
Pagi hari nya, sinar matahari masuk ke dalam kamar mereka berdua.
Kilau cahaya yang membuat 2 orang yang sedang tidur tertanggu, ya mereka adalah Zie dan Langit, mereka baru saja tidur saat jam menunjukkan pukul 04.30 pagi, mereka melakukan intim dengan rasa membuncah, Langit melaksanakan ucapan nya, kalau ada 2, 3 ,4 bahkan 5 ronde dan yang terjadi adalah 5 ronde, membuat tubuh ke dua nya lemas, bahkan Kiki tubuh Zie seperti remuk, kenapa bisa suami nya itu mempunyai tenaga sebesar itu, bahkan diri nya saja di ronde ke tiga sudah tidak bisa mengimbangi suami nya, jadi pada ronde ke 4 dan 5 hanya Langit yang bergerak, Zie sudah berkata kalau ia lemas dan tidak bisa mengimbangi nya, namun Langit malam menjawab kalau istri nya hanya menikmati nya saja, biarkan diri nya yang bekerja keras.
Langit bangun lalu memandangi wajah sang istri, ia tersenyum melihat kejadian semalam, pertempuran yang luar biasa, ia berdoa semoga salah satu dari cairan yang ia masukkan ke dalam rahim istri nya, ada yang berhasil."
" Ehmmm ...mas." ucap Zie yang saat membuka mata nya melihat kalau suami nya sedang menatap nya.
" Apa sayang." ucap Langit
Pipi Zie langsung bersemu merah kala membayangkan kejadian semalam.
Langit mengecup pipi serta kening istri nya.
" Kamu semalam bagai singa betina yang buas, membuat singa jantan tidak berdaya, kamu hebat sayang, mas tidak pernah lihat kamu seperti itu." ucap Langit kembali mengecup kening istri nya.
Lagi lagi Zie pipi nya merona merah, ia sendiri tidak tahu kenapa ia bisa sebinal itu di depan suami nya, bahkan seperti wanita malam saja, yang menjajakan tubuh Uya kepada laki laki, untung saja laki laki yang di maksud adalah suami nya sendiri.
" Mas, jangan gitu ah, aku malu." ucap Zie memukul dada suami nya dengan pelan.
__ADS_1
Langit ingin membalas kata kata dari istri nya, namun terhenti karena ponsel nya berdering menandakan ada pesan masuk dari ponsel nya.
" Opa." ucap Langit dalam hati.
" siapa mas?." tanya Zie.
" tidak apa apa kok sayang, kamu mandi dulu gih, apa mas yang gendong." ucap Langit menggoda istri nya.
" Ih mas ini ya, suka sekali godain aku, aku mau mandi dulu, mas jangan ikut masuk ya, sudah cukup 5 ronde kita semalam, punya ku masih sakit, pasti ini bengkak." ucap Zie berlalu meninggalkan Langit yang masih tersenyum kepada nya.
setelah melihat Zie masuk ke dalam kamar mandi, langit segera menelepon opa nya, tadi opa nya mengirim pesan, kalau sedang tidak bersama Zie, bisa bicara lewat telepon.
Dering ke dua telepon Langit di angkat oleh opa
" Hallo Opa." ucap langit
" Kondisi Zie bagaimana saat ini? kalau sudah membaik, apa bisa kamu ajak zie kesini, karena ayah nya sudah pulang dari rumah sakit." ucap opa.
" Bisa opa, nanti sekitar jam 11 saya dan Zie akan ke sana." jawab Langit.
__ADS_1
" Baik kalau begitu, kami tunggu, terima kasih ya." ucap Papa Hardy lalu menutup telepon nya
Ceklek.
Pintu kamar mandi terbuka, terlihat Zie yang sudah segar.
" Gantian mas yang mandi, kamu tunggu di sini ya, nanti kita sarapan di restoran bawah saja, dan ada yang mau mas katakan." ucap Langait langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa menunggu jawaban dari Zie.
Setelah makan.
" Mas ada apa, kata nya tadi ada yang mau mas katakan?." tanya Zie.
" Emm, apa kamu sudah baikkan, kalau sudah mas mau ajak kamu ke rumah ayah." ucap Langit
" Mau mas, mau, Zie mau ketemu dengan ayah." ucap Zie dengan mata berbinar.
" Baik, kita kembali ke atas untuk membawa obat kamu juga ya, kamu juga harus minum obat oke." ucap Langit dan Zie mengangguk kepala nya
Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil untuk menuju ke rumah besar keluarga Wijaya.
__ADS_1
...Tunggu kelanjutannya ya kak...