ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
347


__ADS_3

"Kakak mau pergi?" tanya Sela yang masih berbaring di ranjang, menatap Adam yang menggunakan dasi asal-asalan.


"Iya sayang, kamu nggak usah ikut ya istirahat aja siapin diri buat Kakak kalau perlu panggil orang salon kemari ya" tutur Adam sambil mengecup kening Sela.


"Iya, bye Kakak" Sela melambaikan tangan pada Adam.


"Bye cinta" Adam tersenyum dari kejauhan.


Adam kini menaiki mobilnya, ia mengemudi dengan kecepatan tinggi karena masih terlalu kesal pada apa yang terjadi hari ini.


"Mana masih keras begini" Adam hanya bisa memukul kemudi dengan kesal hingga kini ia sudah sampai di kantor.


"Boss" Tomi yang melihat Adam baru datang dan berjalan buru-buru ingin tau ada apa dengan bosnya.


"Apa!" jawab Adam masih dengan raut kekesalan.


Tomi bingung apa salahnya sampai Adam malah begitu padanya.

__ADS_1


"Meeting di tunda kan bos?" tutur Tomi.


"Tunda?" tanya Adam.


"Iya, itu Sandi bos" Tomi menunjuk Sandi yang akan melewati mereka, namun Sandi berhenti melangkah karena ada Adam di sana.


"Apa meeting di cancel?" tanya Adam dengan mengepalkan tangannya.


"Iya bos" jawab Sandi mengangguk dengan rasa takut.


"Kenapa tak bilang saat tadi di telpon!" Adam memukul dinding dengan perasaan kesal.


******


Kini Yasmin dan Damar tengah duduk lesehan di gazebo taman belakang rumah, Yasmin kini hanya menunggu waktu kelahirannya saja. Ada rasa takut yang kini Yasmin rasakan rasa saat melahirkan Zie dulu masih jelas ia ingat.


"Sayang kamu mikirin apa?" Damar menarik kepala istrinya agar bersandar di dadanya.

__ADS_1


"Yasmin takut banget Mas, Yasmin takut nanti pas di meja operasi Yasmin malah nggak selamat" tutur Yasmin mengutarakan apa yang kini di rasakan oleh hati dan perasaannya.


Damar menarik nafas dengan panjang, ia mengerti dengan ketakutan istrinya sebab dulu saat melahirkan Zie sang istri dengan keadaan sangat mengkhawatikan. Namun Damar tak mau menunjukan perasaan ketakutan yang kini melanda hatinya, kini sang istri tengah di landa perasaan takut dan kalau ia pun ikut menujukan rasa takut itu maka siapa lagi yang bisa menguatkan sang istri.


"Sayang" Damar mengecup pucuk kepala Yasmin dan mengelusnya.


"Kamu harus semangat, nggak boleh sedih. Kalau kamu sedih nanti anak-anak kita juga ikut merasakan kesedihan kamu" tutur Damar.


"Mas kalau nanti Yasmin nggak selamat apa Mas bakal nikah lagi?"


Pertanyaan konyol itu justru lolos dari bibir istri Damar Wijaya itu, perasaan takut saat mendekati persalinan sangat terasa di hatinya. Sepertinya perasan ibu hamil itu kini sedang tidak menentu dengan bayangan ia tak selamat saat berjuang di meja operasi. Damar memang meminta agar Yasmin sebaik nya melakukan oprasi sesuai saran dokter, sebab Yasmin melahirkan empat bayi. la takut sang istri kehabisan tenaga atau pun kejadian sewaktu melahirkan Zie terulang lagi.


"Sayang kamu harus yakin semua baik-baik aja. Kamu nggak boleh ngomong gini, kalau kamu kenapa-kenapa gimana dengan aku?" Damar tak tau harus berkata apa, perlahan air mata nya menetes karena dilanda rasa cemas.


"Mas, jangan nangis" Yasmin membenarkan duduknya dan menghapus air mata Damar yang jatuh setetes di wajah sang suami dengan tangannya, Damar memegang tangan Yasmin dan mengecup dengan mesra.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2