk di pangkuannya.
"Maksud Kakak, Sela sekarang marah-marah terus udah tua" Sela semakin kesal dan turun dari pangkuan Adam.
"Sayang sini deh, kamu tadi kesini bawa makanan nggak?" tanya Adam yang ingin mengalihkan pembicaraan.
"Ada, di luar" ketus Sela.
"Kamu ambil Kakak udah laper banget" kata Adam.
"Tunggu" Sela keluar dan mengambil di mana tadi ia meletakan bekal yang ia bawa untuk Adam.
"Ini dia" Sela meletakan bekal di atas meja.
"Sela suapin sini" Sela mulai menyuapi Adam makan sampai tandas.
"Makanannya enak banget deh, tapi masih haus yang" kata Adam.
"Minum" Sela memberikan botol minuman pada Adam tapi Adam menolak.
"Katanya haus?" Sela bingung.
"Ya tapi yang ini yang" tangan jail Adam menyentuh dua gunung kembar.
PLAK.
__ADS_1
Sela memukul tangan Adam yang tak pernah bisa di kondisikan.
"Au, sakit yang" Adam berpura-pura kesakitan hanya karena tangan munggil Sela menepuk tangannya.
"Makannya jangan aneh-aneh Kak, otak Kakak parah banget deh itu mulu" kesal Sela.
"Ya kan sama istri yang dari pada sama orang" kata Adam berharap Sela menurut padanya.
"Oh, jadi Kakak ada niat sama orang, atau Kakak pernah begituan sama Lina" Sela kembali kesal.
"Sayang kita jadi beli tasnya nggak?" tanya Adam tersenyum pada sang istri yang masih marah-marah.
"Hehehe" Sela tersenyum
"Jadi dong, kapan Kak?" tanya Sela dengan semangat.
"Kiss dulu kalau jadi" Adam yang merasa Sela sudah bisa di ajak kerja sama mulai memberanikan diri menarik Sela dan mengangkat Sela agar duduk di pangkuannya kembali.
"Kakak apa semua yang Sela minta dari Kakak harus ada bayarannya?" tanya Sela dengan kesal.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1