
"Yasmin" terdengar suara Sela yang baru saja masuk karena tadinya ia sedang di toilet.
"Sel" Yasmin merentangkan tangan nya dengan cepat Sela berlari dan memeluk sahabat nya yang tengah berbaring di sana dengan sangat bahagia.
" selamat ya Yas." ucap Sheila dengan bahagia.
" terima kasih ya sela aku terharu lihat kamu nangis nangis di tengah jalan sekali lagi terima kasih." ucap Yasmin dengan tulus.
" terima kasih ya Sheila." tutur damar itu adalah pertama kali nya Sheila mendengar damar berbicara pada nya setelah dulu ia dimarahi damar dan ini yang pertama kali nya.
he he he.' Sheila tersenyum kikuk.
" masih sakit yas?." tanya Sheila.
" lumayan bekas operasinya." Yasmin menunjuk bagian perutnya.
lagi lagi damar memeluk Yasmin dengan sangat hati-hati walaupun damar merasa bahagia namun ada rasa sedih juga di sana sungguh ia tidak bisa menutupi nya.
__ADS_1
" maaf ya sayang." ucap damar.
" kenapa?." tanya Yasmin menangkup wajah damar yang masih dekat dengan wajah nya.
" kamu sudah berkorban banyak bahkan tubuh kamu rusak karena memberiku satu hadiah istimewa di hari valentine ini." ujar damar menatap manik manik mata Yasmin.
" masku sayang sudah ya terima kasihnya Yasmin sudah kenyang." ucap Yasmin sambil tangannya sebelah menangkup wajah, Yasmin dan sebelahnya lagi menyisir rambut sang suami yang terlihat acak-acakan.
cuppp.
" ma sudah malu." Yasmin mendorong wajah damar yang laki-laki hampir mendekat padanya.
" malu sama siapa?." tanya damar.
" mas tidak lihat di sini banyak orang selain kita."ucap Yasmin sambil melihat ke empat pasang mata itu mama Sinta dan papa Hardy tampaknya tahu apa yang damar lakukan hanya saja keduanya terlalu sibuk dengan cucu mereka jadi mereka tidak peduli bagi keduanya terserah kedua manusia itu mau apa yang mereka inginkan hanya cucu mereka saja dan kalau boleh mama Sinta ini membawa cucunya pulang dan Yasmin serta damar masih berada di rumah sakit ya silakan.
beda halnya dengan sela-sela merasa merinding gadis perawan itu merasa matanya ternodai karena ulah damar dan Yasmin. tapi kalau adam ia hanya biasa saja pemandangan seperti itu sudah menjadi makanan sehari-hari nya itu lumayan hanya mencium dan biasanya saja juga di joox mobil gambar menyusu pada hiasnya dengan kesal damar ditutup jas agar dada Yasmin tidak melihat pikir Adam
__ADS_1
" yes aku pulang dulu ya sudah malam besok aku balik lagi kesini." pamit sela
" iya hati-hati." jawab Yasmin.
" sela aku antar ya." ucap Adam yang mensejajarkan langkahnya dengan Sheila yang terlebih dahulu keluar dari ruangan Yasmin.
Sheila melihat Adam di sampingnya dan ia menghentikan langkahnya begitu juga dengan Adam.
" adam berhenti jangan ganggu aku ." tuk sela
Sheila hanya tidak suka ada mengganggunya 6 mengapa sela merasa risih bila di dekat Adam Sheila kembali melanjutkan langkah kakinya tapi tanpa memperdulikan Adam yang terus mengikutinya sela hanya menggerutu lagi-lagi Adam selalu mengikuti nya Sheila bingung sendiri kenapa Adam sangat terobsesi padanya..
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1