
Sementara Sela dibuat melongo dengan permintaan Yasmin yang terasa begitu menggelikan untuk Sela. Kalau Adam tetap santai disuruh suap menyuapi, namun sebenarnya Adam merasa kecewa dengan permintaan Yasmin karena kenapa bukan mencium saja permintaannya.
"Nggak" ketus Sela.
"Dikit doang Sel" pinta Yasmin lagi.
"Ogah" Sela melempar pandangannya ke arah lain.
"Sel lu tega, aduh Sel sakit" rintih Yasmin yang merasa perutnya sedikit berputar dan sakit.
"Sayang kita ke rumah sakit ya" Damar mulai mengangkat Yasmin tapi Yasmin menggeleng ingin melihat Sela dan Adam saling menyuapi baru ia mau dibawa ke rumah sakit.
"Mas nggak" teriak Yasmin menolak.
"Tapi yang" Damar merasa khawatir melihat Yasmin meringis kesakitan.
"Sela apa kamu mau membunuh istri saya" kali ini Damar yang berbicara dengan suara berat dan tegas, tidak lupa dengan tatapan tajam. Sungguh dan merasa khawatir melihat sang istri.
"Ta-tapi tuan" Sela mulai merasa sakit di tenggorokan nya.
"Bro jangan bentak dia, urusannya entar sama gue" ujar Adam yang tidak suka melihat Sela dibentak oleh Damar.
"Sel please" Yasmin sedikit memohon.
__ADS_1
"Ok, demi lo dan ponakan gue" Sela menatap tajam Adam, sementara Adam tersenyum samar.
"Auw, mas sakit" teriak Yasmin.
"Iya bentar, sabar ya ponakan Tante Sela" Sela mengelus perut Yasmin meminta bayi untuk sabar sebentar.
Sela mulai mengarahkan tangannya pada Adam dengan martabak yang ia pegang, dengan menyipitkan matanya. Adam melahap habis martabak yang disuapi Sela tidak lupa ada senyum kemenangan di sana.
"Udah Yas" ujar Sela pada Yasmin yang duduk disampingnya.
"Yang ayo ke rumah sakit" Damar sudah sangat merasa khawatir melihat wajah Yasmin yang pucat dan mengeluarkan keringat dingin.
"Iya mas, sakit" rintis Yasmin memeluk Damar.
"Mas sakit" Yasmin terus merintih memeluk lengan Damar.
"Adam cepat!!" Seru Sela yang ikut panik.
Adam mengemudi dengan kecepatan penuh namun di perjalanan ada kecelakaan dan itu membuat jalanan menjadi tertutup sehingga membuat jalan macet yang begitu panjang.
"Adam kenapa berhenti?" Damar bertanya tanpa memperhatikan sekitarnya.
"Tuan di depan ada kecelakaan, kita tidak bisa mundur Tuan karena di belakang juga banyak mobil" Adam turun dari mobil dan melihat betapa padatnya jalanan itu.
__ADS_1
"Mas hiks hiks hiks" Yasmin terus menangis merintih menahan sakit.
"Sabar sayang" Damar mengelus dahi Yasmin membersihkan peluh yang membasahi tubuh wanitanya itu.
"Yas sabar ya" Sela juga merasa takut.
"Kadang pikirkan sesuatu" Adam tidak bisa berpikir jernih, hingga saat ini hanya Adam yang bisa dia andalkan dalam berpikir.
"Tuan sebentar saya sudah menghubungi ambulan dan polisi" ujar Adam.
"Mas hiks hiks hiks" Yasmin terus saja menangis menahan sakit.
"Tuan kenapa kaki Yasmin basah" Sela panik melihat ada air yang mengalir dari tubuh sahabatnya itu. Sela menangis dan merasa semakin khawatir, Damar juga duduk memangku kepala Yasmin mulai melihat apa yang diucapkan Sela.
"Mas aku sudah tidak sanggup" Yasmin mencengkram kuat lengan Damar seolah ia ingin melawan rasa sakit yang menghujam tubuhnya saat ini.
"Sa-sayang, kamu harus bertahan demi anak kita" jamur mulai meneteskan air mata tidak sanggup melihat Yasmin merintih menahan sakit belum lagi cairan yang terus keluar dari tubuh Yasmin.
Sela yang sudah tidak kuat melihat sahabatnya mulai turun dari mobil dan berlari ke tengah kerumunan dia berteriak sehisterisnya di sana hingga membuat orang-orang bertanya ada apa dengan gadis itu.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...